somethings are (not) funny

15K 704 19
                                        

"Gue hampir mukul dia lagi kemarin asal lo tahu."

Gretta terkekeh mendengar cerita sahabatnya itu. Ia dan Keegan sekarang berada di balkon rumah Keegan. Keduanya memang seperti ini saat malam minggu. Gretta akan menemani Keegan dan Keegan akan menemani Gretta. Keduanya akan menceritakan aktivitas masing-masing selama seminggu ini sambil menikmati martabak green tea atau dua porsi sate beserta air es. Keduanya menganggap itu adalah simbiosis mutualisme untuk sesama jomblo.

"Tapi bener kan lo nggak diapa-apain dia?" Tanya Keegan menginterograsi.

Gretta menepuk-nepuk kepala sahabatnya itu, "nggak lah. Gue nggak sebodoh itu buat disentuh-sentuh cowok sembarangan."

Keegan menghela napas panjang. "Gue takut aja."

Gretta menautkan alisnya, "hah? Takut kenapa?"

Keegan mendecak karena kebodohan sahabatnya itu, "kan dua minggu lalu dia nyium lo, Get. Takutnya dia ngambil kesempatan dalem kesempitan di dalem hutan."

Tawa Gretta meledak. "Puitis sekali bosku."

Keegan terkekeh. "Gue sih lucu aja, orang kaya dia yang notabenenya musuh lo, ternyata jadi your first kiss."

Gretta langsung pusing saat Keegan kembali membuatnya mengingat semua yang sudah terjadi akhir-akhir ini. "Jangan bahas itu dong."

"Jadi bahas apa?" Tanya Keegan sambil mencomot sambal kacang dengan lontong.

Gretta berpikir sejenak, "bahas Adel."

Adel adalah cewek yang disukai Keegan sejak SMP dan hanya Gretta yang tahu kebenaran itu.

"Jangan bahas itu dong dua." Ucap Keegan yang diiringi seringaian jahil Gretta.

"Nonjok Goldie berani. Deketin Adel, cewek baik-baik, malah takut. Aneh lo." Ucap gadis itu sambil menoyor kepala Keegan.

"Babi lo." Cibir Keegan.

"Iya memang." Jawab Gretta sambil tersenyum.

Keegan mendecak dan berbaring sembarangan. "Udahlah ah nggak usah bawa-bawa Adel. Capek gue kalo mikirin tuh cewek, nggak ada habisnya. Bikin gue makin ribet."

Gretta ikut berbaring di sebelah cowok itu, "sebenernya sih cewek nggak ada yang ribet. Cowok-cowok aja yang nggak tahu gimana cara untuk buat cewek jadi simpel."

"Iya deh, Gretta Teguh. Serah lu aja."

"Baiklah, Keegan si Bodoh."

"Tai lo."

"Bau."

"Goblok."

"Banget lo."

"Bacot, Get!"

"Lebih bacot elu."

"Anjir ini anak."

"Babi ini anak."

"Gretta, enough please!"

"Nggak usah sok Inggris lo. Nilai bahasa Inggris lo juga masih di bawah gue."

"Iya deh yang pinter."

"Ya emang. Terimakasih pujiannya, Keegan si Bodoh."

Keegan menghela napas dan memutar mata. Berdebat dengan Gretta tidak akan berujung kemenangan bagi siapa pun. Termasuk Goldie.

"Tapi yah, Get, gue kok heran ya." Ucap Keegan.

Gretta menoleh ke arah sahabatnya yang menatap langit itu. "Kenapa?"

Keegan menghela napas, "entah ini bener apa nggak buat gue bilang, kenapa menurut gue lo sama Goldie itu selalu bareng ya?"

"Keegan Tardiaputra, kenapa lu mulai bawel kaya Jean ya?" Gretta malas jika orang terdekatnya mulai membicarakan Goldie.

Goldie vs GrettaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang