GINA kembali ke kamarnya setelah mengunci seluruh pintu dan jendela. Garrick dinas malam dan baru pulang besok pagi, sejak Gina pulang ia tidak menyewa jasa Hannah lagi karena ia masih sanggup merawat Jared dengan perut besarnya. Jared lelah menangis dan sudah tidur di kamarnya setelah diberi susu dan ditimang setengah jam lamanya.
Gina memijat lehernya yang kaku kemudian duduk di tepi ranjang. Rasa sedih melengkapi kelelahannya dan ia sangat ingin tidur. Tapi kemudian sudut matanya menangkap tas jinjing hitam yang ia lupakan begitu saja. Ia mengambil tas dan menumpahkan seluruh isinya di atas kasur.
Ia menemukan amplop putih gading yang belum sempat ia baca sejak meninggalkan Swiss. Dengan amat hati-hati ia membuka benda itu dan mendapatkan beberapa lembar kertas dengan tulisan tangan Kyle.
Ia mulai membaca lembar pertama dan berharap menemukan sesuatu dari sana: keajaiban mungkin?
Lembar pertama:
Untuk gadis tercantik yang paling aku cintai seumur hidupku. Aku tetap menyebutmu gadis walau kau sudah melahirkan seorang anak, atau mungkin dua orang, saat ini.
Ketika pertamakali kita berjumpa, aku bimbang apakah itu sebuah kesialan atau keberuntungan.
Apa kau tahu, kau adalah gadis paling kurang ajar karena berani masuk ke dalam dinding pertahanan hatiku yang dingin dan sekuat baja? Kau meruntuhkannya, Gina.
Aku sempat menyesali pertemuan kita, andai kita tidak pernah bertemu, mungkin aku masih hidup sekarang. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu wanita ke wanita lain. Asal kau tahu saja, aku selalu kabur seumur hidupku. Aku kabur dari perbudakan saat kecil, aku kabur dari penjara, dan sekarang aku kabur dari kejaran polisi. Pekerjaanku sangat kotor.
Aku selalu berhasil menjalankannya dengan sempurna, aku berpindah dari satu tempat ke tempat lain sehingga musuh tidak mungkin menemukanku.
Mungkin keputusanku datang ke kota ini adalah sebuah kesalahan. Aku bertemu denganmu, terjebak bersamamu. Bahkan memiliki Jared adalah satu hal yang tidak sedetikpun kubayangkan, memikirkannya saja tidak.
Andai saja kita tidak pernah bertemu, mungkin aku tidak akan pernah merasakan semua ini. Mencintai, posesif, memiliki, dan cemburu. Merasa bersalah karena membuatmu marah dan menangis adalah satu hal yang tidak pernah kujumpai pada wanita lain.
Aku memberi nama putra kita Jared sesaat setelah ia lahir, waktu itu kau menolaknya, ingat? Jared, jika kau ikut membaca surat ini kuharap kau tidak salah paham karena Mamamu bukan tidak sayang padamu, tapi ia sakit hati pada Papamu yang kejam ini.
Gina, kau boleh melengkapi namanya dengan nama keluargamu. St.Michael adalah nama terkutuk. Aku akan setuju selama itu bukan nama salah satu mantanmu terutama Tim Taylor, aku memiliki firasat dialah yang akan membunuhku. Dia begitu haus akan darahku.
Gadisku yang manis, bagaimana dengan anak kedua kita? Apakah dia laki-laki? Kuharap dia perempuan karena aku tidak ingin kau kesusahan dengan seorang bayi laki-laki lagi yang wajahnya mirip denganku.
Pesanku pada Jared, tolong jagalah Mama dan adikmu untuk Papa. Kau harus pegang itu sepanjang hidupmu, ingat? Aku mengawasimu dari sini.
Please, sampaikan pesan ini pada Jared. Papa mencintaimu.
Sebenarnya kehadiranmu mengubah sebagian besar hidupku, Jared. Selain Mamamu tentunya. Kalian berdua memporak-porandakan kredibilitasku sebagai Don Juan.
Lembar Kedua:
Aku menulis ini pada malam pesta terkutuk di kastil Highleigh, aku rasa ini adalah pesta terakhir yang kuadakan. Kau begitu cantik malam ini, aku bersyukur karena tidak menelanjangimu di tengah lantai dansa. Oh, please, jangan ijinkan Jared membaca bagian ini.
Gadisku... Kau pasti setengah mati menahan lidahmu untuk tidak bertanya mengenai latar belakangku. Aku menghargainya. Tapi sekarang aku akan jujur padamu. Aku adalah bayi korban perang, kedua orang tuaku meninggal dan aku sempat merasa sial mengapa aku tidak mati bersama mereka ketika merasakan hidup begitu kejam padaku.
Aku dibesarkan oleh tentara perang, oleh juru masak mereka tepatnya. Mereka memperlakukanku seperti budak hingga aku berusia lima belas tahun. Aku berhasil melarikan diri dengan kapal barang yang berangkat dini hari.
Sejak saat itu aku melakukan apapun untuk bertahan hidup. Tidak perlu kuceritakan detilnya, sangat menjijikan, yang jelas kau bertemu aku ketika aku berada di puncak kesuksesanku sebagai penjual senjata ilegal yang menyuplai peperangan.
Selanjutnya apa yang terjadi kau sudah tahu sendiri karena kau ikut terlibat di dalamnya.
Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan seluruh isi hatiku. Terlalu banyak hal yang ingin kukatakan padamu tapi aku bingung harus bagaimana. Aku yakin kau memahami apa yang kurasakan.
Akhirnya aku bisa mengucapkan ini pada seorang perempuan walau tidak dengan mulutku sendiri.
Regina St. Michael (jika kau tidak keberatan dengan nama itu)... Aku telah jatuh cinta padamu dengan segenap jiwa dan ragaku, aku memujamu.
Regina St. Michael (berpura-puralah kau senang dengan nama itu)...
Aku mencintaimu. Jika nasib berkata lain sudah pasti aku akan menikahimu. Jika ada kesempatan kedua, aku tidak akan menyiakanmu. Jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya berjanjilah untuk tetap mengenalku dan menerimaku sebagai priamu.
Karena kesempatanku di kehidupan ini sudah selesai (mungkin), maka kau harus melanjutkan hidupmu hingga akhir, berjuang demi anak-anak kita.
Dan ketika kau bertemu dengan seseorang kuharap kau menemukan diriku di sosok itu. Aku tersenyum geli ketika menulis ini, tapi kesimpulanku kau memang tergila-gila padaku. Aku ingin kau bahagia dengan membuka hati pada pria lain, kau pantas mendapatkannya setelah bencana yang kutimpakan padamu.
Kau tahu, aku menulis ini setelah aku bercinta denganmu, rasanya lelah sekali. Menjadi tuan rumah pesta, menjadi pemandu tur singkat untukmu, marah-marah padamu karena kelancanganmu sehingga Tea kabur, lalu bercinta dengan cara yang paling buruk denganmu. Maafkan aku. Nah, sekarang aku akan berjuang untuk mendapatkan maaf darimu.
Selamat Malam Gina (entah pukul berapa kau membaca surat ini) selalu sisipkan aku dalam mimpimu.
Pria yang mencintaimu, Edward J. K. St. Michael
Gina masih menatap tulisan ajaib Kyle, pikirannya melayang ke malam pesta itu. Satu malam yang panjang dan melibatkan berbagai jenis emosi termasuk gairah. Tanpa terasa pipinya basah oleh air mata, ia memeluk surat itu seakan ia sedang memeluk Kyle.
Terimakasih, Edward. Aku sangat mencintaimu. Selamat Malam.
****
Gina akan menemukan kebahagiaan di seri keduanya yang (semoga saja) diupdate reguler ya (buat yang kepingin baca aja sih).
Makasih banyak ya sudah mau baca cerita saya. Saya senang kalau ditinggalin komentar sama vote. Ya penulis gini senangnya gimana lagi sih kalau bukan dari dukungan kalian.
Salam, Beestinson.
Duh, kepala bisa capek juga ya 😅
KAMU SEDANG MEMBACA
Castle
RomanceEdward Kyle : Aku kejam dan super egois, aku tidak segan melenyapkan kalian yang tidak berguna lagi bagiku apalagi mereka yang mengusik hidupku. Aku selalu melakukan segala cara untuk melindungi diri sendiri. Regina Dawson : Gosipnya pesta di kastil...
