Part 17

228K 13.5K 52
                                        

'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Korset dress yang Zoe kenakan melekat sempurna di tubuhnya seakan gaun itu memang tercipta untuknya. Warna krim dan bahan satin halus terjatuh begitu elegan, potongan dada yang cukup rendah membuat tulang selangka Zoe tercetak jelas memberi kesan seksi tersendiri. Bagian torso gaun tersebut membentuk pinggang kecil Zoe begitu cantik. Bahkan Marius sampai tak bisa mengalihkan pandangannya dari Zoe. Seperti yang Marius katakan, ia akan membuat Zoe sebagai wanita tercantik di acara jamuan itu dan perkataannya tidak bohong. Sejak Zoe turun dari mobil, menggandeng lengan Marius dan berjalan menyusuri karpet merah yang mengantarkan mereka menuju ruang utama, perhatian banyak pasang mata langsung tertuju padanya.

Zoe menelan saliva. Ini adalah acara perdana yang ia hadiri selama menyandang status sebagai istri Marius Kneiling, tidak heran rasanya kalau atensi orang-orang tertuju padanya. Hanya saja, Zoe belum siap untuk menerima seluruh perhatian itu. Tidak, ia memang tidak pernah siap sebab siapa juga yang membayangkan akan jadi istri seorang Marius Kneiling.

"Angkat dagumu. Sudah kubilang, kamu akan jadi wanita tercantik di acara ini." Perkataan Marius bagaikan mantra yang berhasil menghipnotis Zoe, membuat Zoe seketika memasang senyum tipis yang tak berlebihan. Kepercayaan diri Zoe seolah baru saja dibangkitkan oleh Marius terlebih ketika lelaki itu melepas gandengan tangannya dan memindahkan lengannya untuk merengkuh pinggang Zoe. "Ayo," ucapnya kembali mengajak Zoe berjalan melewati para undangan yang kini tengah memperhatikan mereka.

Alunan musik jazz yang dibawakan oleh band dan penyanyi wanita menjadi pengiring acara jamuan itu. Seluruh tamu undangan yang datang mengenakan setelan dan gaun mewah mereka, menunjukkan di mana kelas sosial mereka. Tentu tak sembarangan orang yang bisa hadir di acara ini. Hanya mereka yang mendapat undangan resmi dan ditentukan sendiri oleh Adrian Kneiling. Oleh sebab itu tak heran rasanya kalau banyak nama-nama besar dari kalangan pengusaha, pesohor, hingga public figur. Sejak baru memasuki ruang utama, Marius dan Zoe langsung disapa oleh mereka yang sebagian besar memberikan selamat atas pernikahan untuk keduanya. Marius dan Zoe secara tak langsung menjadi bintang utama pada acara malam itu. Untunglah Marius yang banyak bicara dan menjawab pertanyaan mereka. Di saat seperti ini, pesona lelaki itu menjadi bertambah berkali-kali lipat. Bagaimana caranya berbicara dan bersikap begitu elegan, sangat menunjukkan bahwa dirinya merupakan kalangan kelas atas. Zoe sampai tak bisa mengalihkan perhatiannya dari Marius ketika lelaki itu tengah bicara seakan ialah pusat dunia Zoe malam itu.

"Kalian adalah pasangan yang serasi. Aku yakin kamu laki-laki yang beruntung karena memiliki istri yang sangat mencintaimu, Marius." Perkataan lawan bicara Marius yang merupakan perempuan paruh baya dan datang bersama suaminya membuat Marius dan Zoe mau tak mau tersenyum.

Marius melirik Zoe sambil tersenyum, binar matanya terlihat jelas dan jika orang lain melihat mereka pasti berpikir bahwa kedua manusia ini tengah dimabuk cinta. "Aku memang sangat beruntung bisa bertemu dengan Zoe. Terima kasih Nyonya Avelyn."

"Baiklah kalau begitu, kami tidak ingin menyita waktu kalian terlalu banyak. Pasti ada banyak tamu lain yang ingin menyapa kalian juga."

"Semoga Anda menikmati acaranya."

"Terima kasih, Zoe. Kamu benar-benar cantik sekali, sesuai dengan berita yang aku dengar."

Zoe tertawa pelan dengan tangan yang menutup bibirnya. Amber yang mengajarkan itu. "Anda juga sangat cantik Nyonya Avelyn, gaun Valentino itu sangat cocok untuk Anda." Untung saja Zoe mengisi waktu luangnya untuk melihat-lihat katalog fashion yang Amber beri, ia jadi punya bahan pujian dan tahu beberapa model gaun yang muncul di acara ini.

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang