Haechan menatap sendu bayi nya yang terlihat tertawa riang menatap mainan yang berada di hadapannya, dan bayi tersebur adalah Jung Chenle anak kandungnya dan juga anak kandung dari Mark.
Seorang pria berjalan memasuki kamar Bayi tersebut dengan membawa keranjang pakaian bersih.
"Yangyang - ah?" Panggil Haechan menoleh menatap Pria beta bernama Yangyang itu yang tak lain adalah Asisten pribadi Haechan sekaligus yang membantunya merawat Bayinya tersebut.
"Ya Haechan- ah" Jawab Yangyang meletakan keranjang tersebut dan berjalan mendekati Haechan.
Haechan terdiam dan menatap bergantian Yangyang dan juga Chenle.
"Sepertinya kau ingin membicarakan sesuatu yang tidak ingin Chenle dengar" Bisik Yangyang yang memang sengaja berbisik karena ia begitu mengenal Chenle sejak lahir hingga Chenle berusia 3 bulan saat ini.
Chenle memang begitu peka dengan hal apapun termasuk perasaan Haechan ataupun sesuatu tentang Haechan, Chenle hampir jarang sekali menangis namun sekali menangis, suara Chenle bisa begitu keras.
Chenle juga mengerti dengan bahasa dan pergerakan Haechan ataupun saat Yangyang berbicara dengannya.
Walau Chenle masih berusia 3 bulan, tapi Chenle sudah begitu aktif dan juga sangat lahap meminum susu terutama susu dari Haechan.
*****
Haechan berdiri menatap keluar jendela ruang kerjanya dengan Alin dan Yangyang yang juga berdiri tidak jauh darinya.
"Kita antar Chenle kerumah Mark tepatnya di rumah Harabojie dan Halmeoninya"
Alin dan Yangyang seketika terkejut mendengar Haechan yang memutuskan hal tersebut tanpa berunding dengan mereka.
"Dan aku mau Yangyang yang mengantarkannya, jangan tinggalkan Chenle di depan pintu setidaknya masuk dan serahkan langsung kepada Halmeoninya"
"Lalu berikan surat yang aku tujukan kepada Halmeoninya" Jelas Haechan tanpa menatap mereka berdua.
"Anda kenapa bisa memikirkan hal ini, bagaimana bisa?" Alin terlihat tidak terima dengan keputusan Haechan.
Haechan menoleh dan menatap datar Alin yang baru saja protes kepadanya itu.
"Lalu, dengan Chenle yang seperti itu, apa kau mau dia terus tumbuh dengan mommynya yang seperti ini?" Ucap Haechan dengan suara rendahnya dan menatap taham Alin.
Alin terdiam mengatupkan bibirnya, dan dirinya baru sadar memang benar jika sejak Chenle lahir Chenle berbeda dari Bayi yang baru saja lahir pada umumnya.
Sejak lahir Chenle menangis tanpa henti dan setelah Haechan menggendongnya, Chenle langsung tertidur pulas dengan tangan yang menggengam erat jari Haechan seakan tidak ingin melepaskan Haechan.
Di tambah dengan Chenle yang baru saja menginjak umur 2 bulan, Chenle menunjukan sisi lain berbeda dengan bayi lain seusianya.
Chenle lebih banyak menunjukan ekspresinya, terlebih ketika Haechan melihatnya tapi dengan tatapan sedih Chenle akan menangis dan meminta Haechan untuk menggendongnya, dan ketika Haechan tertawa serta bermanja dengan Chenle, Chenle pun tertawa dengan tangan mengusap pipi Haechan ketika Haechan menggendongnya.
"Chenle harus tumbuh dengan baik dan itu harus di keluar Daddynya, bukan keluargaku"
"Aku mau Chenle bisa menlanjutkan hidup tanpa harus mengalami trauma berat karena Mommynya yang seperti ini, biarkan Daddynya membantunya tumbuh dengan baik" Jelas Haechan menghela nafas berat dan kembali menatap keluar jendela.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fiksi Penggemar(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
