Part 34 ( Bertemu Mama Prilly )

4.1K 289 1
                                        

Ali pov

Saat ini aku sedang mempersiapkan motorku untuk mengantakan Prilly pulang.

"Ayok Prill!" ucapku, lalu memberikan helm kepadanya. Prilly hanya mengangguk, lalu memakai helm itu kemudian aku membantunya untuk naik keatas motorku. Setelah Prilly sudah naik, dan duduk di atas motorku, aku langsung menjalankan motorku menuju kediaman Prilly.

Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya kami pun sampai di kediaman Prilly. Aku menghentikan motorku di depan pagar rumah Prilly.

"Makasih ya li, lo udah nganterin gue pulang." ucap Prilly, saat ia sudah turun dari motorku.

"Iya, sama-sama." balasku seraya tersenyum.

"Bie!" panggil seorang wanita paruh baya yang kini tengah tengah berdiri di balik pintu pagar rumah Prilly.

"Mama!" sahut Prilly lalu menyalami tangan wanita paruh baya itu yang merupakan Mama Prilly.

"Kamu udah pulang sayang?" tanya wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Mamanya Prilly.

"Iya Ma, oh iya kenalin ini Ali Ma." ucap Prilly memperkenalkan diriku.

"Ali Tante." ucapku, lalu menyalami tangan Mama Prilly.

"Oh jadi ini yang namanya Ali, yang Raja bilang abang ipar itu, ganteng juga ya." ujar Mama Prilly terseyum sambil mencubit kecil pipi kananku.

"Tante bisa aja." ucapku seraya juga ikut tersenyum.

"Mampir dulu, yuk li!" ajak Mama Prilly.

"Iya terima kasih Tante."

"Ayuk masuk!"

"Iya Tante." Aku memasuki rumah Prilly, dengan berjalan mengekori Prilly, dan Mamanya.

"Giliran gue yang tawarin mampir lo gak mau. Tapi, kalau nyokap gue yang tawarin mampir, baru lo mau." ucap Prilly yang kini menyamai langkahnya denganku.

"Ya, gue gak enak aja kalau harus nolak tawaran nyokap lo." jelasku, kulihat Prilly malah cemberut atas penjelasanku tadi.

"Duduk Ali." ucap Mama Prilly saat kami sudah masuk ke dalam rumah Prilly.

"Iya, Tante." ucapku, lalu duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.

"Oh iya, Ali mau minum apa nak?" tanya Mama Prilly.

"Gak usah repot-repot Tante, Ali juga gak lama kok di sini." jawabku.

"Ah gak apa-apa, gak ngerepotin kok, Prilly tolong bikinin Ali minuman ya!" ucap Mama Prilly, yang dibalas anggukan oleh Prilly.

Setelah Prilly pergi ke dapur, aku mengobrol dengan Mamanya Prilly.

"Nak Ali kenal Prilly dari mana?" tanya mama Prilly.

"Oh, saya kenal Prilly, waktu itu saat Prilly terlambat datang ke sekolah tante, dan juga kebetulan kita sekelas, dan duduk di bangku yang bersebelahan." jelasku menceritakan awal mula saat aku pertama kali bertemu dengan Prilly.

"Oh, Prilly kalau di sekolah gimana?" tanya Mama Prilly lagi.

"Prilly kalau di sekolah baik kok tante, orangnya pintar, baik, ya meskipun sedikit bawel." jawabku.

"Bohong tuh Ma, Prilly gak bawel kok." ucap Prilly sambil membawa nampan berisi tiga gelas minuman. Lalu menaruh ketiga minuman tersebut di atas meja.

"Diminum Ali!"

"Iya Tante."

"Masa sih, kamu gak bawel?" tanya Mama Prilly kepada Prilly.

"Iya, Ma!" jawab Prilly.

"Terus kalian emang beneran pacaran?" tanya Mama Prilly yang membuatku tersedak saat aku sedang minum.

"Uhuk... uhuk... uhuk."

"Pelan-pelan li!"

"Iya maaf Prill."

"Jadi bagaimana?" tanya Mama Prilly lagi.

"Maaf sebelumnya Tante saya, dan Prilly tidak berpacaran, hanya sebatas hubungan pertemanan saja." jelasku.

"Tau nih Mama, lagian omongan Raja pakek dipercaya. Dia kan bohong." ucap Prilly kesal.

"Iya maaf, kirain kalian memang benar-benar pacaran." ucap Mama Prilly yang merasa bersalah.

"Gak apa - apa kok Tante. Mungkin, Raja salah paham tentang hubungan saya, dan Prilly." jelasku sambil tersenyum manis kepada Mama Prilly.

"Iya, sekali lagi Tante minta maaf ya. Tapi, kalau kalian emang berjodoh juga gak apa-apa kok, justru Tante senang punya mantu seperti kamu Ali." ucap Mama Prilly.

"Ih... Mama apaan sih." ucap Prilly yang terlihat Malu, bahkan bisa aku lihat pipinya yang sudah memerah sekarang.
Hal itu sukses membuat aku, dan Mama Prilly tertawa.

Kami melanjutkan obrolan kami kembali, dengan berbagai cerita, dan pengalaman, seperti masa kecil Prilly, tentang keluarga Prilly, dan lain- lain.

Tak kala obrolan kami diselingi bebagai macam canda di dalamnya, sehingga membuat kami semua tertawa.

#vote&coment

( Jadilah pembaca yang bijak! ) 👌👍👍

The Bad Boy✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang