Randy melajukan mobil milil ayahnya dengan kecepatan tinggi. Suara Gretta yang didengarnya di telepon lima belas menit yang lalu sangatlah mengganggu ketenangannya. Ditambah, gadis itu merengek minta dijemput olehnya. Gretta tidak pernah memberatkan orang lain.
Sepintas, Randy bertanya-tanya apa yang dilakukan Gretta di tempat itu. Randy benar-benar kehabisan akal dan ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan kepada Gretta.
Mobilnya kini sudah memasuki area basement tempat parkir. Randy segera mengedarkan pandangannya namun belum melihat ada tanda-tanda Gretta di sana. Lelaki itu terus berputar-putar dan peraasaannya semakin tidak enak. Pasalnya, tempat itu terlalu besar dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.
Ponsel yang tergeletak di dashboard diambil Randy dan ia mulai menyentuh layar datar itu untuk menghubungi Gretta.
Tuuut... Tuuut...
Nomor yang Anda tuju...
Randy memijit pelipisnya yang mulai terasa sedkit pusing karena khawatir pada gadis yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu.
Pukul sebelas lewat lima belas dan Gretta tiba-tiba menelepon meminta Randy menjemputnya di tempat yang entahlah. Ia tidak mau berpikiran negatif terhadap kondisi yang tidak lagi bisa dinilai secara positif dan akal sehat yang baik.
Mungkin Gretta udah dijemput sama orang lain. Lo telat. Batinnya.
Randy memutar mobil sedan yang ia kendarai untuk pulang. Ia sudah hampir meninggalkan tempat itu ketika hampir tidak percaya dengan penglihatannya sendiri yang melihat tubuh itu belakang sebuah tiang beton.
💀
Pukul dua belas lewat empat puluh lima menit Goldie sudah selesai membersihkan diri dan ia duduk di balkon kamarnya yang terletak di lantai dua. Ia memejamkan matanya dan ia sama sekali tidak bisa tenang. Sejak keputusan bodohnya meninggalkan Gretta sendirian, ia tidak bisa tenang.
Angin malam yang kencang membuatnya semakin khawatir dan merutuki kebodohannya yang juga sebenarnya disebabkan oleh kebodohan gadis itu. Goldie mengacak rambutnya kesal dan ia merasa sedikit, hancur.
Untuk malam itu ia sangat hancur karena apa yang sudah ia takutkan akhirnya terjadi. Malam itu ia sangat hancur karena meninggalkan Gretta. Malam itu ia sangat hancur melihat bagaimana bodohnya seseorang saat sedang dalam pengaruh alkohol.
Ia sangat tidak ingin mempercayai semua ucapan Gretta. Sangat ingin.
Namun, ucapannya terasa begitu nyata dan tidak dapat dipungkiri kebenarannya yang menikam jantung Goldie berulang-ulang.
"Kenapa kita bego banget?" Ucap Goldie pada angin.
"Kenapa lo dorong gue menjauh di waktu gue mau tarik lo mendekat?"
"Seharusnya lo tahu, gue mau buat lo aman. Perasaan lo yang terlalu bodoh untuk disimpan dan, Gretta, apa lo sebenci itu sama gue?"
Setelah itu Goldie tidak bisa tidur dengan tenang. Malam itu seakan menghujam hati dan jiwanya.
💀
Keesokan harinya pembicaraan tentang malam ulang tahun Ache menjadi trending topic. Semua siswa membicarakan pasal Gretta yang mabuk, Goldie yang tampan, Ache yang manis, Jean yang beruntung, dan Keegan yang berkharisma. Hanya Gretta yang dipandang buruk semalam karena telah memesan minuman beralkohol yang membuat dirinya kehilangan kontrol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goldie vs Gretta
Ficção AdolescenteGoldie tentang Gretta "Gue gak paham itu anak, di antara semua cewek di sekolah, cuma dia yang benci gue sebegitu bencinya. Iya sih gue suka gangguin dia, dari dulu. Soalnya anaknya lucu kalau lagi ngamuk, kaya Harimau Betina. Tapi selucu apa pu...
