Part 14

226K 14.3K 64
                                        

'*•.¸♡ ♡¸.•*'
✶﹒❀﹒✷﹒✸﹒

"Kamu yakin?"

"Kenapa?"

"Aku tidak mau bertanggung jawab jika nanti kamu kesulitan berjalan."

"Oh Tuhan, Marius ... lakukan saja!"

"Kamu harus berjanji kepadaku."

"Apa?"

"Jangan berteriak di telingaku." Setelah mengatakan itu Marius lalu menarik gas jet ski yang langsung meluncur cepat di atas permukaan laut. Zoe sontak memeluk tubuh Marius yang hanya mengenakan baju pelampung dengan erat dan menyembunyikan wajahnya di punggung lelaki itu menghindari cipratan air laut ke wajahnya.

"INI TERLALU KENCANG!!"

"SUDAH KUBILANG JANGAN TERIAK!!" Marius lalu sengaja memutar-mutarkan Jet ski yang ia kendarai itu hingga membuat Zoe makin mengeratkan pegangannya sebab takut terpontang-panting lalu terlempar ke laut.

"MARIUS!! MATAKU PERIH SIALAN!!"

Marius hanya tertawa-tawa puas mendengar umpatan Zoe. Sudah ia bilang agar Zoe diam di private boat saja menikmati pemandangan pantai namun wanita itu malah ingin mencoba mengendarai jet ski dengannya. Usai lelah memutari pantai dan perut mereka mulai terasa lapar, keduanya pun kembali menaiki boat. Pedro membantu Zoe untuk naik lebih dulu, kemudian Marius menyusul.

"Kakimu baik-baik saja?" Seraya melepas baju pelampungnya Marius melihat plester luka di kaki Zoe mengelupas.

Zoe mengikuti arah tatapan Marius. "Hanya sedikit perih," ucapnya lalu mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya. Jangan tanya Zoe bagaimana perasaannya pagi ini. Sejak bangun dari tidur ia langsung disuguhkan pemandangan Marius tengah menyeruput teh seraya menikmati pemandangan laut yang indah. Dari siluetnya saja lelaki itu terlihat begitu rupawan. Alih-alih membangunkan Zoe, Marius justru menunggu sampai Zoe terbangun, lalu lelaki itu menawarkan sarapan yang sudah tersedia di kamar mereka. Zoe yang baru bangun sekuat tenaga meneguk saliva mengingat kejadian semalam. Entah mengapa cara pandangnya terhadap lelaki itu kini mulai sedikit berbeda. Mungkinkah masih ada sisa rasa yang dulu ada? Tapi Zoe hanya sekedar mengaguminya kok, tidak lebih!

"Kamu tidak ada alergi seafood 'kan?"

Lamunan Zoe buyar, ia menggeleng melihat Marius yang bertelanjang dada dengan rambut masih basah melangkah melewatinya. Bahkan aroma parfumnya saja masih tercium walau lelaki itu sudah mandi air pantai. Kini mereka sedang duduk di sofa berhadapan dengan meja yang berisi berbagai makanan boga bahari. Perhatian Zoe hampir terkecoh bukan pada makanan yang terlihat lezat, melainkan pada perut kekar Marius yang terbentuk sempurna. Zoe memang sudah biasa melihat pemandangan seperti itu, bahkan saat tadi melewati pantai, banyak pria kekar yang bertelanjang dada, tapi kali ini, saat Marius melepas kacamata hitam Prada-nya lalu membuka satu per satu kancing kemejanya sebelum terjun berenang ke air pantai, ada sensasi aneh yang muncul di diri Zoe. Detak jantungnya jadi tak karuan.

"Sudah kubilang 'kan? Ternyata pilihan Amber ada fungsinya."

Tiba-tiba saja ia membahas itu? Pipi Zoe langsung meremang mendengarnya, dibalik bathrobe yang ia kenakan ini, ia memang hanya memakai one piece saja, tapi sebelumnya Zoe memakai celana pendek sehingga tidak terlihat begitu seksi. Menanggapi Marius, Zoe hanya bergumam dan memilih untuk menikmati makanannya. Ia tak mau salah tingkah karena pembahasan ini.

"Sejak kapan kamu bisa mengendarai boat?" Zoe bertanya untung mengalihkan pembicaraan. Private boat yang mereka tumpangi ini memang dibawa sendiri oleh Marius, tapi dengan dampingan crew boat tentunya. Hanya saja nampaknya mereka tahu bahwa Marius pandai mengendarainya sehingga mereka tak begitu khawatir. Apalagi kabarnya Marius ingin membeli boat ini sebab ia menyukai model dan interiornya.

Mr. Dangerous ✔ (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang