Gretta berlari cepat menyusuri koridor. Tak percaya Keegan akan berkelahi dengan Goldie, di sekolah. Gretta berlari sambil merutuki kebodohan Keegan.
Dasar Wakil Ketua Osis bego!
Sesampainya di lapangan futsal sekolah, ia sudah disuguhi pemandangan punggung puluhan siswa yang membentuk lingkaran. Jelas sekali mereka mengerumuni Goldie dan Keegan. Anehnya mereka hanya diam tidak mengompori Goldie atau Keegan, atau melerai keduanya.
Tanpa memikirkan hal yang tidak perlu, Gretta langsung memaksa diri masuk ke dalam kerumunan. Badannya tidak begitu pendek, namun sesaknya penonton perkelahian membuatnya acak-acakan begitu ia sampai di barisan terdepan. Dan begitu ia berdiri normal dan melihat jelas, ia semakin lemas.
Hidung Keegan berdarah. Persetan dengan pelipis dan rahang Goldie yang membiru. Keduanya masih baku hantam, dan Gretta tidak berani melerai karena takut ia akan jadi korban bogem nyasar. Namun, satu hantaman keras di pelipis Keegan membuat cowok itu tersungkur, dan Gretta memanas.
Goldie berancang-ancang hendak melayangkan pukulan terakhirnya yang akan menutup perkelahian ini dengan manis. Tangan kanannya mengepal dan sudah ditariknya ke atas. Keegan yang terduduk di lapangan hanya pasrah dengan darah yang terus mengucur dari mulut dan hidungnya.
Bugh!
"Gretta!!!"
Teriak histeris dari Jean membuat Goldie sadar. Keegan yang menutup mata sebelumnya kini sudah terbelalak, reaksi yang sama dengan cowok di depannya yamg membeku bingung. Harusnya pukulan itu mengenai wajah Keegan, namun,
Pukulan itu mengenai punggung Gretta.
Gretta berlutut di depan Keegan kemudian terbatuk. Adegan yang sangat hening dan susah dicerna oleh setiap pemerannya. Gretta batuk lagi, namun kali ini yang keluar bersamaan dengan batuknya adalah darah segar. Setelah itu, kepala gadis itu serasa berputar dan dunianya menjadi gelap. Gretta pingsan di depan Goldie dan Keegan yang masih terkejut.
Keegan berdiri hendak memukul Goldie, Jean berteriak histeris memanggil nama Gretta yang sudah terkulai lemas di lapangan, namun aksi keduanya hanya sampai di tengah jalan. Goldie dengan cepat menyambar tubuh gadis yang tadi pagi diciumnya itu dan menggendongnya menjauh keluar dari kerumunan orang-orang yang tercengang heran.
💀
Goldie rasanya tidak bisa bernapas kala melihat seragam Gretta yang terkena percikan darah. Gadis itu kini pingsan dan duduk di jok penumpang di sebelah Goldie. Ia tidak lagi peduli siapa gadis yang sekarang duduk di mobilnya ini, yang jelas, ia tidak ingin dicap sebagai cowok yang berani memukul seorang cewek. Sekalipun Gretta musuhnya, ia tidak pernah berniat mencelakai Gretta secara fisik, walau tadi pagi ia sudah membahayakan mental Gretta.
"Please hold on. We're almost there." Gumamnya kepada gadis yang pingsan di sebelahnya.
💀
"Jadi gimana!? Udah diangkat belum?" Tanya Jean tak sabaran.
Jean, Keegan, Reynand dan Ares kini sudah berkumpul bersama di parkiran. Menunggu kepastian kemana Goldie membawa Gretta pergi.
Ares mendesah pelan, "nggak diangkat sama sekali."
"Tu anak hp nya gak pernah gak di-silent." Timpal Reynand.
Keegan menarik napas dalam-dalam. Bingung dalam kondisi seperti ini harus meluapkan emosi kepada siapa. Goldie telah menyakiti Gretta dua kali hari ini. Dan itu tidak bisa ditolerir, walau ia tau jika keduanya kembali berkelahi ia akan lebih hancur dari kondisinya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goldie vs Gretta
Dla nastolatkówGoldie tentang Gretta "Gue gak paham itu anak, di antara semua cewek di sekolah, cuma dia yang benci gue sebegitu bencinya. Iya sih gue suka gangguin dia, dari dulu. Soalnya anaknya lucu kalau lagi ngamuk, kaya Harimau Betina. Tapi selucu apa pu...
