MAD ( 69 )

1.7K 120 29
                                        

SeokJu memberikan sebuah foto kepada Alin saat Haechan dan Ten kembali ke kamar mereka.






“Apa ini?” Tanya Alin mengerutkan dahi kepada SeokJu.







“Jisung anak dari Jeno sebagai target selanjutnya Hyung”

“Ini bukan rencana Wonwoo melainkan Megumi, Alpha Wanita yang menjadi rekan kerja Wonwoo selama ini”

“Ini Foto Megumi” Bisik Seokju.









Alin terkejut dan segera menarik SeokJu untuk ikut dengannya, lalu 2 Anak buah lainnya juga mengikuti Alin.








Sesampainya di kamar Alin, 2 Anak buah Alin mulai berkutat dengan Leptop mereka untuk melacak keberadaan Megumi tersebut.








“Megumi adalah Wanita yang menciptakan perubahan Omega atau Beta menjadi Alpha dan yang menjadi kelinci percobaan pertama adalah Jungwoo Hyung” Jelas SeokJu menunjukan foto Jungwoo saat kecil.








Alin membanting foto tersebut dan mengusap kasar wajahnya.






“Sembunyikan dahulu, tugas kalian diam - diam mencari tahu dan lindungi Jisung seperti kalian melindungi Tuan muda Chenle”

“Beritahu BongBong untuk melanjutkan penyelidikan” Jelas Alin memberi perintah.







“Baik Hyung” Ketiganya membungkuk hormat kepada Alin.








“Jangan sampai kesehatan Hyungnim terganggu karena hal seperti ini, kita harus membereskannya sendiri”

“Ingat kita hidup bahagia karena Hyungnim jadi jangan kecewakan Hyungnim kita yang tercinta” Alin bangkit dan berjalan mendekati jendela besar kamarnya dan tersenyum membayangkan betapa bangganya Haechan kepadanya.








“Baik Hyung” Ketiganya membereskan barang mereka.








“Oh ya” Alin berbalik menatap mereka bertiga.







“Presdir Guan adalah seorang Beta Dominan, Beliau ingin di temani malam ini, perintahkan salah satu anggota kita yang sering menjadi pihak penerima”


“Lalu Ceo perusahaan K.ON juga baru saja datang, Beliau ingin mengundang 10 Alpha Dominan yang tampan untuk menghuburnya”



“Dia membawa 3 Omega untuk kita, tapi dia ingin melihat kita menikmati Omega itu, jadi simpan stamina kalian untuk malam ini” Jelas Alin sembari terkekeh.








“Baik Hyung” Ketiganya membungkuk hormat.






“Kalian boleh pergi” Alin kembali berbalik memunggungi mereka.








“Sungguh aku haus pujian dari Hyungnim, aku rindu dia mengusap kepalaku dengan manja” Alin menyandarkan kepala di kaca besar kamarnya dengan senyumannya menatap langit malam.










*******








Haechan menatap keluar jendela kamarnya dan memikirkan semua ucapan Ten termasuk mimpi yang ia alami sebelum ia berangkat kemarin.







“Banyak Ular melilit dan mengerumuni tubuhku, dan Mae melihat banyak darah di pernikahanku”

“Apa artinya itu?” Batin Haechan memikirkan semuanya.











MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang