Mark memasuki Kamar Inap Haechan dan menadapati Haechan sudah kembali siuman.
“Hei sayang” sapa Mark menghampiri Haechan dengan Chenle yang masih berada di dalam gendongan Mark dan menatap sendu Haechan.
Haechan yang terlihat lemas pun mengulurkan tangan ke arah Mark dan Chenle.
“Mommy” Chenle manahan isakan tangisnya dan berbaring memeluk Haechan.
Mark berpindah ke sisi lain dan ikut memeluk Haechan.
“Aigoo 2 bayiku” Haechan terkekeh mengecup pucuk kepala Chenle dan Mark bergantian.
“Masih sakit sayang?” Tanya Mark mengecup bibir Haechan.
“Sedikit, tapi tadi terasa sangat menyakitkan”
“Setelah melihat kalian berdua, sakit nya berkurang” Jawab Haechan terkekeh mengusap wajah Mark.
“Aku mencintaimu” Bisik Mark menahan tangan Haechan dan mengecup lembut tangan Haechan.
“Aku tidak pergi, aku hanya jatuh sakit saja” Jawab Haechan sedikit terkejut mendengar pernyataan cinta dari Mark.
“Aku akan sering mengucapkannya” Bisik Mark lembut sembari mendusal manja di dada Haechan.
“Mommy apakah Mommy marah jika Chenle makan Burger?” Tanya Chenle dengan mimik wajah polosnya.
Haechan menoleh menatap Chenle dan menaikan sebelah alisnya sembari melirik Mark.
“Tentu saja, itukan makanan yang tidak sehat” Jawab Haechan mengusap surai belakang Chenle.
Chenle menganggukan kepala paham dan menenggelamkan wajah di dada Haechan.
“Nanti ketika Mommy sudah boleh pulang, Mommy akan buatkan Burger yang sehat dan pasti Chenle suka”
“Bagaimana?” Haechan menawarkan.
“Mau Mommy” Chenle seketika menatap Haechan dengan antusias dan tersenyum senang mendengar Haechan mengatakan hal tersebut.
“Anak pintar” Haechan mengecup kening Chenle.
*******
Mark baru saja menidurkan Chenle di sofa panjang yang berada di kamar Inap Haechan.
Perlahan Mark berbalik menghampiri Haechan.
“Aku merindukanmu” Haechan mengulurkan tangan ke arah Mark.
“Aku juga sayang” Mark meraih lembut tangan Haechan dan mengecup lembut tangan Haechan.
“Masih sakit?” Tanya Mark mulai menguarkan Feromonnya untuk menenangkan Haechan.
“Sebenarnya aku kenapa?” Tanya Haechan menatap sendu Haechan.
Mark tersenyum dan perlahan mendudukan diri di samping Haechan.
“Maafkan aku sebelumnya, aku memutuskan ini sendiri tanpa meminta izin kepadamu”
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fiksi Penggemar(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
