Tiga minggu telah berlalu sejak hari pertama pertemuan Rano dengan Hanafi dan hubungan antar keduanya semakin akrab dari sebelumnya. Terbukti dengan Rano yang kerap mengunjungi fakultas bahasa dan seni dengan satu tujuan yang sama setiap harinya, yaitu menemui Hanafi.
Seperti hari ini, kelas Rano yang telah selesai terlebih dahulu membuat dirinya harus menunggu Hanafi yang baru saja memulai kelasnya. Perbedaan jam kelas tidak menjadi masalah bagi mereka karena Rano bisa menunggu di Warung Berkah bersama teman-temannya seperti sekarang.
"Anjay, jadi gimana bro sejauh ini lu sama Hanafi?" tanya Bernad sambil menyalakan rokoknya. Rano benar-benar menepati janjinya untuk selalu mengirimkan bukti jika dirinya sedang bersama Hanafi, dan hal itu kini membuat teman-temannya kesal karena galeri ponsel mereka jadi penuh dengan foto Rano dan Hanafi.
"Ga gimana-gimana, temenan gitu aja, lu pada berharap apa emang?" balas Rano dengan nada menyebalkan. Haje memutar bola matanya malas mendengar respon Rano yang lagi-lagi menyangkal keadaan, padahal mereka sendiri bisa menilai bagaimana sifat dan sikap Rano pada Hanafi. Dasar denial, udah tua pun masih saja denial.
"Bacot lu, No. Bilang aja udah naksir tapi gengsi." celetuk Chandra dengan iseng dan dihadiahi pukulan kecil dari Rano di pinggangnya. Rano tidak gengsi kok, ia benar-benar tidak memiliki rasa lebih pada Hanafi selain teman semata. Ayolah, ia masih memiliki banyak wanita untuk dipacari, lalu mengapa ia harus repot-repot menyukai laki-laki. Terdengar aneh.
"Heh, No, sikap lu tuh gabisa boong. Mau mulut lu ngomong seribu kali kalo lu ga naksir dia juga percuma kalo nyatanya sikap lu berkata lain. Stop nyangkal dah." ujar Haje sambil menghapus foto-foto Rano dan Hanafi di galerinya. Totalnya bahkan lebih dari seratus, dan itu berarti mereka benar-benar menghabiskan banyak waktu bersama.
"Yang nyuruh gua deketin dia kaya pdkt siapa? lu pada kan? lagian juga gua begitu ga sama dia doang, sama yang lain juga gitu." lagi, Rano terus membela diri dan harga dirinya yang berusaha dijatuhi oleh teman-teman laknat nya.
Ya memang benar apa yang dikatakan Rano, mereka seakan lupa bagaimana buayanya Althalariq Zifrano ini. Baiklah, mereka akan menyerah untuk meminta Rano mengakui perasaannya, mungkin memang keduanya hanya sebatas teman saat ini, dan mari kita biarkan waktu yang berbicara.
"Yaudah yaudah, emang temen doang kali mereka berdua. By the way, abis ini lu mau kemana, No?" ujar Chandra berusaha mengubah topik untuk menghindari perdebatan antara mereka. Rano tampak mengingat-ingat apa yang harus ia lakukan hari ini selain mengantar jemput Hanafi yang sudah menjadi kewajibannya mulai beberapa minggu kebelakang.
"Nganter Hanafi pulang trus langsung ke kostan Vanya, abis dari kostan Vanya malemnya gua mau dinner bareng Andine dan nginep di tempat dia."
Yah.. sekali buaya maka akan tetap menjadi buaya. Masih belum ada yang bisa merubah Rano sejauh ini, ia masih menjadi bajingan hingga sekarang. Hal ini menjadi bukti nyata bagi teman-temannya jika Rano tidak akan semudah itu jatuh pada pesona Hanafi yang merupakan seorang laki-laki mengingat ia memiliki banyak sekali wanita di sekitarnya.
Mereka berempat lanjut berbincang ringan hingga menghabiskan waktu satu setengah jam dan dua cangkir kopi untuk masing-masing. Dan mereka adalah definisi dari anak tongkrongan sesungguhnya.
Rano melirik jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangannya, tampaknya Hanafi sudah menyelesaikan kelasnya hari ini. Sesuai dengan perkiraannya, tak lama kemudian terdengar langkah kaki seseorang dari pintu masuk Warung Berkah dan menampakkan wajah manis Hanafi setelahnya.
"Kak." panggilnya pada Rano.
Chandra yang menyadari kehadiran Hanafi terlebih dahulu lantas menyenggol kecil lengan Rano, dan dilanjutkan dengan siulan menggoda dari Haje. "Sono anterin ayang pulang dulu, baru lanjut yang lain." godanya tanpa takut. Rano mendelik dan mengambil beberapa helai tisu sebelum menyumpal mulut Haje dengan tisu tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
BETWEEN US • MINSUNG
FanficKatanya taruhan, tapi kok ciuman? #1-stay (29/11/24) #1-han jisung (3/12/24) #1-leeknow (19/01/25) written by; staylupminsung, 2024.