Chapter 16

3.3K 219 17
                                        

***

Author POV. . . .

Nara berjalan gontai dikoridor agak jauh dari tempat bazar, dengan malas dia memperhatikan gadis yang berjalan disampingnya, Sisi, yang sejak tadi setiap kali Nara bicara hanya ditanggapi dengan kata "ya" atau "oh", membuat Nara jengah harus terjebak bersama Sisi.

"Ini toh pacarnya Davi? nggak banget" Ucap seorang gadis dengan lipstick menor mencegat Nara dan Sisi yang sedang berjalan.

Nara menghentikan langkahnya, menatap bingung, ada tiga orang yang sedang menghadang jalannya dan salah satunya ia kenali sebagai si manusia yang hendak menjadi pho diantara hubungannya dengan Davi, Alona

"Yaah ampun Davi buta apa ya? udahlah ni cewek badannya bantet, rambut urakan, gak bisa dandan, iyuuuh lihat kulitnya gak kerawat gitu" ucap gadis lainnya yang memakai pakaian kekurangan bahan. Nara hanya bengong bingung apa yang sedang terjadi, Nara ini tipe orang yang malas melawan orang-orang bermulut rombeng, buang-buang energi.

"itu dia, gue cuma gak habis pikir kenapa Davi macarin bocah dekil ini, ngerusak harga diri gue" Celetuk pedas Alona. bisa Nara lihat wajah dan perilaku gadis bernama Alona ini sungguh sangat berlawanan, wajah bak mailakat mulutnya jelmaan iblis.

Nara masih diam tidak berniat melawan, toh nanti dia tinggal mengadu ke Daviyang pastinya akan membuat Davi semakin ilfeel dengan Alona, curang memang daripada Davi marah padanya karna bertengkar gak jelas.

"Cabe yuk, Cabe yuk, serebuan aja, murah yuk, cabe busuk" tiba-tiba menyeruak suara ala-ala orang yang sedang menjajahkan dagangan Cabainya. sontak mereka semua menoleh kesumber suara. Siska dan Novi yang berjalan cepat menuju mereka.

"apa lagi ni? susah napas gue, kebanyakan bocah dekil" gadis dengan lipstick menor mengibas-ngibaskan tangannya kewajahnya seolah kepanasan.

"Bengek lo? gak sekalian mati aja? tenang entar gue melayat, kasih tau aja kapan rencananya mau mati" celetuk Siska. memang diantara Nara dan Novi, Siska lah yang paling pemberani dan suka melawan jika ada yang nyinyir dengan mereka.

"Apa lo bilang? berani lo sama gue?" si gadis menor memajukan badannya hendak menjambak rambut panjang Siska, secepat kilat Siska menahan tangan gadis itu dan memelintir tangannya.

"Lo mau apa? siapa lo gue harus takut HAAH? mau ni tangan gue patahin?" semua panik alona dan si gadis berpakaian minim berteriak histeris melihat perlakuan Siska dan mencoba menolongnya.

"Awas ya kalo lo pada macam-macam lagi sama temen gue, gue obrak-abrik tu muka bedak dua meter kalian" Siska melepaskan tangan si gadis menor. untunglah koridor sedang sepi karna semua sedang melihat bazar dihalaman.

Nara dan Novi hanya menahan senyum melihat kelakuan Siska yang brutal. walau terlihat sangat feminim Siska ini jago karate.

"Awas ya lo? gue bales lo" teriak frustasi si gadis menor sambil memegangi tangannya yang tadi diplintir Siska.

"what happen  ladies-ladies ? ono opo? teriak berisik" instrupsi Rama yang entah datang dari mana.

"Raa...Ramaa" kata-kata Alona sedikit tersendat melihat kedatangan Rama

melihat situsi ini Rama sudah mengerti apa yang terjadi, dia mengehembuskan napasnya pelan "kalian" Rama melihat kearah para gadis yang tadi berseteru "daripada ngerebutin Davi mending ngerebutin gue" Rama mengangguk-ngangguk. Siska menatap sinis

"Apa kabar Davi ya kalau tau ini?" Rama menatap kearah Alona

"menurut pengamatan gue, Nara gak bersuara sedikitpun jadi bisa gue minta penjelasan kenapa kalian bertiga mencegat langkah nona Kinara?" Rama menatap intensif kearah ketiga gadis nyinyir itu. mereka hanya terdiam tidak berani bersuara karna sepertinya Rama sudah lama melihat kelakuan mereka.

Perfect BoyFriend ?  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang