twenty four ⚠︎

2.3K 202 132
                                    

"Tidur aja ya, Han. Gua takut kelepasan. Lu cantik banget, gua makin horny liatnya." ujar Rano yang tengah berusaha mengontrol libidonya. Bayangkan saja ia harus mengontrol diri disaat seperti ini bersama Hanafi, hal itu membutuhkan perjuangan besar asal kalian tau.

"Tapi Kak, punya lu neken pantat gua banget."

What the fucking hell, Andrea Hanafi? apakah si manis itu sadar dengan apa yang ia ucapkan itu memancing sesuatu dalam diri Rano? apakah benar pemuda polos bisa berucap seperti itu?

Rano menggeram rendah mendengarnya, ia jauhkan wajahnya dari si manis untuk melihat wajah Hanafi yang—err sexy tersebut. Satu tamparan keras Rano layangkan pada sintalan nakalnya, "Pantat lu yang ngejepit punya gua, Han." balasnya tak kalah kotor. Benar-benar dapat Rano rasakan miliknya terjepit di tengah-tengah belahan sintal milik Hanafi yang duduk nyaman di atasnya.

"Iya, kak. Keras banget, padahal gua ga ngapa-ngapain." kata si manis itu lagi. Entah apa yang merasuki Hanafi malam ini, kalimat yang ia ucapkan tampak berbeda dengan dirinya kemarin-kemarin. Sepertinya yang Rano hadapi saat ini adalah alter egonya Hanafi, yang mana ternyata sangat pandai memancingnya.

Rano berdecih dengan seringaian yang mulai muncul di wajahnya, ia remat pinggang Hanafi, "Coba gerak." ujarnya yang dibalas anggukan dari Hanafi. Hanafi benar-benar menuruti ucapan Rano, ia mulai menggerakkan pinggulnya maju dan mundur perlahan hingga pantatnya bergesekan dengan kejantanan Rano yang sudah sangat keras di bawahnya.

"fuck, digesek aja seenak ini, apalagi kalo gua masukin." umpat Rano dalam hati.

Rano menggeram dan mendesah tertahan, "Shh ahh.. does it feel good, huh?" tanya Rano dengan mata yang terpejam. Hanafi meneguk ludahnya melihat jakun Rano yang naik turun menambah kesan sexy dari kakak tingkatnya tersebut, "eum! feels good. Kak Rano suka?" tanya Hanafi dengan nada polosnya. Seolah apa yang ia lakukan bukanlah kegiatan dewasa sama sekali, seakan keduanya sedang mencoba sebuah menu makanan baru dibuatnya.

Rano mengangguk sebelum tersenyum manis, "Munafik kalo gua bilang ga suka. Ternyata selain cantik, lu juga enak, ya." jawabnya membuat Hanafi tertawa kecil, tak ia sangka Rano akan menjawab seperti itu. Entah dimana letak cantik yang Rano maksud, hingga saat ini Hanafi masih bingung kenapa Rano terus memujinya cantik dan lucu, tidak pernah sekalipun ia dengar Rano memanggilnya tampan.

Apakah ia memang secantik itu di mata seorang Althalariq Zifrano?

"Kak, ga mau gerak lagi, cape." ujar Hanafi menghentikan gerakannya. Tapi di satu sisi Hanafi kasihan jika harus meninggalkan Rano dengan keadaan setegang ini, karena milik si hidung bangir tersebut semakin jadi menekan pantatnya dari bawah. Belum sempat Rano menjawab Hanafi sudah lebih dulu bangkit dari pangkuan Rano dan berlutut antara kaki yang lebih tua, tepat di hadapan kejantanan Rano.

"Han?" ujar Rano yang cukup terkejut dibuatnya.

"Kak, gua bantu tidurin punya lu ya? gua ga punya pengamalan tapi gua bakal coba." ucapnya tanpa ragu. Rano terdiam, diam-diam senang karena Hanafi yang berinisiatif melakukan itu untuknya. Rano mengangguk dan membelai lembut rambut Hanafi yang saat ini sedang beusaha mengeluarkan milik Rano dari tempatnya.

Setelah kejantanan Rano terbebas dari celana dalamnya, Hanafi sontak terdiam ketika melihat ukuran yang Rano miliki. Melihat reaksi si manis yang tertegun pun sontak Rano tertawa, "Gitu amat ngeliatinnya, lu kan juga punya." ujarnya. Hanafi berdecih dan mulai menggenggam milik Rano yang tidak muat di satu tangannya, jadi ia pun menggenggam kejantanan Rano dengan kedua belah tangannya sembari mengocok kejantanan panjang dan berurat itu perlahan hingga si pemilik mendesah panjang.

"Shh.. Han."

Tak dapat Rano bayangkan lagi bagaimana jika suatu saat nanti lubang Hanafi lah yang akan memanjakan miliknya dan akan senikmat apa jika tangan mungil si manis itu saja berhasil membuatnya basah tak tertahankan. "Gede banget, Kak." ucap Hanafi membuat Rano tersenyum bangga.

BETWEEN US • MINSUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang