Vote 😊
***
Author POV. . .
Davi keluar dari kamar mandi sambil mengusapkan handuk kecil kekepalanya, mandi membuat pikirannya sedikit lebih ringan. Matanya menyelusuri setiap sudut kamar entah kenapa dia merasa rindu Nara berada didalam kamarnya.
Pandangannya terhenti disatu benda diatas nakas samping tempat tidurnya, sebuah map berwarna coklat dan didalamnya terdapat amplop bewarna coklat pula. Davi duduk ditepi ranjang tangannya terulur mengambil amplop coklat tersebut, dibukanya amplop itu dan memunculkan beberapa carik kertas dan beberapa foto, ingatan kembali ke beberapa hari yang lalu saat Rafli dan Rama menunggunya pulang setelah mengantar Nara pulang.
Davi masuk ke apartement nya, bisa dia lihat dari wajah kedua sahabatnya itu, pasti ada sesuatu yang penting yang ingin mereka beritahukan.
Setelah mengambil air mineral dari dalam kulkas Davi duduk di sofa dihadapan mereka.
Rama melemparkan sebuah map berwarna coklat.
"Ini apa?" tanya nya bingung
Davi mulai membuka amplop coklat tersebut memamerkan beberapa carik kertas dengan foto seseorang yang terklip di atas kirinya.
"Lo harus hati-hati mulai sekarang" Peringat Rafli, pandangan memancarkan aura kekhawatiran.
"Leonardo Wijaya, Tobi Abimayu? Siapa? Gue gak kenal?"
"Kalau yang ini? Lo kenal?" Rama membuka salah satu amplop coklat lain, memang didalam map coklat itu ada 3 buah amplop coklat.
Davi terdiam sesaat dia tidak begitu familiar dengan nama itu tapi dia kenal atau lebih tepatnya tahu wajah orang didalam foto yang terklip di disudut kiri kertas itu. " Moreno anggara?"
Rafli memperhatikan ada perubahan pada raut wajah Davi "Lo kenal?"
"Temennya Nara, apa masalahnya dengan orang ini?"
"Jadi lo udah pernah ketemu sama dia?"
Davi menganggukan kepalanya saat mendengar pertanyaan Rama. "Gue pernah ketemu dia sekali, seingat gue sih kemarin"
"Dimana?" Rafli menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.
"Di Restoran, Nara ngenalin gue sama dia, yah tapi kami gak sengaja ketemu, jadi kenapa dia nyari tau soal gue, ada hubungannya dengan perusahaan? Lagi?"
Rama menggeleng "sejauh informasi yang gue dapat ini berhubungan dengan Nara"
Davi yang tadinya terlihat santai sesaat menegang, sorot matanya seolah bertanya kenapa? Kenapa bisa ada hubungannya dengan Nara, pacarnya. "Nara? Kenapa?"
"Lo banyak banget ngomong kenapa dari tadi"
Refleks Davi melempar bantal sofa kearah Rama, "karna gue gak ngerti poin pentingnya dimana? Kenapa bisa dihubungkan dengan Nara" kesal Davi.
"Menurut gue, karna orang ini tans fanatiknya Nara" ucap Rafli enteng.
"Fans fanatik? Nara? Kalian lagi main drama?"
"Gue gak becanda Arka Davi, lihat amplop berikutnya"
Davi membuka amplop coklat terakhir, terdapat 3 buah kertas berisi foto dan informasi tentang tiga orang.
"Siapa pula ini?" Davi mendongak, jelas dia sangat bingung ada apa? Kenapa banyak sekali foto lelaki yang ditunjukkan kedua temannya itu.
"Itu tiga orang korban ke fanatikan Si Moreno itu" Rama berdiri dari duduknya berjalan menuju kulkas dan mengambil sebotol air mineral karna memang hanya ada minuman berwarna bening itu didalam kulkas Davi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect BoyFriend ? √
Novela Juvenil[Warning : Mager Revisi, masih amburadul. Jangan hate komen yak, 😉] "Abisin !" tatapnya tajam ke gue sumpah gila ya niat banget ni orang bikin gue gendut. kalo aja nggak sayang udah gue tendang ni muka gantengnya. **** Selamat Membaca --by : author...
