'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒
Marius melangkahkan kakinya memasuki ruang rawat inap VVIP. Di belakangnya Pedro membawa kotak bingkisan buah. Di depan pintu ruang rawat terlihat ada dua pengawal yang berjaga—tentu saja, orang yang ada di dalam sana merupakan orang penting yang memiliki jabatan tinggi di pemerintahan. Dua pengawal itu lantas membukakan pintu untuk Marius dan begitu masuk, seorang wanita paruh baya langsung menyambut Marius.
"Selamat datang Marius ...." ia menyambut Marius dengan hangat.
"Selamat siang Nyonya Veronica. Bagaimana kabar Anda?"
"Aku sangat baik. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk datang ke sini."
"Sudah seharusnya. Saya sangat meminta maaf atas kejadian semalam. Saya benar-benar ceroboh."
Veronica lantas menggeleng masih dengan senyum di bibirnya. "Jangan seperti itu, Marius. Mari, suamiku sudah menunggumu."
Marius mengikuti Veronica menuju kamar rawat suaminya dan terlihat seorang pria yang tengah duduk di ranjang mengenakan baju pasien langsung menyambutnya.
"Marius."
"Tuan George, bagaimana kondisi Anda?"
"Sudah lebih baik. Aku sudah baik-baik saja, terima kasih Marius."
"Saya benar-benar meminta maaf atas kejadian semalam, Tuan. Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya."
George menggeleng samar, ia beranjak dari ranjang dan mengajak Marius duduk di sofa. "Itu karena kecerobohanku, Marius. Saat istrimu menghubungiku, aku lupa memberitahunya kalau aku memiliki alergi terhadap nanas, padahal dia sudah menjelaskan makanan apa saja yang akan disajikan di acara jamuan itu."
Marius menyunggingkan senyum tipis. Dugaannya memang benar, itu semua bukan salah Zoe dan semua ini terjadi karena kecerobohan George sendiri. "Tapi tetap saja, bagaimana pun itu adalah acara keluargaku dan kakek sangat mengkhawatirkan kondisi Anda."
"Aku baik-baik saja. Sungguh. Aku akan menghubungi Tuan Adrian nanti."
"Syukurlah kalau begitu."
"Terima kasih sudah menjengukku di tengah-tengah kesibukanmu, Marius. Aku benar-benar tidak mengira saat mendapat kabar kamu akan berkunjung ke sini."
Marius tersenyum untuk menghargai ucapan pria tersebut. "Tidak masalah Tuan George."
Sementara itu tanpa memberitahu Marius, Zoe dihubungi untuk datang ke Mansion karena Adrian ingin bertemu dengannya. Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian Zoe menapakkan kakinya turun dari mobil yang mengantarkan ia lalu berjalan memasuki Mansion dengan perasaan tidak tenang dan pikiran gusar. Ada berbagai skenario di kepalanya, membayangkan bagaimana Adrian akan mencaci maki dirinya dan menyalahkan atas apa yang terjadi. Zoe meneguk saliva ngeri. Tangannya sampai berkeringat dingin karena rasa takut. Ia ingin membalikkan langkah untuk keluar tapi tidak bisa sebab kini kepala pelayan tengah mengantarnya menuju taman belakang di mana Adrian berada. Pria itu ternyata tengah duduk di Paviliun menghadapi kanvas yang berisi lukisan langit cerah setengah jadi.
"Permisi Tuan Adrian, Nyonya Zoe sudah datang."
Adrian meletakkan kuas lukisnya. "Baiklah. Terima kasih."
Kepala pelayan itu pun melangkah pergi meninggalkan Zoe yang kini hanya berdua dengan Adrian. Zoe lagi-lagi menelan saliva sebab mulut dan tenggorokannya terasa cepat kering. Ia masih berdiri sementara Adrian membersihkan tangannya dengan lap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Dangerous ✔ (New Version)
Romance(New Version, 2024) Media menyebutnya sebagai Mr. Dangerous. Dia disebut berbahaya sebab pribadinya dikenal begitu sempurna. Ketampanan, kekayaan, citra yang sangat baik, dia memiliki semuanya. Kharisma dan pesonanya mampu menghipnotis siapapun yang...
