Setelah pulang dari bandara mengantarkan James dan Hillary, Gretta bergegas pulang untuk menyelesaikan urusannya sebagai seorang pemimpin muda yang baru. Langkahnya sedikit tergesa-gesa membuat rambut bergelombang sepinggangnya menyerupai pegas gantung itu terpaksa mengikuti kepala pemilik mereka.
Namun, langkahnya berhenti ketika di tengah-tengah bandar udara berisi ribuan orang, pandangannya harus terkunci pada dua orang saja. Ia menelan ludah susah payah untuk memajukan langkahnya, berniat meninggalkan pemandangan yang tak ia kehendaki dilihatnya. Hanya saja, pikiran bodoh gadis itu menahannya di sana. Terpaku melihat situasi yang membuat ia terluka.
Seorang laki-laki yang pernah dikenal oleh Gretta beberapa tahun yang lalu, kini berdiri memeluk seorang gadis dengan rambut cokelat gelap yang cantik. Laki-laki itu tersenyum hangat sambil beberapa kali mengecup puncak kepala gadisnya membuat Gretta tersenyum getir. Saat mata biru gadis itu bertubrukan dengan mata cokelat Gretta, barulah ia kembali berjalan meninggalkan kenyataan pahit yang ia terima.
Laki-laki itu sudah benar-benar bahagia tanpa dirinya.
💀
"Babe, i need to go now. Let me."
Annabeth Graham tidak melonggarkan sedikit pun lengannya yang mengikat Goldie.
"Biar aja begini sebentar. Saya nggak bisa peluk kamu lagi nanti." Ucapnya dengan bahasa Indonesia yang terdengar kaku.
Goldie yang mengerti dengan perasaan pacarnya langsung mengecup kepala gadis itu berkali-kali. Ia tersenyum karena tingkah manja Anna kepadanya.
"Kalau aja dad nggak sakit, say nggak mau pulang." Ucap Anna dalam pelukan Goldie.
Lelaki itu mengelus punggung Anna dan berkata yang menenangkan, "kamu harus pulang. Dad perlu kamu. Saya akan nyusul kalau urusan saya di sini udah kelar."
"Tapi baby, kita seharusnya berangkat ke Bali nanti sore. Dan karena dad semuanya jadi kacau." Rengek Anna membuat Goldie semakin gemas.
"It's okay, babe. Dad lebih butuh kamu daripada saya. Saya pasti nyusul kamu secepatnya. Saya janji."
"Goldie, saya cinta kamu."
Anna melepas pelukannya dan menatap Goldie serius. Ia mengecup bibir Goldie singkat membuat lelaki itu tersenyum. Senyum yang mampu membuat hati seorang Anna terbolak-balik tidak karuan.
"Saya juga cinta kamu."
Setelah berpamitan, Anna mengikuti penerbangan pulang ke London dengan hati yang berat. Entah karena apa perasaannya sedikit terusik. Benaknya mengatakan bahwa pernyataan cinta yang ia sampaikan tadi, akan menjadi pernyataan terakhir yang akan keluar dari dia.
Anna segera menepis pikiran itu jauh-jauh. Ia tidak ingin kehilangan seseorang yang memiliki makna besar di kehidupannya.
Meyakini pesawat yang Anna tumpangi sudah hilang dari pandangan, Goldie melangkahkan kakinya keluar bandara. Ia berniat pulang untuk mempersiapkan perjalanan seorang diri tanpa Anna ke Bali.
Setelah semua urusannya di Indonesia selesai, Goldie akan menyusul Anna, seperti janjinya.
💀
"Jawaban dari setiap pertanyaan 'kenapa sih Kee lo hobi ngejomblo?' adalah lo yang selalu bawa gue jalan-jalan nggak jelas gini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Goldie vs Gretta
أدب المراهقينGoldie tentang Gretta "Gue gak paham itu anak, di antara semua cewek di sekolah, cuma dia yang benci gue sebegitu bencinya. Iya sih gue suka gangguin dia, dari dulu. Soalnya anaknya lucu kalau lagi ngamuk, kaya Harimau Betina. Tapi selucu apa pu...
