Part 26

206K 14.3K 129
                                        

'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Selama ini Jace sebenarnya tidak sungguh-sungguh membenci Marius. Ia memang takut dan selalu menjaga jarak dari sepupunya, hal itu karena Jace berpikir Marius tidak pernah menyukainya. Setiap kali Jace berada di sekitarnya, Marius kerap kali merasa terusik. Jace bagaikan pengganggu di hidup Marius walau Jace tak melakukan apapun. Selain itu, didikan kakeknya yang selalu mengancam posisi Marius akan dengan mudah digantikan oleh orang lain tak terkecuali Jace, membuat Marius begitu membenci Jace dan menganggapnya sebagai rival sedari kecil. Bahkan sewaktu mereka kecil, Marius tidak suka berbagi mainan dengan Jace padahal ia dikenal murah hati dan sangat baik di kalangan teman-temannya.

Jace mengerti mengapa sikap Marius demikian; terlihat angkuh dan menyebalkan, selalu meremehkan orang-orang yang tak disukai, itu karena dalam hidup Marius ia tak memiliki apapun selain jabatan serta harta warisan milik kakeknya. Sejak kecil Marius sudah kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya, sementara kakeknya selalu menuntut agar Marius belajar sungguh-sungguh hingga harus mengorbankan waktu bermainnya. Sejak kecil, Marius sudah disiapkan sebagai pewaris dan karena itu, dirinya selalu dipaksa untuk berpikir dan bersikap lebih dewasa serta rasional dari yang lainnya.

Sebenarnya di relung hati terdalam, Jace mengagumi Marius. Terlepas dari sikapnya, dia adalah pemimpin yang baik, dalam hal pekerjaan Marius jarang sekali melakukan kesalahan. Dia selalu memastikan hidup pekerjanya terjamin dan sejahtera. Walau di mata keluarganya seperti iblis, tapi bagi orang lain Marius justru adalah malaikat. Itulah sebabnya ia dikagumi banyak orang, namanya begitu dikenal. Bukan hanya karena ia berasal dari Keluarga Kneiling dengan kekayaannya yang tak terhingga, tapi keteran Marius justru berasal dari dirinya sendiri yang memiliki pesona serta kesan baik hati di mata orang lain. Mungkin, jika mungkin itu hanya bagian dari pencitraan Marius sebagai bentuk personal branding, maka Marius sudah sangat berhasil.

Hari itu nampaknya adalah hari kesialan Jace berawal. Jika saja saat itu dirinya tidak memutuskan untuk pergi ke ruangan Marius, mungkin Jace tidak akan menjadi orang yang Marius curigai atas skandal yang terjadi dengannya.

Jace saat itu datang untuk memberi laporan secara langsung kepada Marius atas keberhasilan proyek yang dipimpim oleh Jace sendiri untuk pertama kalinya. Tujuan Jace hanya ingin menunjukkan pada Marius dan mendengar langsung lelaki itu memujinya, Jace ingin Marius mengakui bahwa Jace juga mampu bekerja seperti Marius. Tapi ketika Jace datang, ternyata tak ada Brianna—sekretaris Marius yang selalu berada di mejanya. Biasanya siapapun yang ingin bertemu dengan Marius, mereka akan memberitahu Brianna lebih dulu, kemudian dilanjutkan pada Marius. Setelah izin diterima, barulah bisa masuk ke ruangannya.

Jace akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu saja, ia berpikir Marius pasti sedang lengang sebab waktu istirahat belum usai. Sebelum mengetuk pintu, Jace mengintip lebih dulu melalui celah pintu. Ia samar-samar mendengar obrolan di dalam sana. Jace khawatir ia akan mengganggu Marius. Tapi ternyata lelaki itu sedang berbicara dengan Damian. Niat Jace pun diurungkan. Ia memilih untuk menunggu di depan pintu hingga Brianna kembali atau Damian keluar dari ruangan.

Di sana Jace berdiri seraya memeluk file laporannya. Ia bersandar seraya memandang sepatu pantofelnya. Ternyata obrolan Marius dan Damian cukup jelas didengarnya, mungkin suara mereka bocor karena pintu yang tak tertutup rapat. Tapi anehnya, untuk pertama kali Jace mendengar mereka bicara dengan nada berdebat.

"Sikapmu benar-benar brengsek, Marius."

"...."

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang