Part 46

147K 11.6K 189
                                        

'*•.¸ ¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Di atas ranjang empuknya Zoe meregangkan tubuh begitu ia bangun dari tidurnya. Matanya masih terpejam sementara tangannya meraba sisi kiri ranjangnya. Mata Zoe terbuka begitu menyadari ia tak mendapati Marius di sebelahnya. Zoe kemudian beranjak duduk seraya membuang napas panjang. Diteguknya air putih dalam gelas yang ada di atas nakasnya. Ia turun dari ranjang seraya mengikat rambut panjangnya dengan asal. Zoe melangkah menuju lantai bawah menuju meja makan. Ia melihat Amber bersama pelayan lain tengah menata bahan makanan yang baru dibelinya.

"Selamat pagi, Nyonya."

Zoe memegang kepala kursi makan, ia melirik jam di dapur yang menunjukkan pukul sembilan pagi. Bisa-bisanya ia bangun se-siang ini. "Pagi, Amber. Apakah Marius sudah berangkat bekerja?"

Amber menghentikan pekerjaannya. Sejenak ia terdiam menatap Zoe yang menunggu jawabannya. "Tuan sudah berangkat sejak sebelum fajar, Nyonya."

"Apa?!" Zoe mengernyit dalam. Tanpa banyak berpikir lagi Zoe bergegas lari menuju lantai atas ke kamarnya untuk mengambil ponsel. Ia memeriksa ponselnya untuk menghubungi Marius, tapi niatnya diurungkan begitu ia melihat satu pesan masuk dari Marius pagi tadi.

Zoe perlahan duduk di tepi ranjang seraya membaca isi pesan tersebut.

Marius: Selamat pagi, Zoe. Ketika kamu membaca ini, aku sudah pergi. Maaf karena pergi tanpa membangunkanmu, aku takut akan berubah pikiran jika menatap matamu nanti. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, seperti yang aku katakan semalam, waktu pasti akan cepat berlalu dan aku akan segera kembali.

Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju Barcelona. Aku akan langsung menghubungimu setelah sampai nanti. Jaga dirimu baik-baik, Zoe. Aku mencintaimu.

Zoe hanya bisa terpaku lemas usai membaca pesan tersebut. Matanya yang tak berkedip terasa panas. Zoe benar-benar sedih menyadari bahwa kini Marius sudah benar-benar pergi. Walau untuk sementara, Zoe merasa perjalanan ini akan begitu panjang untuk Marius. Meski ada Pedro yang menemani Marius, namun rasa cemas begitu meliputi hatinya. Kini Zoe hanya bisa berdoa agar Marius segera kembali dengan selamat dan berkumpul lagi dengannya.

⎯⎯ ⎯⎯

Grace melangkahkan kakinya keluar dari BMW yang ditumpanginya. Satu pengawalnya yang membawa kantung belanja mengikuti Grace masuk ke kediaman Marius. Ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan yang dilewatinya begitu sepi, seolah rumah besar ini tidak berpenghuni, bahkan Zoe tidak terlihat di dalam rumah itu.

"Letakan saja di situ." Grace menunjuk Kitchen Island lalu pengawalnya meletakkan belanjaannya yang berisi bahan makanan setelah itu ia pergi meninggalkan Grace seorang diri.

Sebelum Grace mengeksekusi bahan makanan yang baru dibelinya, ia menggulung lengan panjang blusnya terlebih dahulu sampai siku. Ia kemudian membuka kulkas khusus tempat persediaan bahan makanan dan ternyata di sana terlihat sangat lengkap. Tentu saja, rumah ini memiliki Amber, Marius dan Zoe pasti tidak akan kekurangan apapun. Grace mendesah pelan, meski begitu ia akan tetap menggunakan bahan makanan yang dibelinya sendiri.

Sudah setengah jam Grace berkutat di balik konter dapur, hingga suara langkah kaki seseorang menyita perhatiannya. Ia melirik sekilas, ternyata itu adalah Zoe.

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang