Part 48

243K 12.7K 283
                                        

'*•.¸ ¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Pedro turun dari mobil yang ia kendarai saat sudah sampai di tujuannya. Perjalanan panjang ini membawa mereka di sebuah kota bernama El Tanque yang berada di dataran tinggi dengan pemandangan gunung Abeque serta langit cerah dan lautan yang bisa dinikmati dari ketinggian.

Terlihat sebuah kediaman sederhana yang terletak tidak jauh dari jalan utama sehingga mereka harus memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Kediaman itulah yang nantinya akan ditempati oleh Mateo.

Marius dan Mateo kemudian keluar dari mobil yang Marius kendarai. Mateo pergi untuk membuka pintu rumahnya lebih dulu, sementara Marius menghampiri Pedro dan membantunya menurunkan barang-barang dari dalam box.

"Anda baik-baik saja, Tuan?" Pedro menatap Marius yang muncul dengan kerutan di dahinya.

"Aku baik-baik saja," ucap Marius seraya mengambil kardus dan mengangkatnya seakan itu adalah sesuatu yang ringan untuknya.

Pedro pun melakukan hal yang sama. Sebelum ia melangkah membawa kardus tersebut, Pedro menatap lebih dulu Marius yang akan masuk ke rumah sementara Mateo membukakan pintu untuknya. Siapapun pasti akan tahu bahwa mereka adalah ayah dan anak, apalagi wajah keduanya begitu mirip, hanya saja Mateo sudah lebih tua dan memiliki kerutan di wajahnya.

"Letakkan saja di situ," ucap Mateo, Pedro pun meletakkan kardus yang dibawanya di ruang tamu sementara Mateo sibuk menata barang-barangnya.

"Sejak kapan dia bekerja untuk Keluarga Kneiling?" Mateo bertanya dan Pedro pun beralih menatap Marius yang tengah menurunkan barang-barang lainnya dari dalam mobil. Pedro kembali menatap Mateo, cukup lama untuk ia menjawab pertanyaan tersebut, sebab Pedro bingung apa yang harus dikatakannya. Mateo pasti akan sangat terkejut kalau nanti dia tahu bahwa lelaki yang bersamanya sepanjang jalan tadi adalah anak kandungnya.

"Sudah ... cukup lama."

Selanjutnya Mateo hanya mengangguk singkat kemudian ia melanjutkan pekerjaannya untuk menata barang-barang. Pedro pun kembali keluar, ia mengambil kardus yang lainnya, namun di tengah langkahnya menuju rumah ia berhenti saat mendengar ponselnya yang berdering. Dengan satu tangannya ia mengambil ponsel dan dilihatnya nama Zoe muncul di sana.

"Ya, Nyonya?"

"Pedro, apakah Marius sedang bersamamu? Kenapa dia tidak bisa dihubungi?"

"Sepertinya Tuan lupa mengisi daya ponselnya. Sebentar, saya sambungkan pada Tuan Marius." Pedro menoleh ke arah Marius. "Tuan! Nyonya Zoe menelfon!" Bersamaan dengan itu Pedro melihat Marius yang tiba-tiba pergi ke tengah jalan utama untuk mengambil sebuah kertas yang terbang, begitu diambilnya kertas tersebut dan Marius hendak berbalik menepi tanpa diduga dari arah berlawan terlihat sebuah mobil truk yang melaju kencang membuat Marius yang tak sempat menghindar akhirnya terhantam truk tersebut.

Mata Pedro membelalak lebar ia pun spontan melempar kardus beserta ponselnya yang ikut terjatuh lalu berlari menghampiri Marius. "ASTAGA!!!! TUAN!!! TUAN MARIUS!!!!"

Teriakkan Pedro berhasil menyita atensi Mateo, ia yang mendengarnya lantas keluar untuk melihat apa yang membuat lelaki itu berteriak histeris. Begitu Mateo melihat Pedro yang berlari ke jalan, Mateo tanpa banyak berpikir lagi lantas berlari menghampirinya. Seketika Mateo membelalak terkejut kala melihat Marius yang kini tergeletak dengan darah merembas keluar dari kepalanya, sementara tangan kanannya yang terkulai lemah memegang selembar foto Mateo dan Grace yang diambil ketika mereka masih muda.

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang