'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒
Satu per satu lembar halaman Marius buka. Berbagai catatan mengenai Adrian tertuang di sana. Tapi tak pernah Marius duga bahwa kakeknya akan mengabadikan momen tumbuh kembang Marius dalam jurnal tersebut. Mulai dari foto ketika pertama kali Marius melihat dunia yang mana itu merupakan hari kelahirannya. Di samping foto Marius saat bayi tertulis "Duniaku tak akan sama lagi setelah kehadiranmu. Tapi satu hal yang pasti, kini kamu adalah pusat duniaku." Tulisan itu tanpa sadar membuat dahi Marius mengerut. Kalimat pertama mungkin memiliki berbagai arti, entah itu bisa berarti Adrian bahagia menyambut kehadiran Marius atau justru tidak, sebab begitu Marius lahir Adrian justru harus kehilangan sosok anak perempuan satu-satunya serta menantu yang selamanya pergi dari dunia.
Halaman selanjutnya menunjukkan foto-foto Marius di hari ulang tahunnya lengkap dengan keterangan usia Marius mulai satu sampai berakhir di usia tujuh tahun. Selanjutnya yaitu terdapat foto Marius dengan Robert, lelaki yang selama ini dikenal Marius sebagai ayah kandungnya. Di bawahnya terdapat tulisan, "Semoga beristirahat dengan tenang. Selamanya tidak akan pernah aku lupakan jika aku adalah penyebab penderitaan kalian."
Marius kian cepat membuka setiap halaman dan isinya makin membuat ia mengernyit dalam, terlebih saat Marius melihat sebuah potret bahagia ibunya bersama dengan lelaki lain yang tidak pernah Marius lihat sebelumnya.
⎯⎯ ୨ ୧ ⎯⎯
Marius melihat Zoe duduk di depan perapian selagi ia membaca buku. Disentuhan bahu Zoe dan itu berhasil menyita atensinya. Wanita itu perlahan mengulas senyum lalu menyentuh tangan Marius yang masih berada di bahunya.
"Kenapa kamu belum tidur?"
"Aku menunggumu."
Dilihatnya jam di pergelangan tangannya. Ternyata Marius sudah menghabiskan waktu yang lama di ruang kerjanya sampai tak terasa kalau jam menunjukkan pukul dua dini hari. Perlahan Marius menghela napas penuh sesal sebab harus membuat Zoe menunggu dirinya selama itu.
"Maaf membuatmu menunggu lama ...."
Zoe menggeleng seraya tersenyum seolah itu bukan masalah besar untuknya. Ia kemudian menutup buku dan beranjak berdiri. "Ayo. Kamu pasti sangat lelah."
Marius tanpa banyak bicara lagi meraih uluran tangan Zoe dan keduanya pergi menuju kamar mereka.
Di atas ranjangnya, Marius yang sudah berganti baju menunggu Zoe sampai ia naik ke ranjang. Barulah kemudian Marius berbaring di samping Zoe. Satu-satunya tempat ternyaman adalah tidur dalam dekapan Zoe dan entah sejak kapan Marius menyukai posisi tersebut. Satu hal yang pasti adalah ketika bersama Zoe dirinya bisa tertidur dengan nyenyak.
"Aku tidak tau kalau kamu bisa semanja ini."
"Hanya denganmu."
Zoe menahan senyumnya membuat ia makin mengeratkan dekapannya.
"Zoe?"
"Hm?"
"Seandainya ... suatu hari nanti aku pergi, apakah kamu akan baik-baik saja?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
Marius tidak menjawab pertanyaan Zoe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Dangerous ✔ (New Version)
Romansa(New Version, 2024) Media menyebutnya sebagai Mr. Dangerous. Dia disebut berbahaya sebab pribadinya dikenal begitu sempurna. Ketampanan, kekayaan, citra yang sangat baik, dia memiliki semuanya. Kharisma dan pesonanya mampu menghipnotis siapapun yang...
