10. Makan Bareng Rendi

5.3K 348 2
                                        

Terkadang, orang yang datang dengan cara menyebalkan. Ternyata adalah orang yang benar-benar menyebalkan!

-Renata Teresia-

***

Setelah melewati hari yang cukup berat, Renata butuh tempat tenang. Ia sudah izin pada Zee untuk pulang lebih lama, agar kakaknya tak menunggu. Rooftop sekolah adalah tempat paling nyaman. Sekarang sudah pukul 4 sore, angin sepoi-sepoi menyapa Renata ketika ia baru saja tiba di rooftop.

"Enak banget udaranya!" Renata memejamkan mata sambil membentangkan kedua tangannya, menikmati angin kota Bandung yang saat ini terasa sejuk.

Saat menarik nafas dalam-dalam dengan mata tertutup ia merasakan sesuatu yang aneh, matanya segera terbuka. Lalu menatap ke samping.

"Elo?" Renata menatap Rendi yang berdiri di sampingnya sambil menghisap merokok.

"Mau?" Rendi memawarkan sepuntung rokok yang diambil dari saku bajunya.

"Ha?" Renata masih tak percaya, cowok itu menawarkan benda yang sangat dibencinya.

"Ya udah kalo gak mau." ia kembali memasukan rokok ke dalam saku lalu mulai menghisap lagi rokok yang ada di tangannya.

"Ini area sekolah loh!"

"Terus kenapa?"

"Ya gak boleh ngerokok!"

"Guru-guru banyak kok yang ngerokok di area sekolah."

"Tapi elo kan siswa!"

"Terus lo siapa larang-larang gue?"

Renata terdiam sejenak. Hingga akhirnya mengambil rokok dari tangan Rendi, melempar lalu menginjaknya.

"Ih kenapa sih lo!" Rendi terlihat marah.

"Kenapa? Gak suka?"

Rendi diam menatap tajam gadis di sampingnya.

"Kemarin juga gue gak suka dijaadiin pacar pura-pura lo!" maki Renata.

Mendengar itu, Rendi tertawa. "Kemarin daerah itu sepi, cuman lo yang lewat. Ya udah terpaksa."

Renata mengkerutkan dahinya. "Lo harusnya bisa pake alasan lain kan?"

"Gak bisa."

Mendengar itu, Renata menghela nafas menahan rasa kesalnya.

"Udah deh mending gini, sekarang lo gue traktir makan. Sebagai ucapan terimakasih." kata Rendi.

"Gak, gak perlu!"

"Harus mau, gue gak suka denger penolakan!" Rendi menarik paksa tangan Renata untuk turun.

"Ih lepasin!" Renata mencoba melepaskan tangannya ketika menuruni anak tangga.

"Udah nurut aja, daripada tangan lo sakit." kata Rendi yang semakin mengeratkan genggamannya.

Renata pun mengalah, mengikuti langkah cowok itu ke parkiran sekolah.

"Buruan naik!" Rendi yang sudah menaiki motor ninja hitamnya mengajak gadis itu naik.

"Eh nggak, gue mau pulang!" Renata yang sudah tak di pegang lagi melangkah pergi.

"Ya udah kalo lo gak mau, gue bakal ngaku-ngaku jadi pacar lo. SAMPAI GUE LULUS!" ancam Rendi.

Renata segera berbalik. "Ih gila ya lo! Gak ada untungnya ngaku-ngaku punya pacar jelek kayak gue!" serunya.

"Ada, nanti kan lo dibully sama cewek-cewek yang ngejar-ngejar gue. Siap-siap aja menderita!"

"Emangnya segitu populernya lo? Sampe cewek-cewek harus marah saat lo punya pacar?"

Kurang CantikCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang