'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒
Di hadapan Marius, Zoe berdiri membeku seakan ia tengah tertangkap basah melakukan sesuatu. Mata Zoe yang melebar langsung mengerjap dan berusaha bersikap sebiasa mungkin.
"Kenapa kamu di sini?"
Zoe mengangkat dagunya seolah tak terjadi apa-apa. Ia lantas mengedarkan pandangannya dan saat itu ia melihat Damian serta Delilah makin mendekat ke arah mereka. "Aku hanya sedang berkeliling, kediaman Delilah ternyata sangat artistik ya?" Zoe seraya berusaha memasang senyum tipis di bibirnya. Ekspresinya pasti terlihat sangat aneh. Dirinya memang tidak pandai untuk berbohong, dalam hatinya Zoe hanya berharap semoga Marius percaya dan tidak banyak bertanya lagi, sebab kini Delilah dan Damian sudah ada bersama mereka. Akan sangat gawat jika Delilah dan Damian mencurigai Zoe mendengar semua percakapan mereka.
"Kalian sedang apa di sini?" Kini Delilah bertanya, menatap Zoe dan Marius bergantian. Ada kekhawatiran dalam sorot mata yang berusaha ia sembunyikan.
Zoe sudah berdiri di samping Marius dan berhadapan dengan Delilah serta Damian yang menatapnya tak kalah intens. Dalam hati Zoe benar-benar takut kekhawatirannya terjadi, bahwa Delilah dan Damian menyadari kalau Zoe mendengar percakapan mereka berdua. Tapi berbeda dengan Marius, lelaki itu justru dengan santainya melingkarkan lengannya di pinggang Zoe lalu tersenyum tipis.
"Zoe sangat menyukai rumahmu, Delilah. Dia bilang sangat artistik." Marius melirik Zoe sekilas dan kembali menatap Delilah serta Damian bergantian. "Haruskah kita kembali ke taman? Orang tuamu pasti sudah menunggu di sana."
Delilah mengangguk dan perlahan ia melengkungkan senyum lebarnya. "Tentu. Ayo."
Perasaan Zoe seketika menjadi lega. Ia berusaha mengatur deru napasnya dengan tenang. Zoe kemudian melirik Marius yang berjalan di sampingnya menggenggam tangan Zoe. Secara tidak langsung Marius sudah menyelamatkan Zoe dari situasi yang mencurigakan itu.
⎯⎯ ୨ ୧ ⎯⎯
Hidup dengan rahasia pasti tidak akan membuat dirimu tenang. Begitulah yang Zoe rasakan. Ia tidak tahu sampai kapan harus menyimpan ini dari Marius, Zoe tidak memiliki bukti untuk mengatakannya. Jika Zoe memberitahu Marius sekarang, akankah dia mempercayai perkataan Zoe yang hanya berdasarkan apa yang Zoe dengar saja tanpa bukti lainnya? Tapi ini sudah benar-benar sangat kerterlaluan, Damian yang Marius anggap sebagai sahabat justru adalah orang yang mengkhianatinya. Bagi Zoe mungkin tidak akan sulit untuk menerima fakta dan membenci Damian begitu saja, tapi bagaimana dengan Marius? Berapa lama keduanya sudah saling mengenal dan bersahabat? Situasi ini pasti akan lebih sulit diterima oleh Marius sebab ternyata orang terdekatnya sendiri yang ingin menjatuhkannya.
"Marius?"
Mereka baru saja sampai di rumah dan sebelum Marius menaiki tangga, Zoe menghentikannya dengan meraih lengan Marius.
"Ada apa?"
Zoe merasa ragu-ragu. "Mm ... aku ingin bertanya."
Marius mengangguk menunggu pertanyaan Zoe.
"Soal masalah itu ... apakah kamu sudah menemukan pelakunya?"
Marius terdiam sejenak, ia menundukkan pandangannya dan bersamaan dengan itu Zoe melepaskan tangannya dari lengan Marius. Ini adalah pertama kalinya Zoe menanyakan perihal masalah tersebut pada Marius usai pembahasan terakhir mereka ketika bulan madu di Mykonos. Marius tidak tahu apa tujuan Zoe tiba-tiba menanyakan itu, apakah karena dia sudah tidak tahan lagi dan ingin segera bercerai? Tentu saja, pasti Zoe sudah lelah dan sesak menjalani hari-hari dengan pura-pura di depan banyak orang sebagai istri Marius dan bagian dari Keluarga Kneiling. Tapi apapun alasannya, Zoe tentu layak tahu sebab dia pun menjadi korban dalam masalah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Dangerous ✔ (New Version)
Romance(New Version, 2024) Media menyebutnya sebagai Mr. Dangerous. Dia disebut berbahaya sebab pribadinya dikenal begitu sempurna. Ketampanan, kekayaan, citra yang sangat baik, dia memiliki semuanya. Kharisma dan pesonanya mampu menghipnotis siapapun yang...
