"Cho Taehyung, waktu kematian 12.50 KST. 30 Desember 2017."
Bugh....
"Kau gila Heechul, dia belum mati!"
Heechul yang mendapat pukulan di pipinya hanya bisa terdiam tidak bisa lagi marah ketika tadi merasakan tidak ada lagi tanda kehidupan pada si bungsu.
Darah yang mengalir di sela bibirnya pun tidak ia bersihkan fokusnya masih pada Taehyung.
Dengan sisa pertahanannya Sehun mengambil alih tubuh kurus Taehyung dari rengkuhan Ibunya, tidak membiarkan seorangpun mendekat selagi ia melakukan pertolongan pertama karena dalam hatinya sungguh yakin, Jantung Leeteuk tidak lah selemah itu.
Lebih dari beberapa menit Sehun memompa Jantung Taehyung, menangis dalam setiap tekanan yang ia berikan pada dada Taehyung.
"Aku mohon, jangan biarkan pengorbanan Kak Leeteuk sia-sia."
Sehun terus-menerus memberikan napas buatan pada orang yang baru saja ia akui statusnya sebagai Adik, cukup ia merasa kehilangan tidak ingin merasakannya lagi.
"Huna, hentikan Kau hanya akan menyakitinya saja."
Sehun tidak mendengarkan, kalau ia berhenti itu artinya ia menyerah dan bagaimana nanti kata Leeteuk di atas sana. Ia tidak mau Kakaknya itu kecewa kalau pengorbanan nya sia-sia.
Butiran ketingat tampak muncul di sela-sela rambutnya yang mulai basah, berbanding terbalik dengan suhu udara yang cukup dingin.
Hahhhh.... hahhh....hahh.....
Sehun berhenti sejenak napasnya hampir habis, namun ia masih ingin berusaha, tanpa sadar tubuh yang semula tidak bernapas mulai menunjukan perubahan. Sehun belum menyadarinya ia masih sibuk dengan laju napasnya yang sangat kencang.
"Lihat itu, dada Taehyung bergerak." Pekik Baekhyun, tentu seluruh mata langsung terpaku pada tempat dimana pusat kehidupan berasal.
"Syukurlah, cepat bawa kerumah sakit."
Insung berseru, mencoba menggendong anak bungsu nya, namun Heechul mencegah melihat betapa kacau wajah Ayahnya, jadi dengan sekuat tenaga Heechul berlari dengan Taehyung yang berada di dalam gendongannya.
Anak itu memang bernapas namun napasnya sangat lemah, Heechul tidak mau perjuangan Sehun sia-sia dengan cepat ia harus sampai di rumah sakit agar Adiknya cepat di tangani.
Sehun masih duduk di atas salju tepat di hadapan makam Leeteuk, ada tangis bahagia yang mengalir di sela matanya, dengan wajah tertunduk ia mengepalkan tangannya, emosinya bercampur antara harus senang atau sedih.
Senang kalau akhirnya Taehyung bisa bernapas kembali, sedih kalau ternyata ia di tinggalkan, keluarga Cho yang lain. Tapi Sehun harus mengerti itu semua dilakukan karena mereka semua mengejar waktu, tidak mungkin menunggu Sehun kalau ada nyawa yang harus di pertaruhkan.
"Hiks... Hiks... Aku berhasil Ayah, Nenek, Kak Leeteuk , Aku berhasil mempertahankannya."
Masih dengan posisi nya, tidak ada niatan Sehun untuk bangkit, ia terlalu betah berhadapan dengan makam Kakaknya, hingga ada pelukan hangat di belakang punggungnya membuat Sehun terkejut bukan main, Sehun tahu tubuh siapa yang memeluk nya.
"Ibu..."
"Terima kasih, Anakku."
"Ibu."
"Kau telah menjalankan kewajibanmu sebagai Kakak dengan baik, Ibu sangat bangga padamu."
"Ibu." hanya kata itulah yang bisa Sehun ucapkan, setelah kecanggungan yang tercipta antara Sehun dan Hyojin, tak ada kata yang bisa Sehun ucapkan selain itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Taehyung KAJIMA
FanfictionTaehyung terlalu sempurna untuk mendapatkan satu titik hitam yang bisa membuatnya hancur. Brothership Friendship Cast : Bts, Super Junior,Exo ..Update setiap 5 hari sekali..
