***
Author POV. . .
Davi melajukan mobilnya ditengah keramaian jalan, tepat disamping tempat duduk kemudi dia sudah menyiapkan bucket bunga mawar merah kesukaan Nara dan coklat berukuran jumbo, salah satu cara Davi agar nanti Nara tidak rewel karna sejak kemarin dia tidak membalas pesan nara.
Dengan harapan nara akan mengerti dan merasa terkejut dengan hal yang biasanya dianggap romantis oleh kaum hawa datang tiba² dengan sebucket bunga dan coklat.
Davi memarkirkan mobilnya twpat didepan pagar rumah Nara, jam baru menunjukkan pukul 9 kurang 10 menit, setahu davi hari ini Nara masuk kuliah jam 10 pagi.
Davi menekan beberapa kali bel rumah Nara. sampai pintu dibuka oleh empunya rumah
"Eh Davi" Davi menyalami mama Nara
"Naranya ada ma?"
"loh udah pergi, ada kuliah pagi katanya" Davi nampak bingung karna Nara tidak melapor padanya, biasanya nara akan mengiriminya pesan setiap akan pergi kemana saja, Yah seperti minta izin tapi ini. atau Nara tidak ada kuota? pikir Davi
"Yah udah deh ma kalau gitu Davi kekampus dulu" Davi menyalami mama dan langsung pamit menuju mobilnya dan mama Nara terlihat bingung.
"apa mereka berantem?" gumam Mama saat Davi sudah meninggalkan pekarangan rumahnya, maklum saja jika mamanya berpikir begitu sebab Nara sendiri terlihat hidup segan mati tak mau saat sarapan tadi.
Davi masuk ke dalam mobilnya menoleh kekursi disampingnya, surprise nya sementara ini di pending dulu.
Drrrtt. . .Drrrt. . .
Davi dengan semangat mengeluarkan Hp dari kantong celananya berharap gadis itu yang menghubunginya.
Rama Adiatmadja : Jan lupa rapat BEM jam 10
Davi berdecak kesal "bukan anggota bem tapi diajak rapat" rutuknya
Davi mengecek lagi pesan-pesan dari Nara kemarin, isinya hampir sama seperti
Queen :
- kak. . .
- dimana?
- balas woy
- kakak sayang where?
- kakakakakakakakakakak. . .
- yuhuuuu uda ku sayang
- kakang mas
- kak bales jan bikin khawatir
- kak
- ARKA DAVI BALAS WOOOOY!!!
Davi tersenyum sumringah melihat isi pesannya, tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya jam terakhir Nara mengiriminya pesan pukul 13:12, tidak biasanya karna biasanya nara akan terus menspam nya sampai Davi membalasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect BoyFriend ? √
Teen Fiction[Warning : Mager Revisi, masih amburadul. Jangan hate komen yak, 😉] "Abisin !" tatapnya tajam ke gue sumpah gila ya niat banget ni orang bikin gue gendut. kalo aja nggak sayang udah gue tendang ni muka gantengnya. **** Selamat Membaca --by : author...
