Part 38

166K 12.5K 183
                                        

'*•.¸ ¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

"Apa ...?" Suara Marius hampir tak terdengar bersamaan dengan itu sorot matanya perlahan meredup.

"Sepertinya kamu sudah mengetahui semuanya, Marius. Siapa yang membuat skandal itu dan siapa yang ingin menjatuhkanmu. Bukankah itu perjanjian kita? Pernikahan kita akan berakhir setelah kamu mengetahui semuanya." Dalam hati Zoe merasakan ketakutan dan rasa bersalah yang amat besar untuk mengatakan hal tersebut pada Marius. Namun kini dipikirakannya tak ada cara lain selain mengakhiri pernikahannya agar Mariuas tak lagi menderita hanya karena Zoe yang ingin berada di sisinya.

"Bukankah kita saling menyukai? Atau mungkin ... kamu sudah tidak menyukaiku lagi ...?"

Zoe menggeleng dengan menahan matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Lalu? Apakah itu tidak cukup untuk mempertahankan pernikahan kita?"

Melihat tatapan sedih Marius membuat Zoe tak kuasa lagi memandang lelaki itu. Ia menundukkan wajahnya dalam-dalam untuk menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca serta rasa sakit di dadanya.

"Zoe, aku benar-benar tidak mengerti dengan ucapanmu. Kenapa tiba-tiba sekali?"

"Aku takut, Marius ...." Ucap Zoe dengan suara rendah. "Aku takut seseorang akan menyakitimu jika aku terus berada di sisimu."

"Siapa? Siapa yang berani melakukan itu?" Tatapan Marius menajam.

Zoe memejam erat-erat sebelum akhirnya kembali menatap Marius. Bibirnya terasa kaku untuk mengucapkan nama Delilah.

"Apakah itu Damian? Atau Delilah? Katakan padaku siapa yang mengusikmu, Zoe."

Zoe menyugar poninya ke belakang seraya mengalihkan tatapannya dari Marius. Digigitnya kuat-kuat bibir bagian dalamnya. Perkataan Delilah mengenai Marius masih terngiang-ngiang di kepalanya.

"Zoe."

"Delilah. Dia menyuruhku untuk segera meninggalkanmu."

Tangan Marius langsung mengepal erat.

"Dia mengancam akan melukaimu jika aku tidak segera meninggalkanmu."

"Lalu kamu terpengaruh dengan ancamannya?"

Zoe kembali memandang Marius yang tengah menatapnya tajam dengan kilatan amarah. "Aku kalut Marius! Aku merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi padamu. Aku benar-benar bingung harus melakukan apa. Aku hanya tidak mau kamu tersakiti lagi."

"Apa kamu lupa siapa aku, Zoe? Kamu pikir aku akan menjadi lemah hanya karena berita murahan yang mereka sebarkan?" Marius menggeleng. "Mereka tidak akan bisa semudah itu menjatuhkanku. Justru mereka yang harusnya berhati-hati denganku. Diamku selama ini bukan berarti aku tidak bisa melawan. Aku justru ingin memberi kesempatan pada mereka untuk menyadari kesalahannya. Tapi jika mereka tidak merasa bersalah, maka aku tidak bisa diam lagi. Terlebih jika itu menyangkut dirimu." Marius menatap wajah Zoe dengan lekat. "Perlu berapa kali lagi aku ingatkan padamu? Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusikmu, Zoe. Bukankah aku sudah sering mengatakannya?"

"...." Zoe hanya diam membeku tak bisa berkata apa-apa selain memandang Marius dengan air mata yang mengambang di pelupuk matanya.

"Jangan pernah lagi berkata seperti itu. Kamu yang sudah membuatku jatuh cinta padamu. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu, meski kamu muak padaku."

Seketika Zoe membeku. Ekspresinya berubah menjadi terperangah, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Jatuh cinta.

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang