Part 47

177K 11.7K 152
                                        

'*•.¸ ¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

Pedro keluar dari mobil yang ia tumpangi dan melihat Marius yang tengah berdiri mematung dengan tatapan lurus. Diikutinya tatapan itu, di sana Pedro melihat pria dengan fitur wajah persis seperti Marius. Pria itu seolah menjadi gambaran bagaimana ketika Marius tua nanti dan pemandangan itu berhasil membuat Pedro hanya bergeming dengan pandangan nanar.

Mateo Fernandez membalikkan tubuhnya begitu melihat pria muda asing yang memanggil nama lengkapnya. Mateo menyipitkan pandangan seraya berjalan mendekat agar dapat melihat lebih jelas pria yang berdiri dengan jarak beberapa meter darinya.

"Apakah ... Anda mengenal saya?"

Bibir Marius yang merapat terasa gemetar tak mampu membuka suara, tapi sebisa mungkin ia berusaha menguasai dirinya.

"Apakah Anda akan pindah?"

Mateo mengangguk, ia melirik kardus berisi barang-barangnya yang belum dimasukkan ke mobil. "Rumah ini sudah terjual, jadi saya harus segera pindah."

"Anda sendirian?"

Mateo kembali menatap Marius dan mengangguk.

"Di mana keluarga Anda?"

"Saya hanya hidup sendiri." Mateo menjawab dengan kerutan di dahinya sebab ia tak mengenal lelaki itu tapi dia sudah bertanya berbagai hal padanya.

"Anda tidak menikah?"

"Tidak—sebentar, apakah sebelumnya kita saling mengenal? Kenapa Anda banyak bertanya tentang saya? Siapa Anda sebenarnya?"

Mata Marius mengerjap beberapa kali, usai membuang napas ia berusaha merilekskan ekspresi wajahnya agar terlihat sebiasa mungkin. Kembali ditatapanya Mateo yang kini tengah memandang penuh curiga.

"Maaf saya sudah lancang." Marius mengulurkan jabatan tangannya. "Saya Marius."

Usai memandang uluran tangan Marius, Mateo kemudian menyambutnya tanpa mengatakan apa-apa. Ia merasa tidak perlu mengenalkan diri lagi sebab lelaki di hadapannya itu sudah mengetahui namanya. Bahkan nama panjangnya. Masih dengan pandangan tajam, Mateo kembali menatap iris hitam Marius. Saat tangan keduanya saling berjabatan, Mateo seketika terdiam, seperti ada aliran aneh yang disalurkan oleh lelaki di hadapannya itu. Segera Mateo melepaskan tangannya.

"Ada perlu apa Anda datang ke sini? Dan bagaimana Anda bisa tau nama saya?" Mateo melirik singkat Pedro yang masih berdiri tegap tak jauh dari mobil yang mereka tumpangi.

"Saya diminta untuk menemui Anda oleh seseorang yang cukup Anda kenal."

"Siapa?"

"Adrian Kneiling."

Mendengar nama itu sontak membuat Mateo terdiam. Tanpa membutuhkan waktu lama, ia melengos dan hendak beranjak pergi. "Saya tidak mengenal nama itu dan saya tidak merasa memiliki urusan dengannya."

"Beliau sudah wafat."

Kalimat itu berhasil menghentikan langkah Mateo. Namun ia hanya diam di tempatnya tanpa menolehkan wajahnya.

"Adrian Kneiling wafat belum lama ini dan tujuan saya datang ke sini adalah untuk menemui Anda. Ada pesan darinya yang harus saya sampaikan pada Anda."

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang