Part 28

190K 13.6K 93
                                        

'*•.¸ ¸.•*'

Zoe baru saja keluar dari kamarnya setelah ia selesai bersiap. Hari ini penampilan Zoe tidak seperti biasanya, ia mengenakan perpaduan blazer berwarna khaki dengan celana panjang hitam. Rambutnya dicepol pendek sehingga menampakkan leher jenjangnya. Marius yang saat itu muncul menuruni undakan tangga sampai tak bisa mengalihkan perhatiannya.

"Selamat pagi." Zoe menyapa Marius yang baru sampai di hadapannya.

"Pagi Zoe. Ada apa hari ini?" Tentu Marius mempertanyakan penampilan Zoe yang sudah sangat rapih pagi-pagi seperti ini. Jangan sampai ia membiarkan Zoe yang cantik seperti itu pergi tanpa sepengetahuannya. Astaga, sudah berapa banyak Marius terus memuji kecantikan Zoe?! Tidak. Ini benar-benar bisa jadi bahaya untuk Marius. Bahaya kalau sampai Marius terjerat oleh pesona kecantikan Zoe yang alami tanpa sentuhan dokter kecantikan sedikit pun.

"Delilah mengajakku ke acara yayasan. Kamu lupa?"

Lantas Marius mengangguk-angguk. "Ah ya ... aku baru ingat."

"Aku akan pergi dengan Delilah. Dia akan menjemputku nanti."

"Baiklah." Marius bingung harus berkata apa lagi, semenjak perasaannya mulai memberi efek aneh setiap kali berhadapan dengan Zoe, Marius sering kali kehilangan kata-kata. Berbeda sekali ketika dulu yang mana mulut Marius begitu mudah melontarkan kalimat ejekan atau merendahkan Zoe tanpa memikirkan perasaan wanita itu. Tapi justru kini yang berputar-putar di kepalanya hanyalah pujian dan Marius sangat membencinya sebab ia tidak mungkin bisa mengatakan semua itu. Ini benar-benar seperti bukan dirinya. Marius tidak pernah sebodoh ini ketika berhadapan dengan wanita.

"Oh ya, tunggu sebentar." Marius tiba-tiba teringat akan sesuatu, ia kemudian segera kembali menaiki tangga menuju kamar tidurnya sementara Zoe masih berdiri menunggu di bawah. Tak lama kemudian Marius kembali turun, tapi kali ini tangannya membawa sebuah kotak dengan logo merek perhiasan mewah. Lelaki itu membukanya, ternyata itu adalah sebuah kalung emas dengan liontin berbentuk hati yang ditaburi berlian di sekitar liontinnya.

"Ini, pakailah."

Marius memberikan kalung tersebut namun Zoe justru hanya bergeming menatap kalung tersebut seolah tengah berpikir, untuk apa Marius memberi kalung dengan liontin hati itu? Apakah dia tengah berusaha untuk bersikap manis dan romantis kepada Zoe? Tapi apa tujuannya? Segala pertanyaan itu memenuhi kepala Zoe hingga ia tak berkutik sedikit pun.

"Kamu istri Marius Kneiling, ingat? Kamu akan bertemu dengan banyak orang dan mungkin kamu akan jadi pusat perhatian."

Akhirnya segala pertanyaan di kepala Zoe terjawab sudah. Ternyata karena itu alasannya? Karena Zoe adalah istri Marius Kneiling yang sialan kaya raya dan Zoe harus menunjukkan bahwa ia hidup dalam kemewahan agar tidak mempermalukan Marius. Benar. Tidak ada maksud apapun selain itu.

Zoe menyeringai seraya menahan senyum gelinya, dalam hati ia menertawakan prasangkanya yang terlalu jauh. Mengira bahwa Marius tengah berusaha bersikap romantis kepadanya. Zoe lalu mengambil kalung tersebut dan hendak memakainya sendiri. Tapi ternyata ia kesulitan untuk mengaitkan kalungnya hingga Marius tiba-tiba beralih ke belakang Zoe dan mengambil alih untuk memasangkan kalung tersebut.

Zoe bisa merasakan hembusan napas lelaki itu yang menyapu lembut kulit lehernya. Posisi mereka sangat dekat sampai-sampai Zoe bisa merasakan suhu hangat dari tubuh Marius. Leher Zoe meremang ketika jari tangan Marius tak sengaja menyentuh lehernya. Adegan ini terasa benar-benar intens sehingga Zoe berusaha mengatur deru napasnya senormal mungkin. Sialan! Zoe ingin sekali berbalik, mengalungkan tangannya ke leher lelaki itu lalu memiringkan kepalanya dan mengecup bibir Marius.

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang