***
Author POV. . .
Nara berjalan dengan malas melihat-lihat beberapa stand bazar, hari ini hari pertama bazar akbar kampusnya dibuka, kebetulan tahun ini fakultasnyalah yang diberikan kesempatan untuk membuat acara ini, mulai dari stand makanan, pakaian, aksesoris bahkan panggung hiburan, dia sudah merasa lelah mengekori Siska dan Novi yang entah dapat kekuatan darimana bisa kuat berjalan.
"betis lo yang sabar ya" Nara duduk disalah satu kursi disebuah stand yang menjual kaos sambil mengelus betisnya yang terasa lelah.
"Ya ampun segitunya amat Ra, gimana mungkin lo bisa menyebut diri lo wanita kalo muter-muter buat belanja aja gak kuat" Siska berdiri disamping Nara, membuat Nara mengerjit ngeri melihat kaki Siska yang memakai heels cukup tinggi.
Nara mengambil tangan Siska dan menyalaminya "Anda sungguh strong" Nara melirik kekaki Siska membuat yang punya kaki mengikuti pandangan mata Nara
"ini namanya cewek" Siska menggoyang-goyangkan kaki nya.
"tau gitu mending gue gak usah jadi cewek" dengus Nara membuat Siska terkekeh geli
"Yah udah deh jangan ngambek, entar gue traktir Aqua" bujuk Siska
"Idih, Air putih doang ni?"
"lah lo mau malak anak kosan?" sesaat mereka saling tatap sampai kemudian keduanya tertawa.
Novi berjalan cepat kearah Siska dan Nara yang duduk dipojokan Stand, stand yang menjual kaos-kaos dengan gambar-gambar unik ini milik salah satu teman Novi. Novi berdiri tepat disamping Siska menutupi tatapan Nara dari stand-stand lain yang sedang ramai. Novi menyenggol Siska memberi kode membuat gadis itu mengangkat dagunya bingung.
Novi menggerakkan kepalanya memberi kode agar Siska menengok kebelakang kearah stand didepan mereka, dan membuat Siska terpelongo.
"kenapa?" tanya Nara bingung melihat kelakuan kedua temannya yang kelihatan aneh.
"WAAH. . . Kaosnya lucu" tunjuk Novi kearah kaos dibelakang Nara membuat Nara ikut menoleh.
Nara menyerjitkan dahinya melihat kaos berwarna merah terang dengan gambar tengkorak penuh darah yang dikatakan lucu oleh Novi tadi. "ini yang lucu bagian mananya?" Novi terdiam tadi dia hanya asal bicara agar Nara tidak melihat kearah belakang tubuhnya.
"makasih guys" Nara memegang tangan Novi dan Siska "tapi walaupun kalian nutupinnya gue tetap bisa lihat kok" angguk Nara membuat Siska dan Novi menatapnya kaget
"tau apa sih Ra? Tanya Novi canggung
"Tuh" Nara menunjuk cermin dibelakang Nara tepat diatas kaos yang ditunjuk Novi tadi, dari pantulan cermin itu Nara bisa melihat sosok Davi sedang berjalan berdua dengan seorang gadis, gadis dalam tragedi foto kemarin.
Nara berdiri dari tempat duduknya "hebat ya. . . udah dua hari gak nongolin batang hidungnya sama gue sekarang dia malah enak-enakan jalan berdua sama tu cewek, siapa lagi namanya? Alon? Alon-alon asal klakon?"Nara mencoba mengingat nama gadis itu kemudian menyepol rambutnya sembarang. Dan memperhatikan wajah kedua sahabatnya yang terlihat tegang.
"sabar ya Ra" Siska menepuk bahu Nara sedangkan Novi mengelus-ngelus lengan Nara mencoba menenangkan gadis itu agar tidak mengamuk.
Nara mengangguk-angguk "gue gak pa-pa" Nara berjalan santai menuju ketempat Davi dan Alona berdiri melewati kedua sahabatnya itu.
"lo mau kemana?" Tanya novi begitu melihat Nara mulai bergerak dan membuat gadis itu menoleh
"yah ketempat cowok gue lah" katanya enteng
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect BoyFriend ? √
Teen Fiction[Warning : Mager Revisi, masih amburadul. Jangan hate komen yak, 😉] "Abisin !" tatapnya tajam ke gue sumpah gila ya niat banget ni orang bikin gue gendut. kalo aja nggak sayang udah gue tendang ni muka gantengnya. **** Selamat Membaca --by : author...
