Vote.
Maaf buat semuanya guys J
***
Nara POV. . .
Nyebelin itu ya gini, bilangnya gladi jam 8 tapi malah ngaret sampai setengah sepuluh, siapa coba yang gak gondok nunggunya. Disinilah gue sekarang duduk sendirian dikantin tempat biasa kami ngerumpi setiap kali istirahat kuliah, atau lagi malas masuk kelas. Yah tempat yang penuh kenangan.
Bisa gue lihat sekarang Siska sedang menenteng dua tas dengan Novi yang sudah berbelayutan berpegangan pada lengannya.
"Gila ya ni bumil, nempel mulu sama gue, mau lo anak lo mirip gue," rutuk Siska setibanya di hadapan gue. beginilah tiap kali bertemu Siska selalu mendumel sendiri setiap kali Novi bergelayutan berjalan beriringan dengannya.
"Lo tega kalau anak gue ileran? Lagian kapan lagi, besok udah wisuda abis itu gue balik ke Bukittinggi," Sergah Novi kesal mendengar ocehan Siska.
"Ya deh iya sini belayutan deh gue sampai puas, maafin aunty ya dedek," Siska mengelus lembut perut buncit Novi.
"Semoga kamu cantik kayak aunty ya," sambung Siska membuat Novi komat kamit menyebut amit-amit jabang bayi berkali kali, Siska hanya mencebikkan bibirnya kesal. Sementara gue Cuma senyum-senyum setiap kali melihat hal ini. Karna ini bukan pertama kali tentunya.
Yah kalian pasti gak pada nyangka. Diantara kami bertiga Novi lah yang terlebih dahulu menemukan jodohnya, sembilan bulan yang lalu dia resmi menjadi nyonya Arsyad yups nama suaminya. Setelah dia nangis kejer berhari-hari nolak di jodohkan oleh orang tuanya akhirnya dia mau dan binggo ternyata calonnya tidak seperti pikirannya yang mengatakan bahwa dia jelek, gendut dan botak mengingat Aryad ini sudah berusia 32 tahun, 10 tahun lebih tua dari Novi. Yah untung aja Novi gak benar-benar nolak perjodohan itu sebelum ketemu sama orangnya nyatanya Arsyad itu ganteng. Yah gue akui dia ganteng banget dengan wajahnya yang mirip orang timur tengah katanya masih ada darah Pakistannya gitu.
Jadilah sembilan bulan yang lalu mereka menikah tentunya dengan Novi yang dengan semangat mengangguk saat ditanya ketersediiannya. Dan akhirnya pula gue kesampaian pergi ke Bukittinggi kampungnya Novi menghadiri pesta pernikahan Novi yang meriah sekali dan kental dengan adat dan nuansa agamisnya terasa sekali. Menginap beberapa hari untuk liburan.
Oh iya banyak banget yang berubah selama dua tahun ini yah selain si Novi yang gak pernah punya pacar tau-tau nikah duluan dan sekarang lagi hamil 6 bulan. Contoh nya ni Siska ayo tebak sekarang Siska melabuhkan hati tomboynya kesiapa? Ayo tebak?
Bang Rama, yups.. gue juga gak tau kenapa bisa dan kapan tepatnya mereka jadian karena setahu gue mereka kalau ketemu suka adu argumen atau kalau gak berakhir dengan Siska yang dengan barbar memukuli bang Rama, dan tau-tau sebulan yang lalu mereka tunangan, kan sesuatu banget. Kesel? Gak gue lebih ngerasa iri sama mereka berdua, Siska dan Novi. Kadang gue suka nanya sama diri sendiri kapan giliran gue bisa bahagia kayak mereka?
Reno? Dia juga sudah menemukan tambatan hatinya dan sudah resmi jadian entah sejak kapan dengan anak kedokteran, gak tau juga tu kok bisa dia nemu anak kedokteran di fakultas ekonomi. Rajin jalan kayaknya dia. Dan dia masih tetap Reno yang gue kenal yang selalu ngejagain gue dan bantu setiap kali gue kepentok masalah.
"Danial mana Ra?" suara Siska membuyarkan lamunan gue.
Gue mengangkat bahu. "Gak tau, katanya lagi ngurus anak-anak mau kemah," jawab gue mengingat Danial ini panitia pengurusan Pramuka.
"Lo udah jadian sama dia?" tanya Novi membuat gue yang lagi menyesap es jeruk nyaris tersedak.
"Belom ya?" tanyanya lagi begitu melihat gue nyaris tersedak. Gue Cuma menganggukkan kepala pelan mengingat bagaimana hubungan gue sama Danial.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect BoyFriend ? √
Teen Fiction[Warning : Mager Revisi, masih amburadul. Jangan hate komen yak, 😉] "Abisin !" tatapnya tajam ke gue sumpah gila ya niat banget ni orang bikin gue gendut. kalo aja nggak sayang udah gue tendang ni muka gantengnya. **** Selamat Membaca --by : author...
