Vote.
Happy reading. . .
***
Nara POV. . .
Dengan langkah pelan gue berjalan mengekori kak Davi menuju ke seorang wanita cantik yang sekarang tersenyum ke arah kami dengan ramah. Who ? cantik bana.
"Assalamualaikum," salam kak Davi sesampainya di depan wanita cantik itu kemudian menyalaminya. gue pun demi menjaga norma kesopanan melakukan hal yang sama.
"Waalaikumsalam," Jawab wanita
Saat menyalami gue tangannya menyentuh kepala gue dan mengelusnya pelan sembari tersenyum ."Cantik," Ucapnya membuat gue mau gak mau tersenyum kecil. Tau sendirikan gimana rasanya ada orang yang baru dikenal eh belum kenal malahan terus muji kita cantik walau gue gak yakin itu pujian tulus atau basa – basi doang entahlah yang jelas gue senang di bilang cantik.
"Perlu kenalan?" tanya kak Davi membuat gue menaikkan alis, yah butuh dong. Ah elaa.
"Udah kenal. Kinara Saraswati, pacarnya Arka Davi." Terangnya kemudian mengedipkan sebelah matanya.
"Seratus, itu baru Miminya Davi" ucap kak Davi kemudian membalas kedipan matanya. Dan gue? Gue Cuma bisa bengong bingung harus bereaksi kayak apa.
What Mimi? Mimi peri ?
"Jangan masang wajah bloon gitu dong, katanya mau ketemu sama perempuan yang dari belakang aja cantik dan sexy plus bohay." Gue melotot kearah kak Davi yang dengan santainya mengulang kalimat yang pernah gue ucapin. Yang di pelototin malah terkekeh sendiri.
"Apaan sih." Gue memukul lengan kak Davi yang masih asyik tertawa. Gue bingung sumpah ini orang ngetawain apa?
"Jangan cemburu lagi ya sayang," ucap kak Davi kemudian mencubit gemas hidung gue, membuat gue makin barbar memukul lengan kak Davi.
"eheem... Lupa ya disini ada Mimi? Perlu masuk dulu ni Mimi?" seketika aksi gue terhenti dan kembali kaku menoleh kearah wanita cantik yang kalau kuping gue gak lupa gue bersiin menyebut dirinya Mimi, Mimi Peri kah?
"Maaf," Cicit gue kemudian menggigit bibir bawah gue, kebiasaan kalau gue lagi gugup.
Wanita itu malah tertawa melihat gue yang makin kuat menggigit bibir bawah gue menahan gugup kemudian menggiring kami masuk kedalam rumah.
"Ngomong-ngomong siapa yang bohay?" tanya nya membuat gue menyerjit bingung. Gue yang dari tadi tegang sekarang tambah tegang. Ini siapa coba ya tuhan.
"Mimi," jawab kak Davi santai membuat gue langsung menoleh dengan kaget.
"Ini yang namanya Tamara." Tunjuk kak Davi memperkenalkan membuat gue menatap nanar kearah kak Davi. Yah wanita ini sangat cantik menurut gue usianya mungkin baru tiga puluhan mengingat wajahnya yang terlihat elegan dan dewasa. Dan badannya? Jangan tanya langsing banget dan sesuai ekspektasi gue, bagian depannya menonjol gede. Hadeeeh bikin minder aja. Tapi siapakah orang ini?
"Kamu belom cerita soal Mimi?" tanya wanita yang sekarang gue tau bernama Tamara yang menyebut dirinya Mimi. Semoga aja beneran bukan Mimi Peri.
"Ini biar di ajak kesini biar dia tau sendiri," jawab kak Davi santai kemudian berjalan dan berbelok naik melewati tangga "Davi ganti baju dulu, jagain pacar Davi." Teriak kak Davi. Sialan gue di tinggalin sendiri. Tapi kok bisa kak Davi ganti baju di sini? Mimi? Apa maksudnya Mama ya?
Entah berapa lama gue ngelamun ngaur ngidul menerka siapa si Tamara ini dan kenapa kak Davi melenggang dengan santainya di dalam rumah ini. Sampai lamunan gue tersadar saat lengan gue disentuh oleh tangan lembut yang berasal dari samping gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect BoyFriend ? √
Roman pour Adolescents[Warning : Mager Revisi, masih amburadul. Jangan hate komen yak, 😉] "Abisin !" tatapnya tajam ke gue sumpah gila ya niat banget ni orang bikin gue gendut. kalo aja nggak sayang udah gue tendang ni muka gantengnya. **** Selamat Membaca --by : author...
