Dave tak sadarkan diri terbaring di atas meja beton. Kali ini tubuhnya tidak diikat rantai hanya mantra yang memiliki warna lain yang mengikatnya ke tanah.
"Lucius, bebaskan Rolland dan Miranda, bawa mereka kemari. Dan perintahkan Regina untuk kemari juga. Sekarang!"
Kali ini Lucius tak dapat menentang. Ia pun melakukan tugasnya sesuai perintah.
***
Hampir lebih satu bulan Maleficus tak juga mendapatkan Dave. Sebenarnya mudah menemukannya, ia telah menanamkan alat pelacak yang dibuatnya sendiri ke tubuh Dave tanpa sepengetahuan Drac, tak ada orang yang akan menyadarinya dan dapat mencabutnya kecuali Maleficus, mantra itu tersembunyi di tubuh Dave.
Sebenarnya ia telah menemukan Dave dari tiga minggu yang lalu, namun ia tak dapat begitu saja membawanya pulang. Dave selalu diawasi, penjagaannya sangat ketat. Maleficus hanya tak ingin ada pertumpahan darah, ia selalu menunggu celah di setiap malam dan menyaksikan Dave disiksa hingga tak bisa berdiri.
Malam ini ruang tahanannya disterilkan, Redmond tengah mempersiapkan sesuatu, penjagaan hanya dilakukan di luar. Dave tampak tak pernah terjaga sejak Redmond datang.
Maleficus menyembunyikan keberadaannya, ia pun menyelinap masuk. Maleficus mengirim percikan energi ke jantung Dave, ia pun sadar.
Ia menatap Maleficus dengan pancaran mata yang lemah, Dave memalingkan pandangannya. "Aghhrr, sial," ia tak bisa menggerakan lehernya.
Maleficus membetulkan letak kepala Dave.
"Kemana saja kau? Aku hampir mati di sini!" Dave bicara dengan sisa tenaganya.
Maleficus tak mengatakan apapun. Ia memeriksa seluruh tubuh Dave, "tidak heran," akhirnya ia angkat bicara, "ujung lidahmu belum meregenasi, matamu juga belum sembuh, kau belum steril dari racun, dan tulangmu retak dimana-mana."
Maleficus beranjak mengobatinya. Namun, seseorang mendobrak masuk.
Maleficus segera menutup wajahnya, ia berdiri terdiam menatap lurus ke arah para penjaga. Mereka menodongkan senjata, siap menyerang.
Mereka melangkah dengan cepat, mengayunkan dan menembakan senjata mereka. Seolah waktu mereka melamban, Maleficus pun bergerak dengan cepat mengambil beberapa tetes darah Dave dengan menggoreskan pisau kecil ke lengan Dave. Ia membuka segel lingkaran setan kemudian meneteskan darah Dave di sana.
Maleficus segera membawa Dave pergi dari sana. Namun ia tertahan karena ikatan tali mantranya, "kau bodoh, Maleficus, kau bodoh..." Dave terus menyumpahinya.
"Aku mau kau menahan nafas dan tidak memikirkan rasa sakit apa pun," sebelum Dave mengiyakannya, Maleficus sudah menarik tubuh Dave dari sana hingga membuat tangan dan kakinya putus. Semburat darah keluar dari lukanya. Seketika Dave berteriak kencang.
Senjata pembunuh masal mereka telah melahap para penjaga di sana. Para penyihir langsung menghambur, situasi pun memanas.
Dia terengah-engah panik. Mereka berdua turun ke ruang terbuka, "tenanglah, Dave!" Maleficus menusukkan tangannya ke jantung Dave. Luka-luka di tubuh Dave pulih dengan cepat, tangan dan kakinya pun tumbuh kembali, "apa yang kau lakukan Maleficus!"
Maleficus telah memberi daya kehidupannya pada Dave. Ia tampak lebih lemah kemudian.
Suara deru langkah menuju arah mereka. Para penyihir kini telah mengepung mereka.
Redmond berdiri di barisan depan, ia mencekal gerakan mereka. Para penyihir lainnya bergerak menyerang. Maleficus pun kembali membuka segel senjatanya. Redmond yang mengetahuinya segera menyerang Maleficus dengan mantra kendali, Redmond membekukan darahnya. Maleficus pun berhenti bergerak.
Dave menggigit jarinya dan meneteskan darahnya di dalam lingkaran itu. Sialnya Dave tak dapat menghindarinya. Orang-orang di sekitarnya mulai kehilangan nyawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cursed Half-blood
Fantasía[COMPLETED] Dave bukanlah vampir berdarah murni. Kutukan itu telah mendarah daging dalam dirinya. Ia telah menghisap banyak darah manusia, dan mengalahkan kaum penyihir, para pemburu vampir. Hingga suatu malam ia mendapati hal yang sangat tidak disa...
