Suara detak jam menemani kesendirian Seungcheol di ruang tamu, mata nya sesekali menatap pintu dan jarum jam, menunggu seseorang.
'Apa mereka kembali bertemu?'
Sejenak ia menutup mata dan menjernihkan pikiran nya dari hal-hal buruk, berdoa semoga hal yang ia pikirkan tidak terjadi. Suara derit pintu membuat Seungcheol buru-buru berdiri, di sana seseorang yang ia tunggu baru saja pulang.
"Kau belum tidur?" Mendapati Seungcheol yang menunggu diri nya selarut ini membuat ia dilanda rasa bersalah. "Aku lembur, maaf tidak memberi tahu mu."
Seungcheol mengangguk menanggapi penjelasan tersebut. "Kamu sudah makan?" tanya nya sembari mengambil tas juga jas pria yang merupakan suami nya. Anggukan yang diberikan oleh sang suami membuat Seungcheol menatap pria itu sejenak sebelum memalingkan muka.
'Aku harap kau mengatakan hal yang sebenar nya Seok'
"Aku akan menyiapkan air hangat dulu" ujar nya beranjak pergi dari ruang tamu meninggalkan suami nya seorang diri.
"Maaf Cheol" gumam nya menatap punggung Seungcheol dengan pandangan sendu. Ia menatap potret pernikahan mereka, batin nya terus mengumamkan permintaan maaf kepada Seungcheol.
Merasa gerah, ia pun melangkahkan kaki nya ke arah dapur dan pemandangan di meja makan membuat ia mematung. Di atas meja makan sudah tertata beberapa macam masakan, dan rasa bersalah kembali meliputi nya.
"Seokmin bodoh, kau bodoh Seok" gumam nya menyalahkan diri. 'Lihat apa yang kau lakukan, Seungcheol sudah bersusah payah dalam membuat makan malam untukmu dan kau malah-aish kau memang bodoh, Lee Seokmin pabo' batin nya kembali menyalahkan diri, ia memukul kepala nya sendiri.
"Seokmin, air hangat nya sud-oh..." Seungcheol menghentikan langkah nya saat Seokmin menatap nya dengan ekspresi bersalah. "Maaf Cheol, maaf" mohon Seokmin dengan lengan merengkuh tubuh Seungcheol dalam pelukan nya.
Seungcheol hanya terdiam, ia meremas belakang baju Seokmin. Sakit, kecewa, marah entahlah perasaan nya campur aduk. Seungcheol melepas pelukan mereka, "sebaik nya kau mandi dulu sebelum air nya dingin" kata nya dengan bibir menorehkan senyum.
Seokmin tanpa kata melangkah menuju kamar, tapi sebelum itu ia mencium dahi Seungcheol lama. "Sorry" gumam nya dan Seungcheol hanya tersenyum kecut. 'Maaf untuk apa? Maaf karena merasa bersalah atas kebohongan mu?'
Setelah tubuh pria itu menghilang dari pandangan nya, Seungcheol mengambil semua masakan nya dan membuang semua nya ke dalam tong sampah tanpa terkecuali. "Sia-sia saja, bukan?!" lirih nya, mata nya berkaca-kaca.
Menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya perlahan-lahan, mencoba meredakan emosi yang sempat melanda nya. "Apa kau belum bisa melupakan nya setelah apa yang telah terjadi di antara kita selama ini?" tanya nya tanpa ada jawaban sama sekali.
Langkah nya ia bawa menuju kamar, suara air di kamar mandi menandakan bahwa Seokmin belum selesai, Seungcheol merebahkan tubuh nya di kasur, menarik selimut menutupi diri lalu memejamkan mata. Ia lelah, lelah lahir dan batin. Lelah dalam menerka setiap kebohongan yang Seokmin utarakan.
Seokmin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang nya, mata nya menatap gundukan selimut yang membelakangi nya. Mendekati tempat tidur dan mencium pelan pipi Seungcheol, ciuman yang terasa bagai racun bagi kedua nya. "Selamat malam dan maafkan aku."
Sesaat, Seokmin menatap wajah damai yang telah menemani nya selama ini, wajah yang setiap hari menyapa nya, wajah yang selalu hadir mewarnai hari nya. Seketika ketakutan merayap dalam hati nya, ia takut melihat wajah itu terluka karena diri nya, karena kelakuan bejat nya. Langkah nya terasa berat ketika menjauh dari sana, ia memakai baju dan memutuskan untuk keluar dari kamar sebentar guna menjernihkan otak. Tanpa tahu bahwa Seungcheol sama sekali belum tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crack Pair/Seungcheol Bottom/Uke
RandomCuma imajinasi saya doang tentang Seungcheol uke STOP PLAGIARISME. KALAU MAU TENAR PAKE KARYA SENDIRI JANGAN PAKE KARYA ORANG LAIN. HARGAI KARYA ORANG DENGAN TIDAK MEMPLAGIAT KAN NYA.
