Part 32

197K 13.1K 173
                                        

'*•.¸ ¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Marius pikir selama hidupnya ia tak akan pernah merasakan jatuh cinta, sebab selama ini Marius merasa baik-baik saja dan tak membutuhkan perasaan yang dulu ia anggap tak berguna. Bahkan rasa kesepian pun sudah Marius anggap bukan hal yang asing lagi dalam hidupnya karena sejak kecil Marius sudah terlalu familiar dengan perasaan seperti itu. Sehingga ketika dewasa Marius merasakan kesepian, bukan pasangan atau afeksi lagi yang Marius butuhkan. Marius hanya perlu terus menyibukan dirinya agar tak tenggelam dalam kubangan tersebut. Terlalu keras memang apa yang selama ini Marius lakukan pada dirinya, tapi itulah yang hanya bisa Marius lakukan. Ia tak boleh terlihat lemah sedikit pun di depan orang lain dan jika itu terjadi hanya karena rasa kesepiannya, maka Marius tak akan bisa kembali lagi.

Sekarang, hidup Marius perlahan mulai berubah usai bertemu dengan Zoe. Ia akhirnya mengakui bahwa dirinya bisa jatuh cinta usai berkali-kali berusaha menepisnya. Kini Marius sudah lelah dan akan membiarkan perasasaannya mengalir begitu saja. Tak peduli konsekuensi apapun yang menanti di depan sana, termasuk jika Zoe menolak dirinya.

"Marius?"

Di hadapan Zoe yang tengah berada di ruang kerjanya, Marius hanya diam membeku menatap wanita itu. Entah sihir apa yang dimilikinya sampai-sampai Marius kini kehilangan semua yang ingin dikatakannya, padahal selama perjalanan ke kediamannya pikiran Marius begitu penuh dan menggebu-gebu ingin meluapkan perasaannya pada Zoe.

"Ada apa kamu memanggilku ke sini?"

Kelopak mata Marius mengerjap, memaksa pikirannya untuk bekerja kembali. "Aku ... ingin memberitahumu kalau nanti malam aku akan datang ke pesta yang diadakan oleh Tuan Alderidge."

"Baiklah ...."

"Kamu tidak perlu ikut jika kamu tidak mau."

"Tidak apa. Aku akan menemanimu."

"Tidak perlu, Zoe. Sungguh."

Sejenak Zoe terdiam menatap mata Marius. "Kamu mengkhawatirkanku?"

"Aku hanya ... tidak ingin membuatmu merasa tak nyaman."

Kedua alis Zoe terangkat. "Itu tidak akan terjadi selama ada kamu di sisiku, Marius."

Seketika Marius terpana. Ia tak percaya kata-kata itu keluar dari bibir Zoe. Wanita yang dulunya begitu membenci Marius dan enggan berada di sekitarnya dalam waktu yang lama, justru kini telah berubah. Zoe percaya kepada Marius dan menganggap semua akan baik-baik saja selagi Marius berada di sisinya. Ini pasti bukan mimpi 'kan?

Perlahan senyum Marius merekah. "Baiklah, aku akan meminta Brianna menyiapkan gaun untukmu."

Zoe membalasnya dengan senyuman. Marius pun hendak berbalik menuju meja kerjanya tapi niatnya diurungkan ketika Zoe memanggilnya.

"Marius?"

Marius kembali menatap Zoe.

"Terima kasih," ucap Zoe dengan tulus. "Terima kasih karena kamu selalu berada di pihakku, meski kamu tidak menyukaiku ...."

Tatapan Marius terpana. Tidak Zoe, aku justru menyukaimu.

"Walaupun pernikahan ini sementara, tapi kamu selalu mengusahakan yang terbaik untukku."

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang