(Short) Extra Part 2

175K 4K 38
                                        

'*•.¸ ¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Tenerife, Spanyol

Selain memiliki wilayah pegunungan yang indah, pemandangan pantai Tenerife juga tak kalah menakjubkan.

Pegunungan dan Pantai berada di satu wilayah dan saling berdampingan menciptakan mahakarya Tuhan yang luar biasa.

Layaknya Zoe dan Marius yang kini duduk bersebelahan di atas kain piknik persegi yang terhampar di atas bukit dengan pemandangan cakrawala paduan antara biru langit dan biru emerald air laut. Ada berbagai kudapan piknik di hadapan mereka sebagai pelengkap.

Senyum Zoe perlahan merekah menikmati pemandangan itu. Marius yang duduk di sampingnya menatap wajah Zoe hingga membuat senyum wanita itu menular padanya.

"Apakah kamu bahagia?" Marius memandang wanitanya penuh cinta dan kekaguman. Meski usia pernikahan mereka tak lagi muda, tapi tatapan cinta Marius tidak pernah berubah, justru kian hari cintanya kian bertambah.

"Tentu saja aku sangat bahagia, Marius." Zoe perlahan melirik Marius. "Bagaimana aku tidak bahagia kalau pria yang sangat aku cintai berada di sampingku?"

Marius menyelipkan anak rambut Zoe yang terbang tersapu angin lembut. Jarinya menyelip di sela telinga Zoe. Namun, ternyata ia tidak hanya menyelipkan rambut Zoe saja, Marius kian mendekat dan menjatuhkan kecupan lembutnya di bibir Zoe.

"Aku lebih bahagia jika melihatmu bahagia..." Marius berbisik dan itu berhasil membuat Zoe tertawa lembut.

"Mommy! Daddy! Lihat ke sini!!"

Marius dan Zoe bersamaan menoleh saat suara bocah itu memanggilnya.

Dari kejauhan Darrel Kneiling melambaikan tangannya. Di sampingnya berdiri Mateo yang menggenggam tangan kecil Darrel. Tinggi Darrel yang sebatas pinggang Mateo membuatnya terlihat mini. Di usianya yang masih belia, penampilan Darrel menunjukkan rupa bibit unggul. Wajahnya perpaduan antara Marius dan Zoe. Dia memiliki mata lembut dari Zoe, sementara bibirnya persis dengan Marius. Kadang ia bisa sedingin es ketika perasaannya sedang tidak bersahabat, tetapi ia juga bisa sangat jahil ketika suasana hatinya sedang ceria.

Seperti yang pernah Mateo katakan. "Dia benar-benar duplikat dirimu, Marius," ucapnya ketika untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Darrel yang masih bayi.

Marius dan Zoe tertawa melihat anaknya bersama dengan kakeknya yang terlihat kelelahan menemani Darrel yang sedang aktif-aktifnya. Dia begitu senang setiap kali diajak piknik ke bukit ini.

"Padahal dia sudah sering datang ke sini, tapi reaksinya masih sangat antusias. Kasihan sekali pria tua itu pasti sangat kelelahan," ucap Marius tanpa mengurangi senyumnya dan terus melambaikan tangan kecil arah Darrel dan Mateo. "Hati-hati, ayah!! Kembalilah kalau kau lelah!!" Marius agak teriak.

Mateo hanya mengacungkan ibu jari, memberi isyarat kalau dia baik-baik saja. Ia lalu mengikuti Darrel yang terus menarik tangannya untuk melanjutkan langkah.

Senyum lebar Zoe berubah jadi senyum tipis dan lembut melihat anak dan ayah mertuanya yang mendaki sambil bergandengan tangan. Entah mengapa dalam bayangan Zoe, ia seperti sedang melihat Marius kecil bersama Mateo.

Sudah terlalu banyak yang Marius alami selama ini. Bahkan, meski keluarganya kaya raya, tapi masa kecil Marius bisa dibilang sangat memprihatinkan. Sangat berbeda dengan Zoe yang punya latar belakang keluarga harmonis dan masa kecil bahagia walau perekonomian mereka sangat biasa.

Kalau saja kembali ke masa lalu dan melihat Marius kecil, Zoe ingin sekali memeluknya dan menyalurkan kekuatan untuk Marius sambil berkata, "Jangan khawatir, di masa depan kamu akan menjadi orang dewasa yang sangat baik dan memiliki keluarga bahagia..."

"Terima kasih, Zoe ...."

Lamunan Zoe buyar. Ia beralih menatap Marius yang kini tengah menatapnya juga.

"Terima kasih sudah memberikan keluarga yang bahagia untukku ...."

Zoe seketika hanya terpaku menatapnya. Terkadang Zoe masih merasa ini seperti tidak nyata. Memiliki Marius di hidupnya bagaikan mimpi yang begitu indah.

Zoe menyentuh pipi Marius dan mengelusnya perlahan. Air mukanya berubah penuh haru.

"Tidak perlu berterima kasih ... kamu sangat layak memiliki semua ini, Marius ...."

Tatapan Marius berkaca-kaca. Ia lantas menarik Zoe dalam dekapan eratnya. Matanya menatap ke atas langit berusaha menahan air matanya yang sudah diujung. Dadanya terasa sesak dan penuh. Penuh dengan kebahagiaan dan rasa syukur yang tak terbendung.

Marius membuang napasnya perlahan hingga gejolak di dadanya kembali tenang.

Dielusnya surai panjang Zoe yang terasa halus. Marius lalu mengecup pucuk kepala Zoe, ditatapnya wajah Zoe dengan lembut.

"Kamu masih ingat 'kan Zoe keinginanku dulu?"

Tatapan Zoe polos. "Keinginanmu dulu? Yang mana?"

Hidung Marius mengernyit, senyumnya berubah jahil. Ia mendekat lalu berbisik di telinga Zoe, "Sebelas anak."

Zoe sontak melotot dan langsung mendorong dada Marius. "Kamu gila?!"

Ekspresi Zoe membuat tawa Marius meledak. Reaksinya masih sama seperti dulu.

"Aku hanya bercanda, sayang ...."

Zoe mendengus kesal, tapi tidak benar-benar kesal. Dalam hatinya ia berdebar membayangkan kalau mereka benar-benar memiliki 11 anak. Bukan karena Zoe takut kewalahan mengurusnya, justru Zoe berdebar sebab membayangkan akan seperti apa kegiatan malam mereka demi mengejar target 11 anak itu. Astaga sebuah fantasi gila. Temtu saja Zoe tidak akan menurutinya.

"Tapi, Zoe ...." Marius mendekat sengaja menempelkan bahu mereka. "Aku serius. Kapan kita akan memberikan adik untuk Darrel?"

Zoe lagi-lagi melotot tapi kali ini diiringi oleh kekehan. Ia melirik Marius penuh maksud. Jangan kira hanya Marius saja yang bisa menggoda.

Wajah Zoe mendekat. Tatapan matanya bergerak seolah membentuk segitiga di wajah Marius dan pandangannya berakhir tepat di bibir Marius.

Zoe berbisik menggoda, "Bagaimana kalau malam ini kita mulai membuatnya?"

✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Haiiiii it's been sooo longg!!!Aku nggak nyangka banget Mr

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Haiiiii it's been sooo longg!!!
Aku nggak nyangka banget Mr. Dangerous sudah dibaca lebih dari 11 juta kaliiii 😭😭
Huhuhuuu terima kasih banyak untuk antusias kalian semuaa 🥺🙏

Sebagai tanda terima kasih, aku persembahkan Extra Chapter ini untuk kalian...

Semoga suka yaaa 🥹
Love banyak banyak untuk kalian dari Zoe dan Marius ❤️❤️❤️💐💐

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang