22. Rendi Ngerokok Lagi

4.3K 302 7
                                        

Jika semua orang bilang kamu dingin, maka aku adalah orang pertama yang bilang kamu hangat dan menyenangkan. Karena kamu selalu menghadirkan sesuatu yang baru dan berhasil membuatku penasaran.

-Kurang Cantik

***

Renata datang ke sekolah dengan kumpulan kertas rumus matematika  di tangannya. Di meja sudah ada tas selempang milik Rendi namun, tak ada sang pemiliknya.

"Kemana ya dia?" Renata bertanya dalam hati sambil menaruh tasnya diatas bangku.

"Ren!" mendadak Tarisa datang dari belakang.

"Eh Tar!"

"Lo nyari kak Rendi yaa?" goda Tarisa saat menyadari temannya melihat kanan-kiri.

"Ih apa sih, nggak juga!" ucapnya berbohong.

"Alah bilang aja! Tadi pas mau ke kelas gue liat kak Rendi naik tangga, kayaknya sih mau ke atas."

"Oh..." jawab Renata singkat lalu duduk.

"Loh gak disusulin nih?"

"Ha? Ya-ya nggak lah buat apa?"

"Ya kan menurut yang gue liat lo kayak akrab banget sama Kak Rendi."

"Ng-ngggak juga!" bantah Renata.

"Ah masaaa?" Tarisa tak berhenti menggoda.

"Iya bene..." ucapannya terputus karena melihat seseorang yang berdiri di belakang Tarisa.

"Tuhkan gak bisa ngomong apa-apa? Suka kan sama kak Rendiii?" Tarisa senyum-senyum sendiri.

Sedangkan Renata sudah meletotinya untuk diam dan menunjuk-nunjuk seseorang yang berdiri di belakang Tarisa dengan bola matanya.

"Ih apaan sih Ren!" Tarisa berbalik lalu nyengir ketika mendapati Rendi yang berdiri dengan tatapan dingin mengarah padanya.

"Hehe... permisi ya kak!" Tarisa langsung kabur.

Renata ikut-ikutan nyengir sambil berdiri, mempersilahkan Rendi untuk masuk.

"Tadi lo ngomongin gue ya?" tanya Rendi.

"Ih bau rokok," Renata mencoba mengalihkan arah pembicaraan karena mencium asap rokok dari seragam Rendi. "Lo tadi ngeroko ya?" tuduhnya.

"Iya, cuman sebatang. Emangnya kecium ya?" balas Rendi.

"Ya iya lah, kan itu namanya tetep ngerokok, bau tau!"

Mendengar itu, Rendi hanya diam.

"Gak sayang apa sama paru-parunya sendiri?!" Renata berucap lagi.

Rendi kini mengangkat bahunya. "Pengennya sih ceept mati." ucapannya terdengar dingin.

"Ih gak boleh ngomong gitu! Banyak tau yang pengen punya umur panjang, tapi gak bisa! Harusnya lo bersyukur masih bisa hidup dengan sehat!"

Rendi diam.

"Nih ya, ngerokok tuh gak baik. Ngerugiin diri sendiri, ngerugiin juga orang lain!"

"Kan gue ngeroloknya diatap, gak kena orang."

"Tetep aja kan asapnya tertimbun diatas, gak baik buat bumi!"

"Sok cinta lingkungan lo!"

Renata menggeleng, heran dengan cara pikir cowok yang satu ini.

"Iya-iya sorry gue yang salah." mendadak Rendi meminta maaf dan berhasil membuat Renata semakin heran.

"Permisi!" Rendi berdiri dari duduknya.

Kurang CantikCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang