Chapter 39

2.5K 191 46
                                        

Voteee

Typo bertebaran....

***

Author POV. . . .

"Dia cabut, dan dia ngelepasin lo" Nara terdiam mencerna ucapan Reno.

"Ren apa-aphmm....." belum selesai bicara mulut Siska sudah dibungkam lebih dulu oleh tangan Rama, memaksa agar gadis itu diam.

"Maksud lo Ren?" Siska menatap Reno nanar, air mata sudah siap membasahi wajahnya, lagi.

"Dia sadar kalau lo gak cinta sama dia, dan lebih milih gue, mangkanya dia mundur" jelas Reno. Matanya mantap menatap tepat ke mata Nara.

"Gue sayang sama dia Ren" ucap Nara lirih, benar hatinya sudah terikat dengan Davi

"Gue juga sayang sama lo Ra, apa lo gak bisa ngerasain itu semua" Reno mencoba meraih tangan Nara, namun gadis itu menepis tangan Reno.

"kalau lo sayang sama gue lo gak akan ngehina gue di depan teman-teman lo" Reno tersentak mendengar apa yang di ucapkan Nara.

"Apa maksud lo? Gue..."

Belum selesai Reno bicara Nara sudah terlebih dahulu memotongnya "SMP, toilet cowok. Gue dengar sendiri gimana lo ngejelekin gue di depan teman-teman lo" Nada kecewa sangat terasa dari ucapan Nara

"kalau lo tau kenapa lo gak ngehindarin gue" suara Reno sedikit melemah.

"Karna bagi gue lo sahabat baik gue" lirih Nara jujur, air mata sudah membasahi pipinya.

"Selama ini, gue coba tutup mata dan telinga gue dan mengelaki semua fakta buruk soal lo dan mencoba percaya Reno yang gue kenal gak akan ngelakuin semua itu, gue bahkan bertengkar sama orang – orang yang gue sayang Cuma buat lo tapi apa?, perasaan yang dulu gue pikir cinta ternyata gak lebih dari rasa bersalah dan kasihan, mengingat semua hal yang terjadi sama lo, Maaf, Maafin gue kalau selama ini gue terkesan memberi harapan sama lo" terang Nara panjang lebar mengungkapkan semua perasaan yang menjanggal di hatinya, dan inilah keputusannya.

Reno tersenyum lembut kemudian mengacak rambut Nara membuat gadis yang sedang menangis sesegukan itu mendongak menatap kearah Reno yang tersenyum tulus.

"Enggak, gue yang seharusnya minta maaf sama lo, gue yang terlalu terobsesi sama lo, makasih buat semuanya" Reno menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya "dan kejar dia".

Nara mengangguk mendengar ucapan Reno, sesaat mereka saling tatap dan Nara tau tatapan Reno sarat akan kekecewaan dan penyesalan "Karna gue tau dia sayang banget sama lo, dan gue bisa tenang sekarang lo sudah ada yang melindungi dan akan mejaga lo dengan baik" ucap Reno tulus.

"Fighting" tambahnya sembari mengepal kedua tangannya keatas memberi semangat.

"makasih Ren" Nara mengusap air matanya.

"Boleh gue peluk elo?" Reno menatap Nara penuh harap, Nara menoleh kearah teman-temannya yang sedang menonton mereka. Dan Siska mengangguk memberi isyarat 'iya' kepada Nara, bahkan sekarang gadis itu sedang mengusapnya matanya.

Nara mengangguk, membiarkan Reno memeluk tubuh mungilnya "Kalau dia nyakitin lo, jangan sungkan ngadu ke gue, gue akan dengan sangat senang hati bikin dia babak belur"

Nara tertawa mendengar ucapan Reno, akhirnya ada hari dimana semua masalahnya dengan Davi akan terselesaikan. Kemudian Nara mengangguk dan Reno melepaskan pelukannya.

"Kak Davi kemana?" tanya Nara sembari berjalan menuju kepada duo abang-abang yang biasanya selalu bersama Davi.

"Kayaknya sih ke Apartement nya, kemana lagi" jawab Rafli.

Perfect BoyFriend ?  √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang