Part 32 ( Awal Pembelajaran ll )

3.8K 286 5
                                        

"Trus mau belajar apa dong!" ucapku kesal.

"Belajar mencintaimu." ucap Ali yang kini malah menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Hah?" Tunggu, aku tidak salah dengarkan?

"Gak usah Hah, gue cuma bercanda kok, hehehe..." ujar Ali yang membuatku tambah kesal.

"Iiihhh... GAK LUCU!" ucapku kesal sambil memukul-mukul badan Ali.

"Aduh, aduh sakit Prill!" adu Ali. Tapi, aku tidak menghiraukannya.

"Siapa suruh bikin gue kesel, hah!" ucapku sambil terus saja Memukulinya.

"Iya-iya ampun Prilly, ampun!" rengek Ali. Tapi masih saja tidak aku hiraukan.

"Ekhem!" suara deheman menghentikan aksiku memukuli Ali.

"Maaf non Prilly, den Ali. lni Mbok bikinin minuman buat kalian." ucap orang itu yang ternyata adalah Mbok Jum.

"Ya ampun, Mbok gak usah repot-repot biar nanti aja Prilly ambil sendiri." ucapku merasa tak enak.

"Gak ngerepotin kok non, malahan Mbok seneng." ucap Mbok Jum seraya tersenyum manis kepadaku.

"Yaudah kalian lanjutin aja ya belajarnya Mbok mau ke belakang dulu." ucap Mbok Jum lagi.

"Iya makasih ya Mbok." ucapku yang dibalas anggukan oleh Mbok Jum.

"Oke karena gue udah pusing ngadepin lo, hari ini kita akan belajar Matematika!" tegasku.

"Hm." dehem Ali sambil terus memainkan handphonenya.

"Jadi bab mana yang belom lo paham?" tanyaku sambil membolak-balik buku paket Matematikaku.

"Semuanya." ucap Ali santai sambil masih terus memainkan benda pipih itu.

"Lo serius?" tanyaku lagi memastikan, yang hanya dibalas Ali dengan deheman.

Karena Ali membuatku semakin kesal terpaksa aku mengambil handphone yang sedari tadi ada di genggaman Ali.

"Eh, balikin HP gue!" protes Ali saat berusaha merebut kembali handphonenya yang kini ada di genggamanku.

"Nggak, gue akan balikin HP lo setelah kita selesai belajar!" tegasku.

"Tapi..."

"Gak ada tapi-tapian!" ucapku memotong perkataannya sambil menaruh handphonenya disaku celanaku.

"Ok, terserah." ucapnya pasrah

"Baik, tadi sampai dimana?" tanyaku, dan tak lama kemudian handphoneku berbunyi. Ternyata, Nikky menelponku. Baru saja aku hendak mengangkatnya. Tiba-tiba Ali langsung mengambil handphoneku yang sedari tadi aku taruh di atas meja.

Krrriingg krriinngg krriingg....

"Ali balikin HP gue!" rengekku padanya.

"Gak!"

"Iiihh... balikin!"

"Nggak, gue akan balikin HP lo setelah kita selesai belajar!" tegas Ali yang mengikuti perkataahku tadi.

"Tapi itu ada..." belum sempat aku melanjutkan perkataanku Ali sudah mematikan telpon dari Nikky, lalu menselent handphoneku.

"Bereskan" ucap Ali santai lalu memasukkan benda pipih berwarna putih itu kedalam sakunya.

"Ali lo kenapa sih ambil HP gue?" tanya Prilly dengan nada memelas.

"Karena tadi lo udah sita HP gue, berarti gue juga berhak sita HP lo!" Tegas Ali.

"Tapi, nanti kalau ada telpon lagi gimana?" tanyaku lagi.

"Kan gue udah selent, bereskan." ucap Ali lagi santai.

Ok kali ini aku mengalah, dan merelakan handphoneku disita olehnya. Ok Prill sabar cuma sebentar doang kok.

Aku pun kembali melanjutkan mengajari dengan menjelaskan beberapa rumus padanya.

"Nah kayak gitu sekarang lo dah ngerti kan?" tanyaku pada Ali.

"Ali!" panggilku. Tetapi dia hanya diam sambil terus menatapku.

"Ali!" panggilku lagi.

"Ali! Lo dengar gak sih?" tanyaku. Tapi, ia masih terus saja menatapku, memangnya aku kenapa sih? Ada yang salah ya?

"Cantik."

#vote&coment

( Jadilah pembaca yang bijak )👌👍👍

The Bad Boy✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang