"halo"
"yak!! kenapa kau baru mengangkat telpon ku hah? Kau sungguh keterlaluan, tidak pamit ke Busan dan tidak bisa dihubungi, membuatku tidak fokus bekerja!!"
telinga Seonho berdenging mendengar teriakan Daniel
"baiklah, aku tutup telpon nya agar kau fokus bekerja"
"Seonho-yaaaaaaaa"
nada bicara Daniel langsung berubah begitu mendengar ancaman Seonho, Seonho terkekeh membayangkan bagaimana ekspresi orang yang sedang melihat Daniel. Tubuh yang besar dengan rengekan nya yang emm menggemaskan?
"baiklah, tidak aku ku tutup asal jangan berteriak"
"ne ne baiklah sayang, kau sudah sampai? sudah makan? naik apa tadi? pulang kapan? mau kujemput?"
Seonho hanya menggelengkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan rentet dari Daniel
"siapa yang kau maksud dengan sayang? dan pertanyaanmu terlalu panjang"
"tentu saja orang yang sedang berbicara denganku hehe"
"jangan menggombal, aku tahu kau bahkan memanggil penata rias mu dengan panggilan sayang. Aku sudah sampai dan kau mengganggu waktu makan ku. Tidak usah dijemput karena besok aku akan kembali dengan temanku. Puas?"
"teman? siapa?"
"kau takan kenal"
"laki-laki atau perempuan? jika laki-laki, apa seorang seme?"
suara Daniel terdengar rusuh
"bukan urusan mu, bye Daniel"
terdengar tidak sopan memang ketika orang lain mendengar Seonho memanggil Daniel tanpa embel-embel hyung dengan perbedaan usia 6 tahun. Tapi Daniel sendiri yang tidak ingin di panggil hyung oleh Seonho
tut
Seonho tersenyum, membayangkan Daniel yang pasti tengah berteriak kesal sekarang
Seonho sedikit hapal beberapa sifat Daniel. Seonho menghidupkan mode pesawat pada ponselnya karena Daniel pasti akan terus berusaha menghubunginya dan menyusul ke Busan
kejadian seperti ini pernah terjadi ketika Seonho harus ikut acara sosial di sebuah pedesaan di daerah Gwangju beberapa bulan yang lalu, Daniel benar-benar datang beberapa jam setelah Seonho memberitahu tempat dia berada
entahlah. Seonho benar-benar tak ingin Daniel bertemu dengan Guanlin tanpa tahu alasan nya apa
.
.
.
.
.
.
.
"wow terimakasih traktirannya Jinyoung"
"sering-sering kalau bisa haha"
"sayang Seonho tidak bisa ikut"
Jinyoung hanya tersenyum, dia senang bisa mengakrabkan diri dengan teman-teman Daehwi
Jihoon dan Hyungseob terlihat mulai bersikap biasa saja dengan nya, hanya Woojin yang masih terlihat menutup diri. Selama makan pun dia tidak pernah bertinteraksi dengan Jinyoung
"sama-sama, maaf hanya bisa mentraktir di tempat seperti ini"
Jihoon, Daehwi dan Hyungseob hanya tertawa mendengar ucapan Jinyoung, padahal untuk bisa makan ditempat seperti ini mereka perlu menabung selama seminggu
"cih sombong"
Hyungseob mendelik begitu mendengar ucapan Woojin
sedangkan Jinyoung dan yang lain hanya tersenyum canggung
