Mark menggoyangkan kakinya dengan gelisah menatap Lucas yang sejak kemarin terus mendiamkannya dan juga selalu menggunakan bahasa formal kepadanya.
Lucas pun juga terlihat acus dan terlihat fokus dengan pekerjaannya.
Drrttt..
Ponsel Lucas berdering.
Lucas menerima panggilan tersebut.
Mark yang mendengar ponsel Lucas berdering ia segera bangkit mendekati Lucas agar ia bisa mendengar siapa yang menghubungi Lucas tersebut.
Lucas menatap heran Mark bersikap aneh saat mendekat kepadanya.
"Ya, Chief Lee?" Lucas menjawab panggjlan tersebut dengan mengerutkan dahi menatap Mark.
Lucas sedikit terkejut mendengar ucapan dari seseorang di ujung panggilan tersebut yang dimana ia baru saja mendapatkan informasi yang dk luar dugaannya.
"Anda yakin?" Tanya Lucas memastikan.
Setelah mendapat jawaban dari seseorang di ujung panggilan tersebut Lucas menurunkan ponsel dari telinganya menatap Mark dengan tarapan seriusnya.
"Salah satu Detektif mengetahui Markas baru Komplotan itu, di kabarkan semua korban bisa jadi disana, antara hidup dan mati mereka pasti ada disana, dan juga kabarnya ada tempat misterius"
"Dan itu berada di hutan perbatasan Seoul"
"Haruskah kita menyelidikinya?" Tanya Lucas dengan tegas.
"Kau yakin?"
"Apakah memang harus kita yang menyelidikinya, bukannya ini tugas mereka?"
"Kita tidak menganggur disini?" Mark menatap tegas Lucas dan mulai berkutat dengan ponselnya lalu menunjukan semua jadwalnya yang Lucas buat untuknya.
Lucas pun sedikit terkejut melihat Mark yang tidak biasanya memperhatikan jadwalnya tersebut.
"Kita akan bergerak jika mereka sudah menemukan jalan buntu, mereka selalu seperti itu, ingat kita lebih tinggi dari mereka"
"Biarkan mereka bergerak, walaupun kita bagian dari kasus mereka tapi kita hanya membantu"
"Bukan menjadi pekerjaan utama kita, setahun lalu kita sudah membantu banyak dengan cara menyamar"
"Jangan lagi buang - buang waktu kita" Tegas Mark berbalik menuju meja namun menghentikan langkahnya.
Lucas pun masih terdiam menatap punggung Mark.
"Aku minta maaf soal ucapanku kemarin, jangan bersikap seolah kita bukan sahabat, maafkan aku tentang sikapku kemarin" Ucap Mark lalu berjalan menuju mejanya.
"Ya, Maafkan aku juga"
"Lain kali jangan berkata seperti lagi Mark, kau tetap sahabatku tapi aku tidak suka kau membandingkan sesuatu, walaupun bagimu tidak membandingkan tapi bagiku itu membandingkan" Jawab Lucas terkekeh dan mendudukan diri di sofa.
"Ya, aku akan mengontrol emosiku mulai sekarang" Jawab Mark ikut terkekeh menatap Lucas.
"Kabar dari Taeha bagaimana?" Tanya Mark sembari berkutat dengan ponselnya.
"Dia masih ragu, aku tidak yakin dengannya belakangan ini, mungkin saja dia ada pekerjaan lain" Jawab Lucas menaikan kedua bahunya.
Mark hanya menganggukan kepala, kini ia tengan menonton sebuah video cctv secara langsung yang dimana cctv tersebut berada tepat di kamar Chenle dann Chenle masih terlihat bermain dengan boneka favoritnya yaitu pemberian Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
