Dua minggu berlalu dan hubungan Rano dengan Hanafi masih seperti kemarin—tidak ada perubahan yang signifikan antara keduanya. Rano yang masih denial dan Hanafi yang masih menganggap Rano sebagai cs kentalnya.
Dan beberapa hari ini Hanafi cukup disibukkan dengan tugas mata kuliahnya serta kegiatan organisasi yang ia ikuti yaitu Komunitas Relawan atau Sosial yang sedang menjalankan program kerja akhir tahun meraka. Hanafi adalah tipikal manusia yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, berbeda dengan Rano yang lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang apapun.
Sudah satu minggu lebih mereka tidak bertemu dikarenakan masing-masing diantaranya yang sibuk dan merasa tidak memiliki waktu untuk bertemu. Sebenarnya tidak juga, Rano masih bisa meluangkan waktunya untuk Hanafi sedangkan pemuda itu merasa ia tak selalu harus bertemu Rano setiap hari kala dirinya tengah disibukkan dengan berbagai macam hal lain.
Ingat, meraka hanya teman biasa dan bertemu setiap hari bukanlah bagian dari kewajiban keduanya.
Saat ini Hanafi dan beberapa anggota relawan aktif lainnya sedang berkumpul di aula yang sedang mereka gunakan untuk berdiskusi singkat. Rencananya mereka akan melakukan kampanye sosial di salah satu sekolah menengah atas dengan membawa topik mengenai "Pentingnya pendidikan seksual yang sehat dan bijak."
"Oke, jadi nanti yang menyampaikan materi pertama disertai pembukaan itu Hanafi ya, terus dilanjutin sama Ajun, trus baru gua. Nanti kita buat game kecil-kecilan buat ngelatih fokus mereka dan gamenya dipimpin sama Helena, terus materi ke empat dan ke lima itu bagian si Messy sekalian buka sesi tanya jawab.
Dan sisanya ini yang gampang-gampang jadi ga perlu terlalu prepare lah ya, atur di sana aja nanti pas jam break." Jelas Januari sebagai Manajer Relawan yang bertugas mengatur dan memastikan para relawan memiliki peran yang jelas.
Setelah menyelesaikan diskusinya, mereka mulai satu persatu keluar dari area kampus menuju tempat yang akan dilakukannya kampanye sosial tersebut. Hanafi beserta Ajun masih belum bergerak dari area kampus sebab Hanafi ditahan sejenak oleh Rano.
Pemuda itu datang menghampirinya untuk bertanya kabar sebab si manis beberapa hari ini tidak merespon pesannya dengan baik, jangankan bersantai bermain ponsel, makan saja rasanya tidak teratur dalam minggu ini. Bisa dikatakan Hanafi sedang berada di masa hecticnya.
"Ya gimana, kak. Kan udah gua bilang gua lagi sibuk ga bisa sering-sering bales chat atau call." ujarnya saat Rano bertanya kenapa ia tak membalas pesan pemuda itu dari tadi malam.
Rano menghela nafasnya, "Trus sekarang lu mau ke mana?" tanya yang lebih tua. Hanafi menunjuk ke arah Ajun yang menunggunya sembari bersandar di mobil Hanafi (mobilnya sudah kembali ke tangannya, dan itu juga ia dapatkan dengan susah payah) dengan dagunya, "Ada kegiatan di SMA." jawabnya.
"Lu pergi bareng tu cowo?"
"Iya lah, partner gua itu masa gua tinggal, sih."
"Berdua doang?"
"Ya engga lah, kak. Ramean, tapi udah pada jalan duluan, mungkin udah pada nyampe kali, gua yang bakal buka kampanyenya nanti malah belom gerak sama sekali gara-gara lu." balas Hanafi dengan nada yang kentara bahwa dirinya kesal pada Rano yang membuang-buang waktunya.
"Pulang kegiatan nanti ke apartemen gua, ya?"
"Ga bisaaaa kak Rano, gua lagi sibuk-sibuknya ini, emang kenapa sih harus ketemuan mulu? keluarga bukan, pacar juga bukan, wajib banget ya kita ketemu mulu? udah ah, gua sibuk. Gua duluan, tar kalo ada waktu kapan-kapan gua dateng deh, ya." final Hanafi memutus pembicaraan itu sepihak kemudian berlari ke arah mobilnya dan langsung masuk dan duduk di jok kiri dengan Ajun yang menyetir.

KAMU SEDANG MEMBACA
BETWEEN US • MINSUNG
FanfictionKatanya taruhan, tapi kok ciuman? #1-stay (29/11/24) #1-han jisung (3/12/24) #1-leeknow (19/01/25) written by; staylupminsung, 2024.