'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒
Berbeda dari hari biasanya, Marius kini pulang ke rumah lebih awal. Tentu bukan tanpa alasan, saat ini Adrian sudah menantinya di Mansion. Sejak ia selesai melakukan konferensi, Adrian terus menghubunginya dan meminta Marius segera pulang ke rumah. Di dalam kepalanya ia bisa membayangkan bagaimana raut kesal si kakek tua itu. Akhirnya tak mau terus diteror, Marius pun pulang dan betapa kagetnya dia ternyata tak hanya Adrian yang menantinya. Keluarga pamannya pun turut hadir di ruang tamu yang sangat besar itu. Bahkan pengacara keluarga Kneiling juga ada di sana. Sungguh betapa dramatisnya keluarga ini.
Kehadiran Marius sontak mengalihkan perhatian orang-orang di ruangan tersebut. Sawyer yang semula tengah menikmati teh langsung meletakkan cangkir teh-nya, terkecuali Adrian yang masih sibuk melihat layar tabletnya hingga beberapa saat kemudian setelah Marius duduk di sofa kiri Adrian meletakkan tablet itu di atas meja dan kini Marius tahu apa yang sedari tadi dilihat kakeknya, itu adalah grafik saham perusahaan.
"Saham kita mengalami penurunan sejak dua jam terakhir."
Masih melihat grafik saham yang mengalami penurunan tak seberapa itu, Marius berusaha menahan senyum kecutnya. Kakeknya yang paranoid itu rupanya ingin mencari-cari alasan untuk memperkeruh suasana. Padahal bull and bear saham perusahaan itu sudah biasa terjadi dan Marius yakin Adrian juga pasti mengerti.
"Penurunannya tidak signifikan," ucap Marius menatap kakeknya dengan tenang namun Adrian hanya terdiam seolah tak puas dengan jawaban cucunya. Marius pun melanjutkan, "Aku akan mengadakan rapat dengan stock analyst setelah ini." Barulah Adrian membuang napas panjang. Ia melepas kacamata beningnya dan duduk bersandar dengan tenang.
"Wilson akan mengurus masalahmu nanti."
Marius melirik pria bersetelan rapih yang duduk memangku tas kerjanya. Dia pengacara keluarga Kneiling yang mengurus segala permasalahan keluarga ini dan Wilson sudah lama bekerja untuk Adrian sehingga dia menjadi satu-satunya orang luar yang sangat tahu bagaimana baik buruknya keluarga ini.
"Tidak perlu. Aku sudah menyelesaikannya."
"Dengan mengakui rumor tersebut dan mengatakan akan menikahi wanita itu?"
Terdengar tawa pelan Sawyer namun Adrian tak mempedulikannya dan masih menatap kesal cucunya.
"Marius, kamu tahu apa itu pernikahan bukan?"
"Aku tahu kakek. Aku hanya menikahinya untuk sementara setelah masalahku selesai maka pernikahan itu juga selesai."
Mata Adrian melotot posisi duduknya kembali tegak, memastikan bahwa ia tak salah dengar dengan apa yang cucunya katakan. "Kamu pikir pernikahan itu lelucon?"
"Memang kenapa? Bukankah itu sudah biasa terjadi di keluarga kita? Kakek pernah menikah empat kali, Ibuku bercerai dengan ayahku saat aku masih kecil, dan Paman, dia bahkan memiliki dua istri, satu yang diketahui publik dan satu lagi yang disembunyikan."
Sawyer hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan keponakannya. "Kenapa jadi aku?" Sawyer tak terima apalagi melihat ekspresi malu dan kesal istrinya.
"Maksudku, itu bukan masalah baru di keluarga ini. Aku hanya akan menikahi wanita itu sampai aku tahu siapa orang yang menyebabkan kekacauan ini, setelah itu aku akan menceraikannya."
Adrian terdiam tak dapat menampik perkataan cucunya lagi. Akhirnya ia hanya berdehem pelan dan berkata, "Lakukan apapun yang mau kamu lakukan kalau begitu," ucapnya seraya beranjak dari sofa dan meninggalkan ruang tamu disusul oleh Sawyer yang mengikuti Adrian menuju ruang kerja.
Marius belum beranjak dan ia beralih pada Pamannya yang sudah berdiri tengah menatapnya dengan senyum remeh. Ia berdecih lalu pergi dengan istrinya begitu juga Jace yang hendak menyusul namun Marius segera beranjak untuk menghalangi sepupunya itu. Ia menarik kerah belakang kemeja Loro Piana sepupunya. Langkah Jace terhenti dan ia berbalik menghadap Marius namun menghindari tatapan matanya. Sejak kecil Jace memang paling takut dengan Marius, ia tak pernah berani menatap mata elang Marius, baginya itu sangat menyeramkan sebab tatapan Marius terasa mengintimidasinya. Padahal bagi banyak orang mata Marius itu terlihat indah namun berbeda untuk Jace.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Dangerous ✔ (New Version)
Romance(New Version, 2024) Media menyebutnya sebagai Mr. Dangerous. Dia disebut berbahaya sebab pribadinya dikenal begitu sempurna. Ketampanan, kekayaan, citra yang sangat baik, dia memiliki semuanya. Kharisma dan pesonanya mampu menghipnotis siapapun yang...
