Soocheol

3.1K 122 3
                                        

Suara tembakan terdengar membabi buta disebuah ruangan yang kini sudah penuh dengan darah dan tubuh-tubuh yang bergelimpangan.

"Kau tidak akan bisa bersembunyi dariku, Nero Ardiaz"

Tubuh tegap tersebut mulai meninggalkan ruangan penuh darah setelah puas melampiaskan amarahnya. Aura permusuhan terasa lekat ditubuhnya, membuat beberapa anak buahnya menahan nafas saat ia berjalan melewati mereka.

Kwon Hoshi, nama yang ditakuti oleh musuhnya dalam dunia gelap. Ia terkenal berdarah dingin dan terkenal buas dalam membuat seseorang meregang nyawa.

Jangkauannya dalam dunia gelap sangat besar meliputi hampir seluruh wilayah di Korea, begitu juga dalam bisnis. Ia mempunyai banyak orang kepercayaan yang sangat setia padanya.

Kaki jenjang itu melangkah menuju sebuah ruangan dengan pintu yang berornamen harimau, binatang kesukaannya.

Ia membuka pintu tersebut dan matanya melembut juga berkaca-kaca melihat orang yang selama ini selalu ada disampingnya. Namun, kini terbaring tak sadarkan diri dan itu semua karena satu orang.

Hoshi sudah berjanji akan memburu bajingan yang sudah membuat istrinya koma dan ia harus kehilangan sang buah hati yang sudah lama diidamkan oleh sang istri.

Hoshi mendudukkan dirinya pada ranjang kosong disebelah istrinya, ia membawa tangan yang tak tertusuk infus itu ke pipinya. Air mata mengalir tanpa dapat dicegah, tapi tangan putih itu tak bisa menghapusnya dan Hoshi tidak berniat untuk menghapusnya.

"Kau tidak ingin bangun? Kau tidak merindukan ku? Apa mimpi sangat bagus hingga kau menolak untuk bangun?" Hoshi bertanya dengan suara serak, ia berusaha menahan agar tangisannya tak lolos.

"Apa kau bertemu dengan Aeran? Bagaimana rupanya? Apakah ia mirip denganku?" Ia terus bertanya meskipun pandangan nya kabur.

Setiap mengingat bayi merah tersebut, Hoshi merasakan hatinya sakit. Ia tidak bisa menyelamatkan nyawa sang anak seperti yang di amanahkan oleh sang istri.

"Cheol, tolong bangun. Aku membutuhkanmu" Pecah, tangisannya pecah tanpa bisa dicegah. Ia terisak-isak membayangkan Seungcheol pergi meninggalkannya sendiri.

Hanya Seungcheol yang membuatnya bertahan, hanya ia yang bisa membuat dirinya lemah. Seungcheol lah yang membuatnya bertahan, ia yang selalu ada disaat susah dan senangnya. Lalu, bagaimana jika suatu saat nanti Seungcheol pergi meninggalkannya?

Woozi menutup pelan pintu kamar tersebut, ia membalikkan badannya dan menatap satu persatu sahabatnya lalu menggelengkan kepalanya dengan pipi yang mulai basah oleh air mata.

Semua menundukkan kepalanya, bahu mereka berguncang merasakan betapa dalamnya luka yang dialami oleh sang sahabat.

"Aku tidak akan pernah memaafkan bajingan yang sudah membuat kita begini, dia harus merasakan neraka" kata-kata tajam itu terucap penuh dendam dari mulut pria jangkung di sebelah kiri Woozi, The8.

Pria asal China itu menatap tajam ornamen harimau itu dan tangannya mengepal penuh dendam.

"Kita akan menemukan bajingan itu secepatnya dan aku akan memastikan ia akan merasakan sepuluh kali lipat pembalasannya".


See you guys...

Crack Pair/Seungcheol Bottom/Uke Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang