Am i made a right decision?
* * * * *
Beberapa minggu ini pikiranku tidak bisa teralihkan dari kejadian waktu itu. Kejadian dimana aku mengusir Justin.
Hubunganku dengan Barry baik-baik saja. Berjalan dengan mulus sesuai harapan kami.
Aku masih bisa menutupi kegelisahan hatiku dihadapan Barry. Dan aku tidak berani bercerita pada siapapun termasuk Julia dan Mike.
Semenjak itu, aku jadi tidak berhubungan lagi dengan Justin. Dia tidak meminta maaf dan akupun tidak mencarinya.
Aku tetap menjalani rutinitasku seperti biasa. Datang ke studio, menulis lagu, datang ke pemotretan. Untuk kalian tahu, aku sekarang sering mengikuti pemotretan di berbagai majalah.
"Bagaimana kabar Justin?" Tanya Mike sambil memberikanku minuman panas yang baru dia beli tadi.
"He's good, maybe," jawabku asal. Yang Mike tahu aku dan Justin baik-baik saja, berminggu-minggu yang lalu.
"I know." Aku bingung melihat tatapan Mike yang menyimpan banyak arti.
"Know what?" Tanyaku penasaran.
"Aku tahu kau tidak lagi berhubungan dengannya. Kau mengusirnya, bukan?" Aku terdiam dengan apa yang barusan Mike katakan. Dia tahu dari mana?
"How did you kn-"
"He told me." Kutundukkan kepalaku karena aku tidak berani melihatnya.
"Hey look at me," katanya sembari menyentuh daguku. "You can tell me anything. Walaupun itu masalah pribadimu."
Aku hanya tersenyum tipis lalu memeluknya erat. Apa aku harus memberitahukan semuanya?
*
"Hi." Aku tersenyum saat dia datang. Dia membalas senyumku.
Jantungku sedikit berdebar karena ini pertama kalinya kami bertemu sejak kejadian waktu itu---aku mengusirnya.
Lalu dia duduk dihadapanku. Hari ini kami bertemu di sebuah restoran mewah. Untuk membicarakan masalah pekerjaan. Bukan untuk urusan lainnya.
Aku tidak bisa berhenti tersenyum saat menatap Justin. Rasanya aku seperti jatuh cinta kembali. Stop. Kami akan membicarakan masalah pekerjaan.
"How are you?" Tanya Justin supel. (Dia nanya ke Saara kaya temen baik biasa tanpa canggung gituuu)
"Aku baik-baik saja." Aku hanya bisa tersenyum dan tersenyum.
Sebenarnya aku malu hari ini bertemu dengannya. Karena waktu itu aku mengusirnya dan kami tidak saling berhubungan berminggu-minggu, Mike menyuruhku---lebih tepatnya memaksaku untuk menghubunginya duluan. Sebagai wanita, aku sangat gengsi. Namun hatiku tetap memberontak menyuruh otakku untuk meneleponnya.
Alhasil, aku mendial nomor Justin dan berharap dia tidak mengangkatnya. Tapi ternyata dia mengangkatnya dan ... keadaan menjadi sangat canggung.
Untungnya Justin mengajakku untuk bertemu karena dia ingin membicarakan sesuatu tentang pekerjaan.
"Jadi ... aku akan membuat sebuah video klip untuk single terbaruku, Company. Kau mau tidak menjadi modelnya?"
Dia memintaku untuk menjadi model video klipnya? Siapa yang tidak mau!!! Tapi aku harus berlagak jual mahal. Aku tidak boleh terlihat sangat mengharapkan hal ini.
"Wah, itu tawaran yang sangat bagus. But ... i don't know." Aku mencoba berakting seperti orang yang sedikit kebingungan. Entah dia percaya atau tidak.
"It's all up to you. Tapi aku sangat berharap kau mau."
"Lalu konsep video nya seperti apa?" Aku bertanya terlebih dahulu agar aku bisa memutuskannya. Disini aku harus memikirkan Barry juga.
"Entahlah. Yang pasti pengambilan video akan diambil di Hawaii. Kita akan bermain di pantai." Dia terlihat sangat bersemangat sekali. Bagaimana aku bisa menolaknya?
"Baiklah kalau begitu. Aku mau."
Justin langsung memegang tanganku. "Thanks, Bar."
* * * * *
End of Part 30!!!
maaf ya aku ga on untuk buat ceritanya. Karena abis tahun baru ngurusin kuliah. Dan sekarang aku lagi meliburkan diri hehe semoga aku bisa update sesering mungkin ya.
Makasih yang masih mencoba untuk setia baca story2 ku dan terima kasih juga bagi semua yang sudah follow, beri vote, komentar maupun beri saran terima kasih banyak22222 banget kalo gada kalian, cerita aku gabakal dibaca oleh banyak orang. Kiss kiss
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Your Love Song
FanfictionThe Season 2 (sequel) of "You're a Song To Me" Saara living her new lifes and found someone who stole her heart. How about Justin? Let's find out! [Saara menjalani kehidupan barunya dan menemukan seseorang yang mencuri hatinya. Bagaimana dengan Just...
