Mata Gretta lantas terbelalak. Reflek tubuhnya menegang dan tidak tahu harus berbuat apa. Sementara Goldie, ia menutup matanya menikmati satu-satunya cara yang bisa membuat Gretta jera. Mempermalukan gadis itu di depan umum. Ciuman itu berlangsung kurang lebih selama lima detik. Beberapa cewek menahan napasnya bahkan ada yang menutup mata, sedangkan para cowok bersorak riuh dan bertepuk tangan. Adegan enak di pagi hari, gratis lagi.
Goldie menyudahi aksinya yang benar-benar membuat Gretta terhampas ke level terbawah harga dirinya. Wajahnya merah, entah karena malu atau emosi. Semuanya bercampur aduk. Otaknya masih belum jalan karena sengatan sesuatu pada hatinya saat Goldie melakukan penghinaan itu. Ia menatap kosong ke arah dada cowok itu, sementara Goldie maju lebih mempersempit jarak mereka.
Ia mendekatkan wajahnya ke arah telinga kiri Gretta dan berbisik,
"Ternyata bibir lo kalau nggak lagi ngomong enak ya, Gre."
Gretta masih terdiam. Bulu kuduknya merinding karena aksi Goldie barusan. Benar-benar cowok itu akan mendapat masalah besar karena sudah mempermalukan Gretta.
Goldie memutar tubuhnya dan tersenyum miring. Bangga karena aksinya mampu membuat Gretta bungkam. Saat ia tinggal beberapa langkah lagi menuju kursinya, Gretta berteriak kepadanya,
"COWOK BANGSAT!"
Gretta berjalan cepat dengan ekspresi yang sudah tidak bisa dijelaskan lagi. Jika ada special effect, mungkin author akan menggambarkan dia berjalan dan jejak kakinya berapi-api. Goldie menoleh dan Gretta sudah dekat.
Bugh!
Hantaman keras dari tangan kanan Gretta tepat mengenai perut Goldie dan membuat cowok itu kesakitan. Ia meringis dan menatap Gretta benci. Gadis itu menatapnya balik, memperlihatkan kebencian yang lebih untuk Goldie. Saat hendak berdiri tegak, Gretta menampar pipi kanan Goldie. Setelah amarahnya tersalurkan, Gretta berlari pergi keluar kelas. Meninggalkan Goldie yang merasa pantas mendapatkan semuanya dan meninggalkan cap telapak tangannya di pipi Goldie yang merah membekas.
💀
"Anjir!"
"Setan!"
"Beneran lo nyium Gretta!?"
Reynand dan Ares bertanya tidak percaya kepada Goldie. Jelas mereka tidak percaya Goldie melakukan hal itu. Bukan karena Goldie tidak pernah berciuman, cowok itu bahkan sering melakukan hal yang lebih. Tapi yang sulit diterima kedua sahabat Goldie itu, yang diciumnya pagi ini adalah Gretta. Satu-satunya cewek yang benci dan menolak pesona Goldie dari SMP.
Goldie mengangguk pelan sambil menikmati kopi hitamnya.
"Gue juga nggak tau kenapa gue bisa nyium si Harimau gila kaya dia. Gue juga kayanya udah ketular gila." Goldie tersenyum masam menatap kosong ke depan.
"Terus Gretta nangis? Dia nggak nampar lo gitu kaya di film-film?" Tanya Ares masih tidak percaya.
Barulah Goldie tersadar, Gretta sama sekali tidak menangis tadi. Matanya bahkan tidak berkaca-kaca. Padahal pelecehan yang Goldie lakukan untuk ukuran musuh ke musuh, tidak main-main.
"Ya dia nampar juga sih, plus bogem di perut. Tapi kalau nangis nggak." Balasnya.
"Terus Gretta mana sekarang?" Tanya Ares lagi.
"Ya mana gue tau. Emang gue emaknya?"
"Lo nggak takut dia ngelapor ke bu Anggi?"
"Dia nggak bakal ngelapor ke guru." Goldie tersenyum tipis kemudian teringat akan sebuah perjanjian yang pernah ia buat dengan gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goldie vs Gretta
Teen FictionGoldie tentang Gretta "Gue gak paham itu anak, di antara semua cewek di sekolah, cuma dia yang benci gue sebegitu bencinya. Iya sih gue suka gangguin dia, dari dulu. Soalnya anaknya lucu kalau lagi ngamuk, kaya Harimau Betina. Tapi selucu apa pu...
