'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒
"Apa?" Marius benar-benar bergeming dibuatnya usai mendengar pengakuan Zoe. Ia yakin telinganya masih normal dan Zoe baru saja mengungkapkan bahwa dirinya menyukai Marius. Apakah wanita itu sedang bercanda?
Zoe perlahan melepaskan pelukannya. Ia menatap Marius dengan wajah tanpa ekspresi. Tatapan wanita itu kemudian jatuh pada bibir merah muda Marius yang tak pernah menyuntuh sebatang rokok pun
"Iya. Aku menyukai bibirmu."
Sontak wajah Marius menjadi ngeri, matanya membelalak seolah tak percaya dengan ucapan Zoe. "Apa?!" Dahinya mengerut dalam. Kini dia mulai mempertanyakan kesehatan telinganya. Mungkin besok Marius harus pergi ke dokter untuk memastikannya.
Mata Zoe mengerjap beberapa kali, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dengan santai Zoe melipat kedua tangannya di atas dada. "Kenapa? Apakah aku tidak boleh mengatakan itu?"
Zoe memang manusia menyebalkan. Tapi Marius tak pernah menyangka bahwa Zoe juga ternyata wanita sinting. "Kamu sadar 'kan apa yang kamu katakan?!"
Zoe mengangguk. "Aku memang menyukai bibirmu." Zoe kembali menatap Marius yang kini menarik dirinya bergidik ngeri. Lelaki itu bagaikan perawan suci yang tengah berhadapan dengan lelaki brengsek.
Marius menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku rasa memang ada yang salah dengan kepalamu." Marius buru-buru melangkahkan kaki meninggakan Zoe menuju kamarnya.
Sepeninggal Marius, Zoe buru-buru mencari pegangan dan ia pun langsung menyandar pada dinding. Kaki Zoe terasa sangat lemas seperti jelly. Punggungnya begitu panas hingga terasa sampai telinganya. Gila! Zoe benar-benar sudah gila!
Berkali-kali Zoe menepuk bibir lancangnya. Apa? Zoe menyukai bibir Marius? Hahah yang benar saja!! Inilah akibatnya kalau kamu mengikuti pikiran intuitifmu! Zoe terus merutuki dirinya dan kebodohannya. Tidak peduli jika setelah ini Marius menganggapnya tak waras, itu lebih baik dari pada Marius harus mengetahui perasaan Zoe yang sebenarnya. Bahkan jika nanti dunia dipenuhi oleh Zombie, Zoe berjanji tidak akan pernah menyatakan perasaannya pada Marius.
⎯⎯ ୨ ୧ ⎯⎯
Hari ini Marius dan Zoe mendapat undangan acara Afternoon Tea di kediaman keluarga Delilah. Zoe lebih dulu selesai bersiap, penampilannya sederhana namun masih terlihat anggun dan cantik. Riasannya tidak berlebihan mengimbangi kesan low profile pakaiannya. Rambutnya hanya diikat setengah, ia mengenakan dress putih bermotif bunga warna biru muda yang menjuntai hingga betisnya.
Kaki Zoe melangkah masuk ke mobil ketika Pedro membukakan pintu untuknya. Ia duduk di kursi penumpang, menunggu Marius keluar. Tak lama setelahnya yang ditunggu pun muncul, ia mengenakan kemeja biru langit dan celana panjang broken white. Rambutnya yang mulai panjang ditata belah tengah. Kemudian Marius masuk dan duduk jauh di sudut kursi. Lelaki itu sengaja menciptakan jarak antara dirinya dengan Zoe.
Zoe hanya mendengus geli seraya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Marius yang sok menjauhinya. Lelaki itu kemudian mengambil kacamatanya yang bertengger di kerah kemeja. Dikenakannya kacamata hitam itu, kakinya menyilang, kemudian ia bersandar dengan santai. Zoe sampai tak bisa menahan kerutan di dahinya. Dia sudah tidak habis pikir lagi. Baru kini Zoe sadari betapa tengilnya Si Marius itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Dangerous ✔ (New Version)
Romance(New Version, 2024) Media menyebutnya sebagai Mr. Dangerous. Dia disebut berbahaya sebab pribadinya dikenal begitu sempurna. Ketampanan, kekayaan, citra yang sangat baik, dia memiliki semuanya. Kharisma dan pesonanya mampu menghipnotis siapapun yang...
