'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒
Sepanjang melihat luka Zoe yang diobati oleh Dokter pribadi keluarganya, Marius menatap dengan penuh kekhawatiran serta amarah mengingat orang lain berani menyakiti Zoe seperti ini. Berkali-kali Marius memicing, mengernyit, mendesah frustasi, dia terus bergerak gusar bahkan berkali-kali memperingati Dokternya agar berhati-hati dan mengobati luka Zoe secara perlahan.
"Dokter, pelan-pelan."
"Itu pasti sangat sakit 'kan, Zoe?"
"Apakah Dokter yakin aku tidak perlu membawa istriku ke rumah sakit?"
"Apakah Zoe akan baik-baik saja?"
Pria berkacamata yang seusia Sawyer itu sampai-sampai mendengus lelah mendengar ocehan Marius. Ia melirik Marius yang terus bergerak gelisah.
"Tenanglah, Marius! Kalau seperti ini kamu akan mengganggu pekerjaanku." Ia memperingatinya dan lanjut membungkus luka Zoe dengan perban.
"Marius ...." Zoe mengulurkan tangannya yang bebas untuk menggenggam tangan Marius. "Tenanglah, aku baik-baik saja ...."
Marius akhirnya terdiam menatap Zoe dengan wajah merengut. Ia pun mengangguk samar. "Maafkan aku ...."
Zoe hanya terkekeh pelan.
"Sudah selesai. Seperti yang aku bilang tadi, kamu bisa mengganti perbannya setelah dua hari nanti. Jika ada keluhan lain, segera hubungi aku." Dokter itu menjelaskan dengan ramah, kemudian ia beralih menatap Marius. "Dan Marius, istrimu akan baik-baik saja. Luka itu tidak membahayakan dan akan sembuh dalam waktu 14 hari. Jadi, jangan cemas lagi, mengerti?"
Marius mengangguk. "Baiklah, terima kasih Dokter."
"Aku pergi dulu kalau begitu, selamat malam."
Begitu Dokter meninggalkan mereka, Marius pun duduk di samping Zoe masih dengan tangannya yang menggenggam tangan Zoe. "Maafkan aku karena terlambat datang. Andai saja kamu tidak membaca pesan itu ...."
Zoe menghadapkan posisinya pada Marius, ia menatap suaminya dengan lekat. "Marius, itu adalah keinginanku sendiri untuk datang ke sana. Jadi jangan salahkan dirimu lagi, ya?"
Marius tak menjawabnya, ia hanya memandang Zoe kemudian mendesah panjang. Marius perlahan menarik Zoe dalam dekapannya. "Zoe, aku benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi padamu ...."
"Aku baik-baik saja ...." Zoe mengelus punggung Marius berusaha menenangkan emosinya.
Marius melepas dekapannya, sejenak ia memandang Zoe. "Sekarang, ceritakan padaku. Apa yang terjadi di sana?"
⎯⎯ ୨ ୧ ⎯⎯
Pasca kejadian di kamar hotel, Damian berusaha merahasiakan insiden tersebut agar tak sampai pada media atau publik. Berbagai cara ia usahakan untuk menutupi hal tersebut termasuk bekerja sama dengan pihak Hotel, sebab jika sampai terendus kabar adanya insiden penembakan di Hotel tersebut, maka itu pastinya akan mempengaruhi bisnis mereka. Terlalu rumit kalau sampai masalah ini bocor dan tentunya akan menjadi berita yang menggemparkan terlebih melibatkan keluarga konglomerat yang saat ini tengah banyak dibicarakan baik dalam dunia bisnis maupun politik. Namun, serapih apapun Damian menutupi masalah tersebut dari publik dan media, tetap saja kabar itu akan diketahui oleh orang tuanya terlebih mereka berhubungan dengan keluarga Marius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Dangerous ✔ (New Version)
Romance(New Version, 2024) Media menyebutnya sebagai Mr. Dangerous. Dia disebut berbahaya sebab pribadinya dikenal begitu sempurna. Ketampanan, kekayaan, citra yang sangat baik, dia memiliki semuanya. Kharisma dan pesonanya mampu menghipnotis siapapun yang...
