"Jadi rencana lo selanjutnya apa?"
Melihat ke arah sahabatnya yang bertanya takut membuat Maddy tersenyum kecil. "Gampang, sekali aja gue bergerak, si Cewek Murah itu nggak mungkin bakal balik ke Goldie."
"Yakin lo?" Aletta memandang was-was ke arah Maddy yang dengan santai membersihkan kukunya, "Ta, Maddy nggak mungkin kalah secepat yang mereka pikir."
Ucapan yang kurang meyakinkan Aletta itu menjadi penutup percakapan dua orang sahabat malam itu di kamar salah seorang dari mereka. Entah rencana baik atau buruk, keduanya berkomitmen akan melakukannya bersama-sama. Sebuah definisi sahabat yang sempurna. Susah senang bersama. Buruk baik bersama.
Keduanya beruntung, memiliki orang yang rela melakukan apa saja untuk satu sama lain.
💀
"Segampang itu lo maafin dia, Get?" Keegan berseru tak percaya mendengar fakta yang baru saja diungkapkan Gretta.
Gretta mendecak sebal dengan reaksi Keegan. "Gue cuma nggak bisa dekat sama orang yang berhubungan sama insiden pembullyan gue malam itu. Udah."
Lelaki itu tahu alasan lain mengapa Gretta memaafkan Goldie. Keegan tahu benar tetapi belum saatnya menyinggung hal itu.
"Terus dia bilang apa sama lo?"
"Pokoknya dia bakal ngejauhin Maddy buat gue. Dia percaya sama gue, Kee. Nggak tahu karena gue yang berlebihan atau emang udah lama nggak dipercaya orang, baru kali ini gue ngerasa on fire karena dipercaya lagi."
"Bego!" Keegam menjitak Gretta membuat gadis itu mengaduh.
"Kisah lo, setres! Siapa juga yang nggak kasihan sama orang yang rambutnya dibotakin tengah malam sama gerombolan perempuan bajingan."
"Mulut lo, Keegan!"
Keegan menatap sangsi Gretta, "lah emang iyakan mereka bajingan."
Gretta menggeleng, "bukan bajingan! Brengsek yang bener."
"Terserah lo, keong racun." Ucap Keegan sambil menyesap green tea lattenya yang sudah mulai dingin diterpa angin malam.
Gretta yang semula duduk tenang, sejurus kemudian sudah bergelut dengan bantal Keegan yang menyisakan bau lelaki itu di sana. Ia berguling-guling di atas kasur Keegan sambil memeluk bantal lelaki itu, membuat si empunya bantal tidak lagi kaget. Gretta yang gila telah kembali.
"Kee, terus gue mau curhat nih."
Tak perlu kata untuk Keegan mengetahui jika Gretta akan menyampaikan kabar yang membuat gadis itu gembira. "Kenapa lo seneng? Seneng balikan sama Goldie ya?"
"Balikan pala lo!" Sungutnya langsing memotong omongan Keegan, membuat lelaki itu tertawa kecil.
"Apa?"
"Besok Mikha ajak gue dinner."
Mendengar nama itu disebut barulah Keegan sadar apa yang kurang selama Gretta menceritakan kisah penuh drama sejak dua jam yang lalu. Nama orang yang akhir-akhir ini menjadi sumber semangat gadis itu. Nama orang yang akhir-akhir ini mendapatkan perhatian lebih dari gadis itu. Nama yang membuat Gretta kelihatan berbinar-binar jika disebutkan atau ia yang menyebutkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goldie vs Gretta
Fiksi RemajaGoldie tentang Gretta "Gue gak paham itu anak, di antara semua cewek di sekolah, cuma dia yang benci gue sebegitu bencinya. Iya sih gue suka gangguin dia, dari dulu. Soalnya anaknya lucu kalau lagi ngamuk, kaya Harimau Betina. Tapi selucu apa pu...
