"Aku memutuskan untuk tidak lagi bersahabat dengan bayang-bayang lama.
Lalu aku bertanya kepada diriku; bisakah aku hidup sendiri tanpanya?
Perlukah aku lari dari terang malam untuk tidak bertemu dengan bayang-bayang sama?
Atau mencari terang cahaya yang bisa memantulkan bayang-bayang baru dari diri ini?"

YOU ARE READING
Sejarah Dari Mata Pengalah
PoetryKumpulan puisi dan prosa tulisan M. Firdaus Kamaluddin.