Vote
Typo Bertebaran....
***
Author POV. . .
Nara menelungkupkan wajahnya diatas meja, sudah hampir dua minggu kejadian itu berlalu, kejadian dimana dia membentak Davi dan memberi pilihan untuk meminta maaf atau jangan menghubunginya sama sekali, nyatanya sekarang lelaki itu sama sekali tidak minta maaf dan lebih memilih menghilang tanpa kabar, tentu saja itu membuat Nara gusar ditambah lagi sekarang Siska juga sudah tidak mau bicara dengannya, gadis itu benar-benar marah dengan tindakan dan pilihan Nara.
Nara berjalan santai sambil sesekali bercanda dengan Reno, yah hari ini lagi-lagi Reno tadi pagi sudah berada di depan rumahnya, menjemputnya.
"Lo masih galau?" Reno menyejajarkan langkahnya, Nara hanya mengangguk lemah, fisiknya bahkan tidak bisa berbohong pertengkaran kemarin benar-benar membuat dia menangis sampai tertidur dan hasilnya dapat terlihat paginya, matanya bengkak menghitam.
"Lo ada masalah apa sih sama cowok lo? Sampe bawa-bawa nama gue?" Tanya Reno walau ada segurat senyum sinis di bibirnya.
"Gak ada apa-apa kok, gak ada hubungannya sama lo" bohong Nara, dia benar-benar tidak ingin membicarakan hal berat pagi ini.
Nara sedikit merasa aneh dan risih dengan tatapan Siska yang sejak dia masuk menatapnya dengan tajam, memang sekarang dia sedang duduk bersebelahan dengan Reno.
Saat jam pelajaran sudah selesai Siska langsung mendekati Nara.
"Ikut gue" Siska menggebrak meja Nara, membuat semua mata melihat ke sumber gebrakan.
"Astaga Ka, santai woy, kaget gue" Nara mengelus dadanya menetralisir jantungnya yang berdetak kencang karena kaget, Siska malah mendengus kesal, sementara Novi hanya berdiri disamping Siska sambil memeluk tas nya.
"Gue mau ngomong sama lo" tegas Siska, membuat Novi menarik tangan Siska, mereka sudah menjadi pusat perhatian seolah-olah Siska seperti sedang melabrak Nara.
"Sis, lo kayak lagi ngelabrak Nara" bisik Novi, Siska yang tadinya fokus melihat Nara sekarang malah memelototi Novi.
"Gue emang ngelabrak dia" ucapnya santai, membuat Nara menatapnya bingung.
"Yuk cepet" Siska menarii lengan Nara, membuat gadis itu berdiri dan bersiap berjalan.
"Kalian mau kemana?" Reno menarik tangan Nara yang lainnya, Nara malah semakin bingung.
"He....! He!" Siska menepis tangan Reno "bukan muhrim"
"Ren, gue sama mereka dulu ya" Nara tersenyum melihat kearah Reno, membuat Reno menghela nafasnya.
"Nanti kalau mau pulang kasih tau gue" Nara mengangguk mendengar ucapan Reno, sementara Siska malah tambah melotot.
"Lo pergi sama dia?" tuduh Siska yang dijawab anggukan oleh Nara, Siska semakin mendengus kesal. Tanpa memberi aba-aba Siska menarik Nara keluar dari kelas diikuti oleh Novi.
Sekarang mereka sedang duduk di kursi taman kampus, mencari tempat yang sepi, niat Siska untuk mengintrogasi Nara, mengingat apa yang di ceritakan Rama padanya soal pertwngkaran Nara dan Davi.
"Lo bertengkar ya sama kak Davi?" cecar Siska, padahal mereka baru saja mendaratkan tubuhnya di atas kursi taman tanpa basa-basi.
"Kenapa kak Davi ngadu sama lo?" Nara menatap Siska malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect BoyFriend ? √
टीन फिक्शन[Warning : Mager Revisi, masih amburadul. Jangan hate komen yak, 😉] "Abisin !" tatapnya tajam ke gue sumpah gila ya niat banget ni orang bikin gue gendut. kalo aja nggak sayang udah gue tendang ni muka gantengnya. **** Selamat Membaca --by : author...
