Ali pov
Aku memarkirkan motor ninja kesayanganku di sebuah parkiran club di kawasan jakarta selatan lalu aku melepas helm yang kupakai dan menaruhnya di atas motorku. Setelah itu aku pun masuk kedalam club tersebut saat aku masuk banyak wanita-wanita jalang yang menggodaku, dan memandangku lapar seperti hendak memangsaku. Tapi, tak aku hiraukan, aku terus berjalan dengan tatapan dingin, dan angkuhku.
lalu aku duduk di salah satu meja bar, dan aku melihat pelayan bar itu sedang mengocok, dan melempar, lalu menangkap kembali salah satu botol wine. Dengan lihainya ia melakukan atraksinya tersebut. Tapi, buat aku itu adalah pemandangan biasa, karena aku sering melihatnya. Saat pelayan bar itu melakukan aksinya aku pun memesan segelas minuman favoriteku.
"Wine satu." ucapku dengan nada angkuhku yang diberi anggukkan pelayan bar tersebut tanpa menghentikan aksinya. Lalu ia menuangkan minuman favoriteku ke dalam sebuah gelas kecil dan bening dan aku langsung meminumnya.
Saat aku sedang menikmati minumanku tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku. Aku pun langsung menoleh kebelakang, dan mendapati seseorang yang sedang berdiri di belakangku, dan menyapaku
"Hai, Bro!" sapa orang tersebut tapi tidak ku respon karena aku sedang kesal terhadapnya. Bagaimana tidak aku sudah menunggu ia hampir 10 menit, karena aku paling tidak suka menunggu meskipun hanya 1 menit pun.
"Halo, Lonardo Aliando Fernando apa kau tuli, aku sudah menyapamu sejak tadi." Lanjut orang tersebut dengan nada kesalnya. Biarin siapa suruh membuatku menunggu. Tapi, tunggu ia bilang aku apa, tuli? Aku pun tidak terima maka kubalas perkataannya itu terhadap diriku.
"Hei Kevin Akhtahara Saputra! apa kau tidak tau bahwa aku sudah menunggumu 10 menit disini? dan apa kau juga tidak tau bahwa sahabatmu yang satu ini paling tidak suka menunggu meskipun hanya 1MENIT PUN!" ucapku kesal sambil menekan kata 1menit pun.
Ya ia adalah sahabatku namanya Kevin Akhtahara Saputra, putra pengusaha perdagangan produk handpone yang terkenal, dan sudah bercabang hingga ke mancanegara.
"Oh sorry bro, gue lupa kalau sahabat gue yang satu ini paling tidak suka diajak menunggu hehehe..." ucap kevin sambil terkekeh dan duduk di sebelah ku.
Lalu aku, dan Kevin mengobrol sambil sesekali tertawa, dan meminum-minuman yang kami pesan.
Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang menyapa kami, "Hai vin, hai li!" dan langsung di sapa oleh Kevin. Tapi, tidak olehku.
"Oh, Hai Rick!" balas Kevin.
Ya orang yang tadi menyapa aku, dan Kevin adalah Ricky Prasetyo Putra, dia juga sahabatku. Dia adalah anak pengusaha penjual lokomotiv yang juga sudah bercabang sampai ke mancanegara.
"Hai li, lo kenapa? kesambet lo bengong aja dari tadi." Ucap Ricky
"Oh ayolah Rick, apa lo gak tau kalau sahabat kita paling tidak suka menunggu, dan kau sudah membuatnya menunggu." jawab Kevin yang sepertinya sudah tau akan jawabanku.
"Oh sorry Ali, gue gak bermaksud membuat sahabat gue menunggu. Lo tau kan jakarta macetnya setiap hari, dari pagi sampai malam pun juga masih macet, dan gue tadi juga ke toilet dulu karena gue kebelet." Jawab Ricky panjang x lebar x tinggi. Ups
"Alesan."
"Oh ayolah li, masa lo gak percaya sih sama sahabat lo yang satu ini." ucap Ricky sambil mengedipkan matanya, dan memasang pupy eyes, bahkan gue yang melihatnya mau muntah.
"Gak."
"Oke sebagai permintaan maaf gue, gue akan bayarin minuman kalian." ucap Ricky
"Oke setuju!" jawab aku, dan kevin secara serempak menerima tawaran Ricky, lalu kami bertiga pun mengobrol kembali.
#vote&coment
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bad Boy✓
FanfictionKebut - kebutan , dunia malam itu semua sudah biasa untukku. Menjadi cowok yang brandal , angkuh , dingin itulah sifatku. Tapi, semua itu perlahan mulai berubah saat aku bertemu dengannya, gadis dengan mata hazel coklat membuat teduh siapapun yang m...
